Kronologi Pria Banting Sepupunya hingga Tewas, Bermula Minum Miras Bersama

Kompas.com - 01/05/2021, 21:42 WIB
Ilustrasi jenazah Kompas.comIlustrasi jenazah

KUPANG, KOMPAS.com - Nehemia Nenohai, warga Desa Binenok, Kecamatan Kot’olin, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, tewas di tangan sepupunya sendiri berinisial EN (35).

Pria berusia 56 tahun itu tewas setelah dibanting oleh EN, saat keduanya minum minuman keras jenis sopi.

Hal itu dibenarkan Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendrica Bahtera, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (1/5/2021).

Baca juga: Iwa Sering Berkata ke Ibu, Kalau Kapal Selam di Indonesia Sudah Berusia Tua

Kronologi

Mabuk.Thinkstock Mabuk.
Bahtera menuturkan, kejadian itu bermula ketika EN yang yang baru pulang dari pasar dan hendak menuju rumahnya, dipanggil korban. Rumah keduanya saling berhadapan.

Ketika dipanggil, EN lalu datang dan melihat korban sedang minum-minuman keras. EN pun ikut duduk untuk menikmati minuman keras.

Setelah keduanya menikmati minuman keras sebotol, korban meminta EN untuk membeli lagi satu botol.

Permintaan korban itu dipenuhi EN. Tapi pada saat EN membawa tambahan satu botol minuman, korban malah menolak dan tidak mau minum lagi.

Baca juga: Lurah di Solo Diduga Terlibat Pungli Belasan Juta Bermodus Zakat, Camat: Kembalikan Semua ke Warga

 

Ilustrasi perkelahian Ilustrasi perkelahian
Bertengkar, dibanting hingga tewas

Penolakan tak beralasan korban, membuat EN kesal sehingga keduanya bertengkar. Antara keduanya tidak saling mengalah, sehingga EN pun membanting korban.

"Saat dibanting, kepala korban membentur batu sehingga korban tak sadarkan diri. Beberapa jam kemudian, korban meninggal dunia," kata Bahtera.

Keluarga korban yang tak terima, kemudian melaporkan kejadian itu ke Markas Polsek Kie.

Usai menerima laporan, polisi lalu menangkap pelaku dan sejumlah barang bukti ikut diamankan.

Hasil pemeriksaan oleh tim medis, korban mengalami luka robek dan memar pada bagian kepala.

"Pelaku sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman penjara selama tujuh tahun," kata Bahtera.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Ramai-ramai Serahkan Senjata Api Rakitan ke TNI, Jumlahnya 10 Pucuk

Warga Perbatasan Indonesia-Timor Leste Ramai-ramai Serahkan Senjata Api Rakitan ke TNI, Jumlahnya 10 Pucuk

Regional
Cerita Penyelundupan 25 Kg Sabu-sabu dari Sebatik ke Balikpapan, Diangkut Perahu Cepat Selama 4 Hari

Cerita Penyelundupan 25 Kg Sabu-sabu dari Sebatik ke Balikpapan, Diangkut Perahu Cepat Selama 4 Hari

Regional
Ruko 2 Lantai di Medan Terbakar, 23 Orang Terluka

Ruko 2 Lantai di Medan Terbakar, 23 Orang Terluka

Regional
Beli Obat Aborsi Rp 2 Juta dengan Uang Arisan, Remaja 17 Tahun Diamankan Atas Kasus Pembuangan Mayat Bayi

Beli Obat Aborsi Rp 2 Juta dengan Uang Arisan, Remaja 17 Tahun Diamankan Atas Kasus Pembuangan Mayat Bayi

Regional
Kisah Carliana, Mantan TKI yang Nekat Mudik, 6 Tahun Tak Jumpa Anak, ATM Terblokir di Taiwan

Kisah Carliana, Mantan TKI yang Nekat Mudik, 6 Tahun Tak Jumpa Anak, ATM Terblokir di Taiwan

Regional
Seorang Pemudik Positif Antigen Diminta Putar Balik

Seorang Pemudik Positif Antigen Diminta Putar Balik

Regional
Pasca-teror Penembakan Mobil Kapolres, Bupati Maybrat Imbau Semua Pihak Tak Terprovokasi

Pasca-teror Penembakan Mobil Kapolres, Bupati Maybrat Imbau Semua Pihak Tak Terprovokasi

Regional
Pemudik di Perbatasan Karawang-Bekasi Meningkat, Ini yang Dilakukan Polisi

Pemudik di Perbatasan Karawang-Bekasi Meningkat, Ini yang Dilakukan Polisi

Regional
Setahun Berlalu, Tersangka Belum Ditangkap, Ini Perjalanan Kasus Dugaan Pencabulan oleh Putra Kiai di Jombang

Setahun Berlalu, Tersangka Belum Ditangkap, Ini Perjalanan Kasus Dugaan Pencabulan oleh Putra Kiai di Jombang

Regional
4.000-an RT Zona Hijau, Pemkab Magetan Izinkan Warga Gelar Shalat Id

4.000-an RT Zona Hijau, Pemkab Magetan Izinkan Warga Gelar Shalat Id

Regional
'Kalau Tidak Pulang Sekarang, Belum Tentu Tahun Depan Covid-19 Hilang'

"Kalau Tidak Pulang Sekarang, Belum Tentu Tahun Depan Covid-19 Hilang"

Regional
Tarekat Naqsabandiyah Lebih Dulu Rayakan Idul Fitri

Tarekat Naqsabandiyah Lebih Dulu Rayakan Idul Fitri

Regional
Masih Zona Merah, 13 RT di Surabaya Tidak Diizinkan Gelar Shalat Idul Fitri di Masjid

Masih Zona Merah, 13 RT di Surabaya Tidak Diizinkan Gelar Shalat Idul Fitri di Masjid

Regional
Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan, Jemaah An Nadzir Gelar Shalat Idul Fitri Lebih Awal

Dengan Menerapkan Protokol Kesehatan, Jemaah An Nadzir Gelar Shalat Idul Fitri Lebih Awal

Regional
Detik-detik Mobil Rombongan Kapolres dan Brimob di Papua Tiga Kali Ditembaki OTK

Detik-detik Mobil Rombongan Kapolres dan Brimob di Papua Tiga Kali Ditembaki OTK

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X