Kompas.com - 28/04/2021, 17:16 WIB
Penampakan Pink Moon di langit Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021) pukul 02.57 WIB. KOMPAS.COM/JAWAHIR GUSTAV RIZALPenampakan Pink Moon di langit Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021) pukul 02.57 WIB.


BANDUNG, KOMPAS.com - Masyarakat dihebohkan dengan fenomena astronomi supermoon  atau pink moon yang terjadi pada Selasa (27/4/2021).

Pada malam itu, bulan purnama tersebut terlihat lebih cantik.

Staf peneliti Observatorium Bosscha di Bandung, Jawa Barat, Agus Triono mengatakan, peristiwa supermoon terjadi saat bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi di orbit peredarannya.

Pada supermoon 27 April 2021, bulan terletak pada 357,615 kilometer dari bumi.

"Biasa disebut sebagai titik perige," ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Ramai soal Fenomena Pink Moon, Benarkah Bulan Berwarna Pink?

Menurut Agus, sebenarnya perbesaran ini tidak terlihat secara signifikan, karena rata-rata bulan hanya akan terlihat 10-15 persen lebih besar dan lebih terang pada jarak terdekatnya tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, supermoon kali ini bertepatan dengan titik terdekat bulan, serta jatuh di bulan April.

Hal itu yang menyebabkan fenomena itu disebut pink moon.

Asal-usul pink moon

Istilah pink moon sendiri berasal dari sebuah almanak (perhitungan astronomi) yang terbit di Amerika Serikat dan Kanada, yaitu The Old Farmer's Almanac.

Sebutan ini berasal dari budaya AS dan juga Eropa.

Sebab, bulan April merupakan dimulainya musim semi di belahan Bumi utara.

 

Bulan purnama diberikan nama dan sebutan sesuai dengan suasana musim tersebut.

"Warna pink atau merah muda melambangkan bunga phlox subulata yang berasal dari daerah Amerika Utara yang bermunculan di awal musim semi. Bulan muncul saat bunga bermekaran," tutur Agus.

Baca juga: Worm Moon hingga Pink Moon, Inilah Julukan Unik Purnama di Amerika

Selain itu, terdapat juga sebutan lain dari kebudayaan Amerika untuk bulan purnama di bulan April, yaitu berdasarkan hewan-hewan yang bermunculan ketika musim semi dimulai.

Misalnya, bulan ketika bebek kembali, bulan ketika angsa bertelur, dan bulan katak.

Agus menjelaskan, siklus supermoon purnama kira-kira setiap 1 tahun, 1 bulan, 18 hari.

Supermoon berikutnya akan ada lagi pada 26 Mei 2021 yang biasa disebut flower moon.

"Jadi tahun 2021 ini setelah April akan ada 2 supermoon lagi di Mei dan Juni. Yang Mei ini akan lebih dekat ke bumi dibanding supermoon April ini," kata Agus.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu Kembali Beroperasi, Simak Syaratnya

KA Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu Kembali Beroperasi, Simak Syaratnya

Regional
Talut Jalan Kutayasa Ambrol, Ini Hasil Tinjauan Dinas PUPR Banjarnegara

Talut Jalan Kutayasa Ambrol, Ini Hasil Tinjauan Dinas PUPR Banjarnegara

Regional
Ogah Bicara Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Niat Saya Bereskan Pandemi

Ogah Bicara Pilpres 2024, Ganjar Pranowo: Niat Saya Bereskan Pandemi

Regional
Beri Sembako hingga Uang kepada Warga yang Divaksin, Kapolda Papua: Agar Mereka Mau Datang...

Beri Sembako hingga Uang kepada Warga yang Divaksin, Kapolda Papua: Agar Mereka Mau Datang...

Regional
UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (2)

UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (2)

Regional
Seorang Pria di Bandung Berjam-jam Aniaya Istri hingga Tewas

Seorang Pria di Bandung Berjam-jam Aniaya Istri hingga Tewas

Regional
Pastikan Komitmen Pemerintah soal 1,2 Juta Dosis Vaksin, Gubernur NTB: 200.000 Dosis Sudah Dikirim

Pastikan Komitmen Pemerintah soal 1,2 Juta Dosis Vaksin, Gubernur NTB: 200.000 Dosis Sudah Dikirim

Regional
Gara-gara Banyak Utang, Pria Ini Tembak Bagian Kaki Temannya dengan Airsoft Gun

Gara-gara Banyak Utang, Pria Ini Tembak Bagian Kaki Temannya dengan Airsoft Gun

Regional
Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Selidiki Kematian Seorang Ibu Rumah Tangga di Malang

Diduga Korban Pembunuhan, Polisi Selidiki Kematian Seorang Ibu Rumah Tangga di Malang

Regional
UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (1)

UU Keistimewaan, Pintu Masuk Klaim Tanah oleh Keraton Yogyakarta (1)

Regional
Kandang Peternakan di Grobogan Terbakar, 20.000 Ayam Mati

Kandang Peternakan di Grobogan Terbakar, 20.000 Ayam Mati

Regional
Semua Daerah di Jatim Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Jangan Euforia, Pandemi Belum Usai

Semua Daerah di Jatim Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Jangan Euforia, Pandemi Belum Usai

Regional
Kantor Diskoperindag Tuban Kemalingan, Sebuah Laptop dan Ponsel Raib

Kantor Diskoperindag Tuban Kemalingan, Sebuah Laptop dan Ponsel Raib

Regional
Ditemukan Telantar di Pinggir Jalan dan Hamil Tua, ODGJ di Banyuwangi Ini Lahirkan Bayi Laki-laki

Ditemukan Telantar di Pinggir Jalan dan Hamil Tua, ODGJ di Banyuwangi Ini Lahirkan Bayi Laki-laki

Regional
MA Batalkan Vonis Bebas Pemerkosa Anak di Aceh

MA Batalkan Vonis Bebas Pemerkosa Anak di Aceh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.