Kementerian PUPR Datangkan Tim Ahli Periksa Fondasi Jembatan Mahkota II Samarinda

Kompas.com - 01/05/2021, 06:01 WIB
Kondisi longsor yang terjadi di sekitar fondasi pilar Jembatan Mahkota II sisi Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda, Jumat (30/4/2021). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONKondisi longsor yang terjadi di sekitar fondasi pilar Jembatan Mahkota II sisi Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda, Jumat (30/4/2021).

SAMARINDA, KOMPAS.com - Tim ahli jembatan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memeriksa fondasi Jembatan Mahkota II Samarinda yang bergeser akibat longsor.

Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk melihat struktur jembatan dari fondasi tiang, dek jembatan hingga kondisi tanah bekas abrasi yang terjadi di sekitar jembatan.

"Banyak yang harus disurvei. Selain pengukuran, kita juga lihat kondisi tanahnya, posisi sungai seperti apa, kita pertimbangan semua. Makanya kita bawa ahli geologi. Ahli struktur kontruksi juga terlibat," ungkap Direktur Pembangunan Jembatan, Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR, Yudha Handita Pandjiriawan kepada awak media di Samarinda, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Fondasi Tiang Geser akibat Longsor, Jembatan di Samarinda Ditutup

Yudha belum memberikan hasil apapun terkait pemeriksaan lapangan tersebut.

Sebab, semua data lapangan yang dihimpun akan dianalisa kembali guna memastikan kondisi jembatan dan rencana penanganan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berikan kami waktu secukupnya, kami berusaha secepatnya. Setelah dicek hasilnya bagaimana, baru didesain atau direncanakan lagi (penanganannya)," terang dia.

Untuk penanganan selanjutnya diserahkan ke Pemkot Samarinda sebagai leading sektor penanganan Jembatan Mahkota II setelah keluar hasil.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Hero Mardanus mengatakan, tim ahli Kementerian PUPR akan melakukan pemeriksaan selama dua hari sejak kemarin dan hari ini.

"Hasil pengamatan lapangan itu, nanti dicarikan solusi. Sementara ini kami kumpulin data-data dulu. Pengukuran lapangan, dan lainnya belum tergambar apa-apa," kata dia.

Baca juga: Jembatan di Ogan Ilir Ambruk Saat Dilintasi Truk Pengangkut Eksavator

Sebelumnya, hasil pengukuran sementara pihak konsultan, salah satu fondasi tiang jembatan disebut bergeser sejauh 40 milimeter (mm).

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Seorang Mahasiswi Tewas Tertabrak Kereta Api, Ini Kata Polisi

Kronologi Seorang Mahasiswi Tewas Tertabrak Kereta Api, Ini Kata Polisi

Regional
Pedagang Malioboro Yogya Pasang Bendera Putih Tanda Menyerah: Kami Tak Bisa Apa-apa Lagi

Pedagang Malioboro Yogya Pasang Bendera Putih Tanda Menyerah: Kami Tak Bisa Apa-apa Lagi

Regional
Coba Aturan Makan di Tempat, Wali Kota Pontianak: Saya Hanya 13 Menit

Coba Aturan Makan di Tempat, Wali Kota Pontianak: Saya Hanya 13 Menit

Regional
Penumpang Kapal Ketapang-Gilimanuk Diduga Terjun ke Laut, Hilang Terseret Arus Kuat

Penumpang Kapal Ketapang-Gilimanuk Diduga Terjun ke Laut, Hilang Terseret Arus Kuat

Regional
Jalan Kaki Lintasi Rel Saat Hujan Lebat, Mahasiswi Kebidanan Tewas Tertabrak Kereta

Jalan Kaki Lintasi Rel Saat Hujan Lebat, Mahasiswi Kebidanan Tewas Tertabrak Kereta

Regional
Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Km demi Vaksin: Lama Menunggu, Saya Belum Makan dari Pagi

Kakek yang Kayuh Sepeda 15 Km demi Vaksin: Lama Menunggu, Saya Belum Makan dari Pagi

Regional
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Penderita TBC Ditolak 4 RS gara-gara Stok Oksigen Kosong, Wali Kota Bantah Ada Penolakan

Penderita TBC Ditolak 4 RS gara-gara Stok Oksigen Kosong, Wali Kota Bantah Ada Penolakan

Regional
Puncak Kemarau, Embun Upas Muncul di Kawasan Semeru dan Bromo

Puncak Kemarau, Embun Upas Muncul di Kawasan Semeru dan Bromo

Regional
Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi Jaga Sejumlah Rumah Sakit di NTT

Cegah Perampasan Jenazah Pasien Covid-19, Polisi Jaga Sejumlah Rumah Sakit di NTT

Regional
Mantan Atlet Tinju Bone Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan, Polisi: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Mantan Atlet Tinju Bone Ditemukan Tewas di Kolong Jembatan, Polisi: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan

Regional
Marak Penipuan Modus Tawarkan Plasma Konvalesen, Polisi Turun Tangan

Marak Penipuan Modus Tawarkan Plasma Konvalesen, Polisi Turun Tangan

Regional
Kota Blitar Mulai Pindahkan Warga Isoman di Rumah ke Pusat Isolasi

Kota Blitar Mulai Pindahkan Warga Isoman di Rumah ke Pusat Isolasi

Regional
Gubernur Edy: Kalau Banyak Kena Covid-19, Orang Sumut Tak Makan Nanti

Gubernur Edy: Kalau Banyak Kena Covid-19, Orang Sumut Tak Makan Nanti

Regional
31 Penumpang Kapal di Pelabuhan Baubau Gunakan Surat Vaksin dan Antigen Palsu

31 Penumpang Kapal di Pelabuhan Baubau Gunakan Surat Vaksin dan Antigen Palsu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X