Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Permintaan dari Jerman, Bangka Belitung Gencarkan Produksi Jahe Merah

Kompas.com - 30/04/2021, 10:27 WIB
Heru Dahnur ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

BANGKA TENGAH, KOMPAS.com - Kepulauan Bangka Belitung ditargetkan bisa memproduksi jahe merah untuk memenuhi permintaan dalam negeri dan ekspor.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, perusahaan untuk perkebunan skala besar maupun masyarakat per orangan bisa ambil bagian dalam budidaya tanaman bernama latin Zingiber officinale varietas rubrum itu.

""Harapannya nanti untuk memenuhi target kita dapat mensuplai jahe merah 270 ton per bulan," kata Erzaldi saat mengunjungi lokasi penanaman jahe merah di Desa Air Mesu, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Tambang Timah Inkonvensional Beroperasi Dekat Kantor Gubernur Babel Dibongkar Paksa, Petugas Cekcok dengan Okum Aparat Pembeking

Erzaldi menuturkan, pemda bermitra dengan perkebunan inti PT Berkah Rempah Makmur dalam penyediaan demplot.

Demplot akan menjadi etalase bagi pembeli, sekaligus sebagai lokasi penyuluhan pertanian dari proses pembibitan hingga panen.

"Kami menyiapkan bibit jahe merah yang berkualitas, dikarenakan komoditi ini mempunyai pangsa pasar yang tinggi baik di dalam negeri dan juga komoditas ekspor," ujar Erzaldi.

Peran serta masyarakat kata Erzaldi didukung ketersediaan kredit usaha rakyat (KUR).

Baca juga: Pemprov Babel Datangkan Bibit Porang dari Madiun, Siapkan Lahan 1.200 Hektar

Masyarakat bisa menanam jahe merah di lahan yang terbatas atau pekarangan rumah dengan menggunakan polibek.

Jahe merah juga menjadi komoditas alternatif selain lada, ubi, porang, nanas dan manggis.

Saat ini agroindustri menjadi fokus pengembangan demi menghindari ketergantungan pada lini tambang timah. 

Direktur Utama PT Berkah Rempah Makmur, Agus Supriyono mengatakan, demplot akan dijadikan pusat bibit berkualitas khusus jahe merah.

Selanjutnya dimulai industri olahan dari jahe merah seperti minyak atsiri dan serbuk powder.

"Kami sebagai fasilitator berencana mendirikan pabrik di kawasan Lubuk, Kabupaten Bangka Tengah," jelasnya.

Baca juga: Kemenristek Uji Klinis Jahe Merah, Jambu Biji, dan Minyak Kelapa untuk Obat Tangkal Covid-19

 

Dia mengingatkan, penanaman jahe merah berstandar ekspor harus menggunakan bahan organik yang bersumber dari kompos, kohe sapi, daun bambu, dan batang pisang.

"Kami telah membuat pupuk organik cair sendiri termasuk pestisida nabati untuk mendapatkan hasil yang berkualitas," ungkapnya.

Menurut Agus, untuk pasar ekspor, negara Jerman sudah mengajukan permintaan minyak atsiri, sementara negara kawasan Timur Tengah bersiap menampung serbuk powder.

Ada pun Bank Sumsel Babel sebagai salah satu bank pemerintah telah mengucurkan KUR senilai Rp 100 miliar hingga Februari 2021. Sebanyak Rp 15 miliar di antaranya terealisasi di Bangka Belitung.

Tidak hanya untuk jahe merah, KUR juga menyasar petani porang serta sektor indutri kreatif Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Dalam transaksi usaha nasabah, Bank Sumsel Babel juga mendorong program digitalisasi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) non tunai pemerintah daerah maupun pada masyarakat.

Tercatat saat ini Capaian Nilai Tukar Petani (NTP) di Bangka Belitung (Babel) periode Maret 2021 mencapai angka 3,93 persen yang menjadikan provinsi ini meraih kenaikan tertinggi secara nasional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tinggi Kolom Erupsi Eksplosif Gunung Ruang Sulut Capai 3.000 Meter

Tinggi Kolom Erupsi Eksplosif Gunung Ruang Sulut Capai 3.000 Meter

Regional
Gunung Ruang Status Tanggap Darurat, 11.615 Penduduk Harus Mengungsi

Gunung Ruang Status Tanggap Darurat, 11.615 Penduduk Harus Mengungsi

Regional
Skenario Menantu Rencanakan Pembunuhan Mertua di Kendari, Ajak Eksekutor Begal Korban

Skenario Menantu Rencanakan Pembunuhan Mertua di Kendari, Ajak Eksekutor Begal Korban

Regional
2,1 Juta Kendaraan Pribadi Keluar Masuk Jateng Selama Lebaran 2024

2,1 Juta Kendaraan Pribadi Keluar Masuk Jateng Selama Lebaran 2024

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang Hujan Ringan

Regional
Erupsi Gunung Ruang, PVMBG: Ada 2 Kampung Terdekat Berjarak 2,5 Km

Erupsi Gunung Ruang, PVMBG: Ada 2 Kampung Terdekat Berjarak 2,5 Km

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Kamis 18 April 2024, dan Besok : Pagi ini Cerah Berawan

Regional
Percekcokan Pemuda Berujung Saling Serang di Kota Tual Maluku, 1 Korban Tewas

Percekcokan Pemuda Berujung Saling Serang di Kota Tual Maluku, 1 Korban Tewas

Regional
Ayah Perkosa Anak Kandung sampai Hamil di Banten, Sempat Temani Persalinan

Ayah Perkosa Anak Kandung sampai Hamil di Banten, Sempat Temani Persalinan

Regional
Melihat Kesibukan Warga Jawa Tondano Menyambut 'Bakdo Kupat'

Melihat Kesibukan Warga Jawa Tondano Menyambut "Bakdo Kupat"

Regional
Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Motif Menantu Otaki Pembunuhan Mertua di Kendari, Sakit Hati karena Tak Dianggap

Regional
Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Silsilah RA Kartini, Pejuang Emansipasi yang Berdarah Biru

Regional
Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Korban Meninggal Bentrok di Tual Maluku Dimakamkan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com