Longsor di Proyek Pembangunan PLTA Marancar Tapsel, Satu Keluarga dan Pekerja Dikabarkan Tertimbun

Kompas.com - 30/04/2021, 08:39 WIB
Dikabarkan, satu unit rumah dan penghuninya serta beberapa pekerja tertimbun material longsor, yang terjadi di lokasi proyek strategis nasional pembangunan PLTA Marancar di Desa Marancar Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/4/2021) malam. handoutDikabarkan, satu unit rumah dan penghuninya serta beberapa pekerja tertimbun material longsor, yang terjadi di lokasi proyek strategis nasional pembangunan PLTA Marancar di Desa Marancar Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (29/4/2021) malam.

TAPANULI SELATAN, KOMPAS.com - Bencana longsor terjadi di lokasi proyek strategis nasional pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Marancar Godang, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (29/04/2021) malam.

Akibat bencana tersebut, dikabarkan satu unit rumah beserta penghuninya dan beberapa pekerja tertimbun material longsor.

Kepala Polisi Sektor Batang Toru Kepolisian Resor Tapanuli Selatan Ajun Komisaris Polisi Yuswanto membenarkan peristiwa itu.

"Betul," ujar Yuswanto saat dikonfirmasi lewan pesan singkat, Kamis malam.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa Rp 809 Juta, Seorang Kades di Tapanuli Selatan Ditahan

Yuswanto mengatakan, belum dapat memberikan keterangan lebih jelas, sebab pihaknya masih dalam proses mengumpulkan data dan melakukan evakuasi.

“Karena masih simpang siur, belum akurat. Nanti kalau sudah akurat akan saya kirim,” kata Yuswanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Selatan Ilham Suhardi menyampaikan, dia juga membenarkan adanya bencana longsor yang terjadi di lokasi proyek pembangunan PLTA Marancar tersebut.

"Benar. BPBD Tapanuli Selatan telah turun dengan satu Tim satgas. Dan Forkopimda masih melakukan rapat," kata Suhardi.

Baca juga: Kronologi Lumba-lumba Mati Terdampar di Pantai Tapanuli Selatan, Saksi Mata: Sebelumnya Ada Ribuan Ekor di Pinggir Pantai

Suhardi menjelaskan, melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, proses evakuasi akan dilanjutkan.

"Pencarian dan evakuasi itu dilanjutkan besok, karena melihat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi pada malam hari," ujar Suhardi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ular Sanca hingga Kura-kura Mati Terbakar akibat Karhutla di Riau

Ular Sanca hingga Kura-kura Mati Terbakar akibat Karhutla di Riau

Regional
Sempat Memulasara Jenazah Tanpa Prokes, Dua RT Langsung Di-lockdown

Sempat Memulasara Jenazah Tanpa Prokes, Dua RT Langsung Di-lockdown

Regional
Saat Bagikan Nasi Bungkus, Wagub Sumut Temukan Warga Aceh yang Tinggal di Kolong Jembatan

Saat Bagikan Nasi Bungkus, Wagub Sumut Temukan Warga Aceh yang Tinggal di Kolong Jembatan

Regional
Cerita Rudi Fajar Pinjamkan Oximeter kepada Warga Pekanbaru yang Isolasi Mandiri

Cerita Rudi Fajar Pinjamkan Oximeter kepada Warga Pekanbaru yang Isolasi Mandiri

Regional
Lurah Ini Tak Terima Anaknya Dapat BLT, Bantuan Diserahkan ke Warga yang Membutuhkan

Lurah Ini Tak Terima Anaknya Dapat BLT, Bantuan Diserahkan ke Warga yang Membutuhkan

Regional
Seorang Pengantin Wanita Mendadak Pingsan Saat Dirias lalu Meninggal

Seorang Pengantin Wanita Mendadak Pingsan Saat Dirias lalu Meninggal

Regional
Bantul Berduka, Nakes yang Sedang Hamil 7 Bulan Meninggal karena Covid-19

Bantul Berduka, Nakes yang Sedang Hamil 7 Bulan Meninggal karena Covid-19

Regional
'Desa Mati' di Majalengka, Ditinggalkan Warga Sejak Tahun 2012 karena Rawan Bencana

"Desa Mati" di Majalengka, Ditinggalkan Warga Sejak Tahun 2012 karena Rawan Bencana

Regional
Cerita Ibu Nuryani, 8 Bulan Jadi Pengubur Jenazah Pasien Covid-19, Siaga 24 Jam, Pulang Jelang Pagi

Cerita Ibu Nuryani, 8 Bulan Jadi Pengubur Jenazah Pasien Covid-19, Siaga 24 Jam, Pulang Jelang Pagi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Permintaan Jokowi soal Ekspor Porang | Tanda Tanya Penyebab Kematian Hartijo

[POPULER NUSANTARA] Permintaan Jokowi soal Ekspor Porang | Tanda Tanya Penyebab Kematian Hartijo

Regional
Soal Pesepeda Ditabrak Mobil Rescue Milik Pemkab Takalar, Pelaku Kabur karena Takut dan Banyak Sorakan

Soal Pesepeda Ditabrak Mobil Rescue Milik Pemkab Takalar, Pelaku Kabur karena Takut dan Banyak Sorakan

Regional
Ludahi Petugas PLN Medan, Segini Tagihan Listrik yang Harus Dibayar Reza

Ludahi Petugas PLN Medan, Segini Tagihan Listrik yang Harus Dibayar Reza

Regional
Kisah dari Pusong Lama Aceh, Merawat Kebhinekaan dengan Toleransi Beragama

Kisah dari Pusong Lama Aceh, Merawat Kebhinekaan dengan Toleransi Beragama

Regional
Dengan Wajah Lesu, Reza Minta Maaf Telah Ludahi Petugas PLN: Saya Mengaku Salah...

Dengan Wajah Lesu, Reza Minta Maaf Telah Ludahi Petugas PLN: Saya Mengaku Salah...

Regional
Video Viral Pria Tepergok Curi Bra di Wajo, Alasannya untuk Koleksi Pribadi

Video Viral Pria Tepergok Curi Bra di Wajo, Alasannya untuk Koleksi Pribadi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X