Jika Ketinggalan Lihat "Pink Moon", Mei Ini Ada Fenomena "Flower Moon", Catat Tanggalnya

Kompas.com - 29/04/2021, 09:44 WIB
Fenomena 'Supermoon' terlihat di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Rabu (6/5/2020). Fenomena supermoon terakhir pada 2020 bernama 'flower moon' ini bisa terlihat jelas di seluruh Dunia dimana posisi bulan terdekat dengan bumi dan dapat disaksikan mulai Rabu (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan. ANTARA FOTO/SYIFA YULINNASFenomena 'Supermoon' terlihat di Desa Alue Raya, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Rabu (6/5/2020). Fenomena supermoon terakhir pada 2020 bernama 'flower moon' ini bisa terlihat jelas di seluruh Dunia dimana posisi bulan terdekat dengan bumi dan dapat disaksikan mulai Rabu (6/5/2020) hingga tiga hari ke depan.

BANDUNG, KOMPAS.com - Buat kamu yang tidak sempat menikmati Supermoon Pink Moon, Selasa (27/4/2021), jangan khawatir, Mei 2021 nanti akan ada fenomena Flower Moon.

"Tepatnya akan jatuh 26 Mei 2021," ujar Staf Peneliti Observatorium Bosscha Agus Triono saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/4/2021) malam.

Agus menjelaskan, supermoon adalah fenomena ketika bulan penuh berada di titik terdekat dengan bumi pada orbitnya.

Sebenarnya, perbesaran ini tidak terlihat secara signifikan karena rata-rata bulan hanya akan terlihat 10-15 persen lebih besar dan lebih terang pada jarak terdekatnya tersebut.

Baca juga: Heboh Fenomena Pink Moon, Ini Asal-usul Nama Bulan Merah Muda

Mengapa dinamakan Flower Moon?

Lalu kenapa disebut flower moon? Itu karena di bulan Mei bunga bermekaran dan sudah mulai masuk musim panas.

Agus mengungkapkan, siklus supermoon purnama kira-kira terjadi setiap 1 tahun 1 bulan 18 hari.

Menurut perhitungan Bosscha, setelah April 2021, akan ada 2 supermoon lagi di bulan Mei dan Juni. Yakni pada 26 Mei 2021 dan 24 Juni 2021.

"Yang Mei ini bulan akan lebih dekat lagi ke Bumi dibanding supermoon April ini," tutur Agus.

Baca juga: 6 Fakta Bulan Purnama Supermoon Pink Moon Malam Ini, Bulan Paskah hingga Kelahiran Hanuman

Secara kasat mata, fenomena ini masih bisa dinikmati

Untuk menikmati fenomena ini, lebih bagus bila menggunakan peralatan seperti yang dimiliki Bosscha. Namun secara kasat mata, fenomena ini masih bisa dinikmati meski tidak signifikan.

Syaratnya, langitnya harus clear. Untuk itu ia menyarankan tidak menikmati pemandangan bulan di daerah dengan kelembaban tinggi karena kemungkinannya langit akan terhalang.

"Cari tempat yang relatif kering, curah hujannya sedikit," ucapnya.

Bosscha sendiri untuk fenomena supermoon April ini tidak bisa menikmati langsung menggunakan teropong. Sebab hingga kini Bosscha masih lockdown akibat pandemi Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Baru Covid-19 Muncul di Mojokerto, Dibawa WNI yang Pulang dari Afrika

Varian Baru Covid-19 Muncul di Mojokerto, Dibawa WNI yang Pulang dari Afrika

Regional
Foto Nani Pengirim Sate Beracun Menggunakan Daster di Tahanan Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kapolsek Bantul

Foto Nani Pengirim Sate Beracun Menggunakan Daster di Tahanan Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kapolsek Bantul

Regional
Daftar 15 Titik Penyekatan di Karawang, Berlaku Selama Larangan Mudik 6-17 Mei

Daftar 15 Titik Penyekatan di Karawang, Berlaku Selama Larangan Mudik 6-17 Mei

Regional
Lebaran, Obyek Wisata di Banyumas Tetap Buka, Kuota Pengunjung Dibatasi

Lebaran, Obyek Wisata di Banyumas Tetap Buka, Kuota Pengunjung Dibatasi

Regional
Berawal dari Curhat, Gadis 19 Tahun Malah Dijual Keperawanannya, Dijadikan PSK

Berawal dari Curhat, Gadis 19 Tahun Malah Dijual Keperawanannya, Dijadikan PSK

Regional
Kabupaten Tangerang Tutup Akses bagi Pemudik, 15 Titik Penyekatan Dijaga 24 Jam

Kabupaten Tangerang Tutup Akses bagi Pemudik, 15 Titik Penyekatan Dijaga 24 Jam

Regional
Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Regional
Uji Coba Jam Malam di Banjarmasin, Kendaraan Masuk Dialihkan

Uji Coba Jam Malam di Banjarmasin, Kendaraan Masuk Dialihkan

Regional
Berkaca dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Dedi Mulyadi Sarankan Pasar Buka 24 Jam

Berkaca dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Dedi Mulyadi Sarankan Pasar Buka 24 Jam

Regional
Tambang Emas Ilegal di Riau Digerebek, Puluhan Pekerja Tak Berkutik Diamankan

Tambang Emas Ilegal di Riau Digerebek, Puluhan Pekerja Tak Berkutik Diamankan

Regional
Nekat Mudik 6 Mei Dini Hari, Puluhan Pemudik Diputar Balik di Pos Tanjungpura Karawang

Nekat Mudik 6 Mei Dini Hari, Puluhan Pemudik Diputar Balik di Pos Tanjungpura Karawang

Regional
Penjaga Kebun Durian Berkelahi dengan Pencuri, Satu Tewas

Penjaga Kebun Durian Berkelahi dengan Pencuri, Satu Tewas

Regional
Larangan Mudik, Mobil Pelat Luar Kota Diminta Putar Balik di Pintu Suramadu

Larangan Mudik, Mobil Pelat Luar Kota Diminta Putar Balik di Pintu Suramadu

Regional
Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, 'Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?'

Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, "Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?"

Regional
Salatiga Zona Merah, Kadinkes Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Salatiga Zona Merah, Kadinkes Merasa Bersalah dan Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X