Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Suami Bunuh Istri Siri karena Emosi Diminta Ceraikan Istri Keempat, Pelaku Ditangkap Bersama Istri Ketiga

Kompas.com - 28/04/2021, 16:33 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - JK (45) tega menghabisi istri sirinya bernama Reni alias Tukini karena emosi diminta menceraikan istri keempatnya.

JK adalah warga Jalan 12 Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Polisi berhasil menangkap JK bersama istri ketiganya di Kampung Binjai Nganggung, Kecamatan Bekri.

"Setelah melakukan pembunuhan, pelaku dan istri ketiganya bersembunyi di rumah kerabat JK di Kampung Binjai Ngagung, Kecamatan Bekri," kata Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Suami Bunuh Istri Siri dan Buang Jasad Korban ke Sumur, Pelaku Kabur Bersama Istri Ketiga

"Korban mengetahui jika pelaku yang berstatus suami sirinya ini ingin menikah lagi. Kemudian terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku di dalam mobil," terang Popon Ardianto Sunggoro dalam ekspose, Selasa (27/4/2021).

"Pelaku kesal karena korban meminta supaya pelaku jangan menikah lagi. Namun tidak digubris pelaku. Cekcok mulut terjadi di dalam mobil dari Way Kanan hingga ke Way Pengubuan," jelas Kapolres.

Baca juga: Suami Bunuh Istri yang Hamil, Tetangga Dengar Keributan, Jenazah Baru Dibuang Setelah Mulai Membusuk

Emosi karena diminta ceraikan istri keempat

Ilustrasi istri marah kepada suamiShutterstock.com Ilustrasi istri marah kepada suami
Reni adalah warga Kampung Gincing Lebak Peniangan, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Ia kemudian menikah siri dengan JK.

Saat gelar perkara di Mapolres Lampung Tengah, Selasa (27/4/2021), JK mengaku membunuh Reni karena emosi diminta untuk menceraikan istri keempatnya.

"Saya kesal karena dia (korban) meminta saya untuk menceraikan istri (keempat) yang baru saya nikahi," terang JK.

Mereka kemudian cekcok di dalam mobil dan saat tiba di flyover Kampung Banjar Ratu, JK keluar dari mobil. Ia lalu mengambil balok kayu lalu memukulkannya ke tubuh serta wajah korban.

Baca juga: Fakta Suami Bunuh Istri yang Hamil 5 Bulan, Janin Keluar Tak Bernyawa Saat Mayat Disimpan di Kamar Kos

"Emosi saya naik. Saya berhenti (menyetir mobil), turun di jalan lalu mengambil balok kayu yang saya simpan di bagian belakang mobil," ucapnya.

Ia lalu membawa mayat Reni ke Kampung Tanjung Ratu dan membuang mayat tersebut ke sumur di arela perkebunan singkong.

Setelah itu, JK bersembunyi di kediaman kakaknya di Kampung Binjai Ngagung, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah dengan membawa kendaraan mobil dan uang tunai milik korban.

Baca juga: Tragedi Suami Bunuh Istri di Surabaya, Korban Hamil 5 Bulan, Mayat Membusuk Dibungkus Kasur

Ingin kuasai harta korban

Ilustrasi marahThinkstockphotos.com Ilustrasi marah
Selain motif asmara, diduga pembunuhan tersebut terjadi karena JK ingin menguasai harta korban.

Dugaan tersebut muncul karena polisi menemukan mobil, perhiasan, surat tanah, dan uang tunai Rp 30 juta di persembunyian pelaku di Kecamatan Bekri.

Diduga barang-barang berharga tersebut adalah milik korban, Reni. Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Lampung Tengah, AKP Edy Qorinas.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bangka Belitung Rekrut 4.005 Pantarlih Pilkada, Ini Syarat dan Gajinya

Bangka Belitung Rekrut 4.005 Pantarlih Pilkada, Ini Syarat dan Gajinya

Regional
Pakar Ingatkan Peningkatan Suhu Global Bisa Perburuk Intensitas Bencana Alam di Indonesia

Pakar Ingatkan Peningkatan Suhu Global Bisa Perburuk Intensitas Bencana Alam di Indonesia

Regional
Pemkot Tangerang dan BPS Rencanakan 'Desa Cantik' di 104 Kelurahan

Pemkot Tangerang dan BPS Rencanakan "Desa Cantik" di 104 Kelurahan

Regional
Ada Kecelakaan Truk Kontainer Vs Truk Bak, Jalan Mijen Semarang Macet Parah

Ada Kecelakaan Truk Kontainer Vs Truk Bak, Jalan Mijen Semarang Macet Parah

Regional
Dukun Pengganda Uang Asal Lampung Tipu Warga OKI, Korban Rugi Rp 12 Juta

Dukun Pengganda Uang Asal Lampung Tipu Warga OKI, Korban Rugi Rp 12 Juta

Regional
KPU Ende Beri Santunan Kematian Rp 46 Juta kepada Petugas Pemilu 2024

KPU Ende Beri Santunan Kematian Rp 46 Juta kepada Petugas Pemilu 2024

Regional
Perempuan Residivis Spesialis Pencuri Ponsel Kembali Beraksi, Ditangkap di Ambarawa

Perempuan Residivis Spesialis Pencuri Ponsel Kembali Beraksi, Ditangkap di Ambarawa

Regional
Wacana Duet Kaesang dan Anies pada Pilkada Jakarta 2024, Gibran: Bagus

Wacana Duet Kaesang dan Anies pada Pilkada Jakarta 2024, Gibran: Bagus

Regional
PPDB SMP di Padang Dimulai, Ini Imbauan untuk Orangtua Siswa

PPDB SMP di Padang Dimulai, Ini Imbauan untuk Orangtua Siswa

Regional
Dorong Ekonomi Kreatif HST, Bupati Aulia Resmikan Galeri Dekranasda

Dorong Ekonomi Kreatif HST, Bupati Aulia Resmikan Galeri Dekranasda

Regional
Dana Bantuan PIP di Sikka Bermasalah, BRI Maumere: Sudah Klarifikasi

Dana Bantuan PIP di Sikka Bermasalah, BRI Maumere: Sudah Klarifikasi

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 13 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Kamis 13 Juni 2024, dan Besok : Siang ini Berawan

Regional
Tinjau Sekolah Lansia, Bupati Ipuk: Ini Penting untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Tinjau Sekolah Lansia, Bupati Ipuk: Ini Penting untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia

Kilas Daerah
Libur Panjang Idul Adha, KAI Tambah Ribuan Tempat Duduk Kereta Keberangkatan Daop 5 Purwokerto

Libur Panjang Idul Adha, KAI Tambah Ribuan Tempat Duduk Kereta Keberangkatan Daop 5 Purwokerto

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 13 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Kamis 13 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Cerah Berawan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com