Perbatasan Cianjur Mulai Diperketat, Setiap Kendaraan Diperiksa

Kompas.com - 29/04/2021, 10:48 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di jalan alternatif Leles-Sukaluyu atau jalur tikus, Cianjur, Jawa Barat. Selama larangan mudik 6-17 Mei, jalur tikus akan dijaga ketat untuk halau pemudik nekat. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSejumlah kendaraan melintas di jalan alternatif Leles-Sukaluyu atau jalur tikus, Cianjur, Jawa Barat. Selama larangan mudik 6-17 Mei, jalur tikus akan dijaga ketat untuk halau pemudik nekat.

CIANJUR, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mulai melakukan pengetatan di sejumlah wilayah perbatasan terkait kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Petugas gabungan memeriksa setiap kendaraan yang masuk ke wilayah Cianjur.

Apabila kedapatan sebagai pemudik atau tidak mengantongi surat bebas Covid-19, petugas langsung memerintahkan pengendara untuk berputar balik.

Baca juga: Cara Memastikan Alat Rapid Test Antigen Baru atau Bekas

Kapolres Cianjur AKBP Mokhamad Rifai menyebutkan, pemeriksaan kendaraan sudah dilakukan sejak Senin (26/4/2021).

"Di batas-batas wilayah akan kita dirikan check point. Ada 5 titik yang jadi atensi penyekatan, yakni di Seger Alam atau jalur Puncak, Haurwangi, Gekrong, Sukaluyu, dan di dalam kota, TMC Cepu 8," kata Rifai kepada Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Rifai menyebut, penyekatan kendaraan akan dilaksanakan hingga 27 Mei mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini sesuai dengan perintah pusat agar masyarakat tidak melakukan mudik pada saat momen Lebaran ini," ujar dia.

Baca juga: Polisi Menyamar untuk Bongkar Kasus Rapid Test Bekas di Bandara Kualanamu

Selain penyekatan terhadap kendaraan yang ke Cianjur, menurut Rifai, petugas juga memeriksa setiap kendaraan dari Cianjur yang hendak ke luar kota.

"Kendaraan dari Cianjur ke luar pun kita periksa. Kalau tujuannya tidak jelas, kita minta putar balik. Kita harapkan masyarakat tetap di rumah saja Lebaran nanti," ucap dia.

Rifai mengajak masyarakat untuk mematuhi larangan mudik ini sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

"Kita terus gencar menyosialisasikan terkait hal ini. Jangan sampai pandemi makin meluas karena tradisi mudik ini," ujar Rifai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebutuhan Melonjak Drastis, Stok Oksigen Tabung di Cianjur Semakin Menipis

Kebutuhan Melonjak Drastis, Stok Oksigen Tabung di Cianjur Semakin Menipis

Regional
Ini yang Wajib Diketahui Pelaku Perjalanan Selama PPKM Level 4 di Sumba Timur

Ini yang Wajib Diketahui Pelaku Perjalanan Selama PPKM Level 4 di Sumba Timur

Regional
Penutupan Kegiatan Wisata di Gunung Gede Pangrango Kembali Diperpanjang, Ini Ketentuan Terbarunya

Penutupan Kegiatan Wisata di Gunung Gede Pangrango Kembali Diperpanjang, Ini Ketentuan Terbarunya

Regional
PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Bupati Wonogiri: APBD Kami Sudah Kembang Kempis

PPKM Diperpanjang sampai 2 Agustus, Bupati Wonogiri: APBD Kami Sudah Kembang Kempis

Regional
Keluarga Akidi Tio, Ayah hingga Anak Pengusaha, Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel

Keluarga Akidi Tio, Ayah hingga Anak Pengusaha, Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel

Regional
[POPULER NUSANTARA] Serukan Copot Jokowi, Aktivis HMI Jadi Tersangka | Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Terdampak Pandemi

[POPULER NUSANTARA] Serukan Copot Jokowi, Aktivis HMI Jadi Tersangka | Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Terdampak Pandemi

Regional
Sedang Butuh Tabung Oksigen, Pasien Covid-19 Ini Malah Ditipu

Sedang Butuh Tabung Oksigen, Pasien Covid-19 Ini Malah Ditipu

Regional
Viral, Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Viral, Video Jenazah Diletakkan di Pinggir Jalan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Rajin Sumbang Bubur untuk Pasien Isoman, Warung di Semarang Diborong Ganjar

Rajin Sumbang Bubur untuk Pasien Isoman, Warung di Semarang Diborong Ganjar

Regional
Rentetan Gempa di Tojo Una-una, Siang Diguncang M 5,9, Malam M 6,3

Rentetan Gempa di Tojo Una-una, Siang Diguncang M 5,9, Malam M 6,3

Regional
Gempa M 6,3 Guncang Tojo Una-una, Warga Pesisir Mengungsi

Gempa M 6,3 Guncang Tojo Una-una, Warga Pesisir Mengungsi

Regional
Ini Usaha Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Ini Usaha Akidi Tio, Penyumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel Terdampak Pandemi

Regional
Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Alasan BMKG Minta Warga Tojo Una-una Jauhi Pantai Meski Gempa Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 Triliun untuk Warga Sumsel, Kapolda Kaget, Gubernur Bilang Luar Biasa

Regional
Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Makan di Warteg, Emil Dardak Buktikan Nyinyiran soal Waktu Makan Dibatasi 20 Menit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X