Penyekatan di Perbatasan, 1.789 Orang Masuk Wilayah Banyumas dalam Sepekan Terakhir

Kompas.com - 30/04/2021, 08:21 WIB
Kapolresta Banyumas Kombes Firman Lukmanul Hakim. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKapolresta Banyumas Kombes Firman Lukmanul Hakim.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Tim gabungan menjaga ketat pintu masuk wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk mengantisipasi warga yang mudik lebih awal.

Kapolresta Banyumas Kombes M Firman Lukmanul Hakim mengatakan, dalam sepekan terakhir sebanyak 1.789 orang dari berbagai kota tercatat masuk wilayah Kabupaten Banyumas.

Data tersebut berdasarkan hasil rekapitulasi aplikasi "Polisine Inyong" tanggal 23-29 April 2021.

"Sampai kemarin terdapat sejumlah 470 kendaraan dan 1.789 penumpang telah didata di tiga titik lokasi penyekatan," kata Firman kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (30/4/2011).

Baca juga: Polda DIY Dirikan 10 Pos Penyekatan di Perbatasan, Ini Lokasinya

Ketiga titik penyekatan tersebut yaitu di Ajibarang (perbatasan Banyumas-Brebes), Wangon (perbatasan Banyumas-Cilacap) dan Tambak (perbatasan Banyumas-Kebumen).

Adapun moda transportasi yang digunakan didominasi oleh kendaraan pribadi roda empat, termasuk kendaraan jasa travel serta sepeda motor dengan tujuan bervariasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tercatat sebanyak 201 kendaraan masuk ke Kabupatan Banyumas sebagai tujuan akhir dan 269 kendaraan hanya melintasi Banyumas," kata Firman.

Baca juga: 5 Pos Pengamanan Didirikan di Solo untuk Screening dan Penyekatan Pemudik

Lebih lanjut, Firman mengatakan, warga yang masuk wilayah Banyumas wajib menjalani screening kesehatan.

Warga yang tidak memiliki surat bebas Covid-19 atau terindikasi terpapar Covid-19 akan menjalani tes cepat antigen di tempat.

"Tujuannya adalah untuk pengetatan masuknya warga pendatang yang berpotensi menjadi carrier virus Covid-19 ke Kabupaten Banyumas," ujar Firman.

Kegiatan tersebut, kata Firman, akan terus dilakukan hingga tanggal 5 Mei 2021 atau menjelang masa peniadaan mudik.

"Apabila ditemukan pengemudi atau penumpang yang reaktif akan karantina di tempat yang telah ditunjuk oleh Pemkab Banyumas," kata Firman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 20 Oktober 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 20 Oktober 2021

Regional
Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 4,7 Guncang Lombok Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Polisi yang Rampok Mobil di Lampung Ditangkap, Kapolda Pastikan Pelaku Dihukum: Tak Ada Pilih Kasih

Regional
Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Lika-liku Upaya Menghapus Budaya Kekerasan terhadap Anak di Kampung Laut Cilacap

Regional
Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Air Perumahan di Batam Mati, Warga Mandikan Jenazah dengan Air Galon, Ini Ceritanya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Oktober 2021

Regional
Sehari Usai Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Gubernur Riau Tunjuk Pelaksana Tugas

Sehari Usai Bupati Kuansing Ditangkap KPK, Gubernur Riau Tunjuk Pelaksana Tugas

Regional
Pria Pengidap Gangguan Jiwa Mengamuk Tikam 4 Warga di Kalbar, Dua Orang Tewas

Pria Pengidap Gangguan Jiwa Mengamuk Tikam 4 Warga di Kalbar, Dua Orang Tewas

Regional
Pamit Belajar Kelompok, Remaja 14 Tahun Disekap di Hotel dan Diperkosa Berkali-kali, Ini Kronologinya

Pamit Belajar Kelompok, Remaja 14 Tahun Disekap di Hotel dan Diperkosa Berkali-kali, Ini Kronologinya

Regional
Pelajar SMP Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ayah: Sempat Sulit Urus Akta Kelahiran karena Dikira Bercanda

Pelajar SMP Bernama ABCDEF GHIJK Zuzu, Ayah: Sempat Sulit Urus Akta Kelahiran karena Dikira Bercanda

Regional
Warga Korban Pinjol di Kota Tegal Diminta Lapor ke Polisi, Kapolres: Pasti Kita Tindak Lanjuti

Warga Korban Pinjol di Kota Tegal Diminta Lapor ke Polisi, Kapolres: Pasti Kita Tindak Lanjuti

Regional
Polisi Sita 23 Kg Sabu dan 1 Senpi, 8 Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap, Salah Satunya Perempuan

Polisi Sita 23 Kg Sabu dan 1 Senpi, 8 Pelaku Kasus Narkoba Ditangkap, Salah Satunya Perempuan

Regional
Video 2 Pelajar SMA Mesum di WC Rumah Kosong Viral, Perekam dan Pemeran Pria Jadi Tersangka

Video 2 Pelajar SMA Mesum di WC Rumah Kosong Viral, Perekam dan Pemeran Pria Jadi Tersangka

Regional
Lakukan Teror dan Edit Foto Vulgar, Jadi Senjata “Debt Collector” Pinjol Ilegal Tagih Korban

Lakukan Teror dan Edit Foto Vulgar, Jadi Senjata “Debt Collector” Pinjol Ilegal Tagih Korban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.