Sopir Truk Sampah yang Tabrak Mahasiswi di Nunukan Buang Jasad Korban ke Kebun

Kompas.com - 29/04/2021, 19:14 WIB
Mobil truck milik DLH Nunukan terperosok ke parit. Mobil yang dikemudikan KL (50) ini menabrak mahasiswi dan membuang korban begitu saja ke tengah perkebunan untuk menghilangkan jejak Kompas.com/Ahmad DzulviqorMobil truck milik DLH Nunukan terperosok ke parit. Mobil yang dikemudikan KL (50) ini menabrak mahasiswi dan membuang korban begitu saja ke tengah perkebunan untuk menghilangkan jejak

NUNUKAN, KOMPAS.com – KL (50), seorang sopir truk pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan, Kalimantan Utara, ditangkap polisi.

KL menabrak seorang mahasiswi bernama Balandina Ulfa (21) hingga tewas dan membuang jasad korban ke tengah perkebunan masyarakat, Kamis (28/4/2021).

Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Marhadiansyah Tofiqs Setiaji mengungkapkan, kasus berawal dari laporan keluarga korban yang kebingungan menemukan anaknya setelah mendapat panggilan telepon.

"Korban ini pulang kerja sekitar pukul 18.30 wita. Dia bekerja sebagai office girls di kantor Gadis (Gabungan Dinas) I. Dia memberitahukan motornya kehabisan bensin dan meminta diantarkan bensin," ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: 3 TKI Positif Covid-19, Satgas Nunukan: Mereka Terpapar di Malaysia

Belum sempat ayahnya menjawab, kata dia, tiba-tiba terdengar suara benturan keras dan ponsel tak lagi bisa dihubungi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ayah Ulfa Edmundus Neno bergegas mendatangi lokasi tempat anaknya bekerja.

Namun, ia hanya menemukan sepeda motor anaknya ringsek dan terdapat banyak darah di dekatnya.

Dalam kondisi bingung, ia mendatangi puskesmas dan Rumah Sakit namun tak juga menemukan keberadaan anaknya.

Neno pun menghubungi semua kerabat untuk membantu menemukan Ulfa.

"Korban meninggal dunia dan ditemukan di antara semak belukar pinggir sungai sekitar pukul 23.00 Wita. Kondisinya tertutup daun pisang dan kepala bagian belakang pecah akibat ditabrak truk," katanya.

Pelaku terpaksa membuang korban karena takut dihakimi massa.

Baca juga: Rumah Panggung di Nunukan Terbakar akibat Pemilik Lupa Matikan Kompor

Pelaku juga mencoba menghilangkan jejak dengan mengubur bekas darah di TKP serta mencuci jok mobil yang terdapat darah korban.

"Pelaku sempat membawa korban berputar putar. Kita masih koordinasi untuk sangkaan pasalnya. Apakah ini masuk laka lantas atau kriminal umum,’’katanya.

Keluarga korban saat ditemui di rumah duka di RT 008, Sedadap, Nunukan Selatan, Gradus Tahan Tokan (52) menuturkan, Ulfa adalah pribadi yang rajin dan penuh semangat.

Meski sudah menikah dan memiliki putri berusia 10 bulan, ia masih berusaha melanjutkan studinya.

Ulfa mengambil mata kuliah teknologi pengolahan hasil perikanan dan duduk di semester 6.

Ia juga menjadi tukang bersih-bersih kantor Gadis I Nunukan Selatan untuk membiayai kuliahnya dan menambah penghasilan keluarga.

"Dia ditabrak truk sampah DLH Nunukan, bukannya dibawa ke rumah sakit tapi malah dibuang. Hewan saja kalau tertabrak kita pungut, kita kubur. Kenapa ini malah dibuang oleh pelaku," tutur Gradus.

Keluarga korban berharap mendapat keadilan atas peristiwa ini.

"Kami minta pelaku dihukum berat,"kata dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungkap Fenomena Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Bali, Bukan karena Penyakit Infeksius

Mengungkap Fenomena Ribuan Burung Pipit Berjatuhan di Bali, Bukan karena Penyakit Infeksius

Regional
Memprihatinkan, Kondisi Puluhan Anjing yang Diselundupkan untuk Dikonsumsi, Ada yang Hamil dan Tumor

Memprihatinkan, Kondisi Puluhan Anjing yang Diselundupkan untuk Dikonsumsi, Ada yang Hamil dan Tumor

Regional
KKB Tembaki TNI-Polri dari Seberang Jurang Saat Mengevakuasi Jasad Suster Gabriela

KKB Tembaki TNI-Polri dari Seberang Jurang Saat Mengevakuasi Jasad Suster Gabriela

Regional
Perjuangan Atlet Disabilitas, Hidupi Keluarga sebagai Sopir Bus, Kini Dirawat Setelah Jadi Korban Penganiayaan

Perjuangan Atlet Disabilitas, Hidupi Keluarga sebagai Sopir Bus, Kini Dirawat Setelah Jadi Korban Penganiayaan

Regional
APBD Banyak Mengendap di Bank, Ini Respons Bupati Nias

APBD Banyak Mengendap di Bank, Ini Respons Bupati Nias

Regional
Soal Kasus Video Vaksinasi Tanpa Tekan Alat Suntik, 3 Orang Tak Mau Divaksin Dosis Kedua Jadi Kendala Penyelidikan

Soal Kasus Video Vaksinasi Tanpa Tekan Alat Suntik, 3 Orang Tak Mau Divaksin Dosis Kedua Jadi Kendala Penyelidikan

Regional
Pekerja Migran yang Pulang ke Indonesia Tak Lagi Mendarat di Bandara Juanda, Hanya Bisa Lewat 2 Bandara Ini

Pekerja Migran yang Pulang ke Indonesia Tak Lagi Mendarat di Bandara Juanda, Hanya Bisa Lewat 2 Bandara Ini

Regional
Berhasil Dievakuasi dari Jurang, Jenazah Suster Gabriela Akan Dibawa ke Jayapura Besok

Berhasil Dievakuasi dari Jurang, Jenazah Suster Gabriela Akan Dibawa ke Jayapura Besok

Regional
Pemkot Yogyakarta Gencarkan Skrining Ketat Saat Akhir Pekan, Kesulitan Terapkan Ganjil Genap

Pemkot Yogyakarta Gencarkan Skrining Ketat Saat Akhir Pekan, Kesulitan Terapkan Ganjil Genap

Regional
Pulang Usai Shalat Subuh, Seorang Warga Temukan Mayat di Sawah, Diduga Korban Pembunuhan

Pulang Usai Shalat Subuh, Seorang Warga Temukan Mayat di Sawah, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Kasus Covid-19 Diklaim Melandai, BOR RS di Surabaya Mayoritas Diisi Warga Luar Daerah

Kasus Covid-19 Diklaim Melandai, BOR RS di Surabaya Mayoritas Diisi Warga Luar Daerah

Regional
Tak Lagi Gratis, Tarif Naik KA Bandara YIA Mulai Rp 10.000

Tak Lagi Gratis, Tarif Naik KA Bandara YIA Mulai Rp 10.000

Regional
Candi Borobudur Mulai Buka untuk Wisatawan, Ini Syaratnya

Candi Borobudur Mulai Buka untuk Wisatawan, Ini Syaratnya

Regional
DPRD Kota Tegal Minta Ratusan Warga yang Tolak Vaksin Tetap Diberi Bansos Beras 20 Kg

DPRD Kota Tegal Minta Ratusan Warga yang Tolak Vaksin Tetap Diberi Bansos Beras 20 Kg

Regional
Soal Ibu Rumah Tangga yang Pikul Utang Almarhum Suami Senilai Rp 224 Juta, Ini Penjelasan Bank

Soal Ibu Rumah Tangga yang Pikul Utang Almarhum Suami Senilai Rp 224 Juta, Ini Penjelasan Bank

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.