Lezatnya Ragit Jalo, Kudapan Unik Asal Palembang

Kompas.com - 02/05/2021, 15:05 WIB
Ragit Jalo. Kudapan unik di saat Ramadhan NGIDANG BUKO/WordpressRagit Jalo. Kudapan unik di saat Ramadhan
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Tak hanya Pempek, Kota Palembang ternyata memiliki kudapan unik yang sering digunakan untuk makanan pembuka saat berbuka puasa. Namanya adalah ragit jalo.

Ragit jalo bentuknya seperti roti jala dari Medan dan ragit mie dari Indramayu. Namun yang membedakannya adalah aroma rempah yang menggoda.

Selain itu kuah kari ragit jalo lebih encer dibandingkan roti jala asal Medan yang kental. Ragit jalo ini biasanya dikreasikan menjadi bentuk lipat segitiga atau digulung.

Sensasi rasa akan hadir ketika ragit dimandikan kuah kari yang kaya akan rempah lalu ditaburi bawang goreng ditambah cabai hijau yang dipotong-potong kecil.

Rasanya yang gurih, lezat, pedas, dan sedikit asam, ragit jalo cocok dikonsumsi saat adzan Magrib berkumandang.

Baca juga: Mencicipi Nasi Buk, Kuliner Khas Madura yang Berkembang di Kota Malang

Mirip dengan martabak India

Ilustrasi kari daging, mirip dengan serapah daging tapi berkuah. Dok. Sajian Sedap Ilustrasi kari daging, mirip dengan serapah daging tapi berkuah.
Dikutip dari Indonesia.go.id, kemiripan kuah kari ragit jalo dengan kuah sejenis pada martabak India bukan sebuah kebetulan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari cerita dan literasi yang ada disebutkan bahwa resep ragit jalo didapatkan dari pedagang asal Gujarat, India yang masuk ke wilayah Kerajaan Sriwijaya sejak awal abad 7 Masehi.

Kelezatan ragit jalo cepat merambat hingga kala itu menjadi makanan yang disukai di lingkungan kerajaan.

Baca juga: Mencicipi Nasi Kentut Khas Medan, Berbahan Daun Sembukan yang Kaya Manfaat

Jika ada hajatan digelar di kerajaan, ragit jalo dipastikan menjadi salah satu menu wajib untuk disuguhi kepada para tamu kehormatan.

Kudapan ini juga disukai oleh para pedagang dari Persia yang singgah dan menetap di kawasan kerajaan.

Saat ini, ragit jalo yang harganya cukup terjangkau, sekitar Rp9.000 hingga Rp15.000 per porsinya ini, bisa kita cari di komunitas pedagang Arab Kota Palembang di Pasar Kuto, Kuto Baru dan Sayangan.

Baca juga: Hari Kopi Nasional, Mencicipi Kopi Rarobang Khas Ambon, Campuran Rempah hingga Biji Kenari

Pada hari-hari biasa, ragit jalo biasa disajikan sebagai menu sarapan pagi atau ketika ada acara sedekahan.

Tapi tak perlu khawatir. Saat bulan puasa, ragit jalo mudah diperoleh di pusat-pusat kuliner Ramadan di Palembang seperti di Jl Ratna Talang Semut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banner Promonya Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden Jadi Viral, Pemilik Kedai: Saya Minta Maaf

Banner Promonya Beli 1 Gratis 1 Kecuali Presiden Jadi Viral, Pemilik Kedai: Saya Minta Maaf

Regional
4 Warga NTT Positif Covid-19 Varian Inggris

4 Warga NTT Positif Covid-19 Varian Inggris

Regional
Apa yang Harus Dilakukan Warga Kediri jika Ada Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman?

Apa yang Harus Dilakukan Warga Kediri jika Ada Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman?

Regional
Setelah Puluhan Tahun, Tukang Becak Ini Akhirnya Dapat Bantuan Pemerintah, Ini Kata RT dan Lurah

Setelah Puluhan Tahun, Tukang Becak Ini Akhirnya Dapat Bantuan Pemerintah, Ini Kata RT dan Lurah

Regional
Datang ke Sikka, Kapolda NTT Ingatkan Anggota Humanis Selama PPKM Level 4

Datang ke Sikka, Kapolda NTT Ingatkan Anggota Humanis Selama PPKM Level 4

Regional
Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Keliling Kota, Kibarkan Bendera Putih

Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Keliling Kota, Kibarkan Bendera Putih

Regional
Keliling Bawa Nasi Bungkus, Prajurit TNI Sasar Warga Terdampak PPKM di Pekanbaru

Keliling Bawa Nasi Bungkus, Prajurit TNI Sasar Warga Terdampak PPKM di Pekanbaru

Regional
Cerita Brelyantika Indra, Duta Wisata Jepara Penerima Beasiswa S2 di 4 Negara Eropa

Cerita Brelyantika Indra, Duta Wisata Jepara Penerima Beasiswa S2 di 4 Negara Eropa

Regional
2 Warga NTT Meninggal akibat Covid-19 Varian Delta

2 Warga NTT Meninggal akibat Covid-19 Varian Delta

Regional
Sama-sama 'Ngeyel' Gelar Hajatan, Kades di Banyuwangi Didenda Rp 48.000, Anggota DPRD Didenda Rp 500.000

Sama-sama "Ngeyel" Gelar Hajatan, Kades di Banyuwangi Didenda Rp 48.000, Anggota DPRD Didenda Rp 500.000

Regional
DI Yogyakarta Kembali Catatkan Rekor Kasus Harian dan Kematian akibat Covid-19

DI Yogyakarta Kembali Catatkan Rekor Kasus Harian dan Kematian akibat Covid-19

Regional
Sudah Sebulan, Hasil Uji Sampel Varian Delta di Riau Belum Juga Keluar

Sudah Sebulan, Hasil Uji Sampel Varian Delta di Riau Belum Juga Keluar

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 27 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 27 Juli 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Juli 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 Juli 2021

Regional
Kasus Covid-19 di Tegal Meningkat Selama Perpanjangan PPKM, Rata-rata 85 Kasus per Hari

Kasus Covid-19 di Tegal Meningkat Selama Perpanjangan PPKM, Rata-rata 85 Kasus per Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X