Fakta Baru Rapid Test Antigen Pakai Stik Bekas, Manajer Jadi Otak Kejahatan, 5 Bulan Beraksi Raup Rp 1,8 Miliar

Kompas.com - 30/04/2021, 16:25 WIB
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Mereka adalah tersangka PC yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya. KOMPAS.COM/DEWANTOROLima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus daur ulang alat kesehatan rapid test antigen di Bandara Kualanamu. Mereka adalah tersangka PC yang merupakan Bussines Manager PT Kimia Farma dan 4 pegawainya.

KOMPAS.com - Polisi menetapkan lima orang tersangka dalam kasus daur ulang alat rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

Sejumlah fakta baru terungkap dari hasil penyelidikan dan penyidikan kepolisian.

Fakta tersebut antara lain cara daur ulang alat swab, peran para tersangka, hingga hasil miliaran rupiah yang berhasil mereka raup.

Baca juga: Modus Pegawai Kimia Farma Bandara Kualanamu, Stik Antigen Bekas Dicuci Alkohol, Hasil Swab Diketik Non-reaktif

Manajer bisnis Kimia Farma jadi otak kejahatan

Ilustrasi rapid test antigen(SHUTTERSTOCK)KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Ilustrasi rapid test antigen(SHUTTERSTOCK)
Lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka ialah PC, SP, DP, BM dan RN.

PC adalah Business Manager atau pelaksana tugas kepala kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini, Medan.

Dia merupakan otak dari tindak kejahatan dengan dibantu empat orang pegawainya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari hasil penyelidikan ini Polda Sumut, khususnya jajaran Ditreskrimsus, menetapkan lima orang tersangka di bidang kesehatan, yaitu PC, DP, SOP, MR, dan RN. Di mana PC selaku intelectual leader yang menyuruh dan mengkoordinir tindak pidana tersebut," kata Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjunta, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Jenazah Ulfa yang Tewas Ditabrak Truk Sempat Dibawa Berkeliling oleh Pelaku hingga Akhirnya Dibuang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uang Rp 3,9 Juta Keluar Lagi dari Mesin ATM Usai Disetor, Akhirnya Dicuri Nasabah Lain

Uang Rp 3,9 Juta Keluar Lagi dari Mesin ATM Usai Disetor, Akhirnya Dicuri Nasabah Lain

Regional
Viral, Video Remaja Tewas Kesetrum Tiang Plang ATM Saat Hujan

Viral, Video Remaja Tewas Kesetrum Tiang Plang ATM Saat Hujan

Regional
Peringatan UNESCO dan Menyoal Masa Depan Proyek Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Peringatan UNESCO dan Menyoal Masa Depan Proyek Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Regional
Pandemi, Sekadar Beli Kacang Goreng Pun Bayar Non-tunai...

Pandemi, Sekadar Beli Kacang Goreng Pun Bayar Non-tunai...

Regional
Garut PPKM Level 4, Tidak Ada Penyekatan Jalan

Garut PPKM Level 4, Tidak Ada Penyekatan Jalan

Regional
Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Yakini Status Tersangka Akan Gugur, Bukti Pembantah Disiapkan

Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Yakini Status Tersangka Akan Gugur, Bukti Pembantah Disiapkan

Regional
Dirawat 10 Hari, Wakil Bupati Konawe Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Dirawat 10 Hari, Wakil Bupati Konawe Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Regional
2 Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah Covid-19

2 Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Digma Gugur karena Covid-19, Pemkot Kediri Jamin Kesehatan Relawan

Digma Gugur karena Covid-19, Pemkot Kediri Jamin Kesehatan Relawan

Regional
Berburu Emas di Gunung Botak Pulau Buru

Berburu Emas di Gunung Botak Pulau Buru

Regional
Cerita Dokter Mey Beri Layanan Konsultasi Gratis untuk Pasien Covid-19

Cerita Dokter Mey Beri Layanan Konsultasi Gratis untuk Pasien Covid-19

Regional
Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Regional
Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Regional
3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X