Seorang Petugas Honorer Palsukan 690 AJB, Keuntungan Rp 1,3 Miliar

Kompas.com - 30/04/2021, 05:15 WIB
Polda Banten berhasil mengungkap kasus pemalsuan ratusa AJB di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. KOMPAS.COM/RASYID RIDHOPolda Banten berhasil mengungkap kasus pemalsuan ratusa AJB di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang.

SERANG, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Banten mengungkap kasus pemalsuan akta jual beli (AJB) yang dilakukan oleh seorang honorer Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, berinisal DSB (48).

Pelaku DSB beraksi memalsukan tanda tangan Camat Pabuaran Babay sejak tahun 2018.

Dari hasil kerjanya, pelaku mendapatkan total keuntungan sebesar Rp 1,3 miliar.

Direktorat Reserae Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Banten Kombes Pol Matri Sonny mengatakan, pengungkapan kasus pemalsuan AJB yang menyeret pegawai honorer kecamatan itu berdasarkan hasil pengembangan kasus sebelumnya.

"Kami mengungkap adanya pemalsuan tanda tangan dengan objeknya adalah AJB. Kasus ini merupakan hasil pengembangan perkara lain pada Februari lalu, dan ditemukanlah bukti-bukti lain berupa AJB palsu," kata Martri kepada wartawan di Mapolda Banten, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Penggunaan Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu

Dijelaskan Martri, DSB dalam aksinya menyediakan blangko akta kemudian membuat AJB dengan mekanisme tidak sesuai dengan aturan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka juga mengaku sudah memalsukan tanda tangan pejabat pembuat akta tanah sementara, yakni camat," ujar Martri didampingi Kasubdit II Harda Polda Banten AKBP Dedy Darmawansyah.

Dari hasil memalsukan AJB, tersangka memperoleh keuntungan paling sedikit Rp 1 juta sampai 4 juta per satu AJB yang dibuatnya.

Keuntungan tersebut digunakan oleh pelaku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli mobil, dan memperbaiki rumahnya.

"Jika kita rata-rata setiap akta yang dibuatnya mendapatkan uang Rp 2 juta. Ditotalkan yang telah diterima oleh tersangka Rp 1,3 miliar," ungkapnya.

Petugas mengamankan barang bukti dari kantor Kecamatan sebanyak 669 AJB palsu, dan dari rumah tersangka ditemukan juga 21 berkas AJB.

Baca juga: Kasus Alat Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu, Diduga Alat Hanya Dicuci Pakai Air

Pelaku DSB dikenakan Pasal 263 Ayat (1) KUHPidana dan atau Pasal 264 (1) Ke 1e KUHPidana.

"Ancaman hukumannya sampai 8 tahun penjara," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembunuhan Bos Barang Bekas, Pelaku Pegawainya Sendiri, Mayat Dimasukan Karung Berisi Batu Agar Tenggelam

Pembunuhan Bos Barang Bekas, Pelaku Pegawainya Sendiri, Mayat Dimasukan Karung Berisi Batu Agar Tenggelam

Regional
31 Ruas Jalan di Kota Semarang Masih Ditutup Selama PPKM Level 4

31 Ruas Jalan di Kota Semarang Masih Ditutup Selama PPKM Level 4

Regional
Tes Antigen Massal di Batam, Petugas: Ada yang Bandel, HP Dimatikan, Terpaksa Kita Gedor Rumahnya

Tes Antigen Massal di Batam, Petugas: Ada yang Bandel, HP Dimatikan, Terpaksa Kita Gedor Rumahnya

Regional
Pelajar 15 Tahun Sukses Bisnis Karangan Bunga Saat Pandemi, Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Per Hari

Pelajar 15 Tahun Sukses Bisnis Karangan Bunga Saat Pandemi, Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Per Hari

Regional
Pemkot Batam Anggarkan Rp 10 M untuk Pelaksanaan Tes Antigen Massal

Pemkot Batam Anggarkan Rp 10 M untuk Pelaksanaan Tes Antigen Massal

Regional
Pejabat dan ASN Banyumas Patungan Bantu Warga Isoman dan Terdampak PPKM

Pejabat dan ASN Banyumas Patungan Bantu Warga Isoman dan Terdampak PPKM

Regional
Kendala Polisi Ungkap Kasus Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar

Kendala Polisi Ungkap Kasus Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar

Regional
Dapat Bantuan Sembako, Petani: Ini Sangat Berarti bagi Kami

Dapat Bantuan Sembako, Petani: Ini Sangat Berarti bagi Kami

Regional
Angka Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Bupati Ponorogo Ungkap Penyebabnya

Angka Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Bupati Ponorogo Ungkap Penyebabnya

Regional
Jasad Wanita Dibungkus Karpet Sudah Membusuk, Identitas Sulit Diungkap, Polisi Duga Korban Pembunuhan

Jasad Wanita Dibungkus Karpet Sudah Membusuk, Identitas Sulit Diungkap, Polisi Duga Korban Pembunuhan

Regional
31 Warga NTT Terpapar Covid-19 Varian Delta, Satgas: 13 Orang Telah Sembuh

31 Warga NTT Terpapar Covid-19 Varian Delta, Satgas: 13 Orang Telah Sembuh

Regional
Pemred Media Online di Medan Disiram Air Keras, Polisi Tangkap 4 Pelaku, tapi Enggan Ungkap Identitasnya

Pemred Media Online di Medan Disiram Air Keras, Polisi Tangkap 4 Pelaku, tapi Enggan Ungkap Identitasnya

Regional
Wanita Ber-APD Disebut Jual Surat Swab Seharga Rp 90 Ribu Dalam Bus, Ini Faktanya

Wanita Ber-APD Disebut Jual Surat Swab Seharga Rp 90 Ribu Dalam Bus, Ini Faktanya

Regional
Sempat Takut karena Termakan Hoaks, Warga Binaan Rutan Salatiga Akhirnya Divaksin

Sempat Takut karena Termakan Hoaks, Warga Binaan Rutan Salatiga Akhirnya Divaksin

Regional
APBD Jabar Terbatas, Ridwan Kamil Lobi 70 Perusahaan Bantu Tangani Covid-19

APBD Jabar Terbatas, Ridwan Kamil Lobi 70 Perusahaan Bantu Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X