Menelusuri Jejak Batik Patroon Ambarawa yang Hilang, Sempat Jaya di Tahun 1920-an

Kompas.com - 28/04/2021, 09:21 WIB
Proses pembuatan batik patroon Ambarawa di rumah produksi. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAProses pembuatan batik patroon Ambarawa di rumah produksi.

"Sempat dalam forum diskusi, ada yang menyampaikan mengenai orangtuanya pada 1965-an berbisnis batik, tapi ini masih kami telusuri lagi," kata Derry.

Sementara Mahfud Fauzi mengungkapkan ciri khas batik patroon Ambarawa adalah persilangan antara akulturasi budaya Solo, Yogya, dan pantura.

"Dengan motif yang spesifik berupa gambar wayang," jelasnya.

Baca juga: Putra Sebatik Kaltara Juarai Kontes Shalawat Nabi di Mesir, Sisihkan Peserta Timur Tengah, Selalu Pakai Batik

Ambarawa pada era perjuangan, lanjutnya, termasuk daerah penting. Akhirnya Ambarawa tumbuh menjadi daerah industri.

"Muncul juga industri batik yang merupakan kombinasi Solo, Yogya, dan pesisir ditambah pengaruh Tionghoa. Ini ditandai dengan adanya motif Lochan, ada burung phoenix versi lokal dan lung-lungan yang tajam," ungkapnya.

Sebagai daerah yang berada di lereng Gunung Ungaran, lanjutnya, ada nama kampung Patoman di Ambarawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Patoman itu nama lain indigofera, pewarna alam pembentuk warna biru. Banyak tumbuh di perkebunan," kata Mahfud.

Baginya, ini merupakan petunjuk bahwa Ambarawa termasuk sentra batik.

Dari pengarsipan yang tersimpan di Tropenmuseum dan Museum Leiden Belanda, diketahui dalam dokumen tersebut tertulis tahun 1867.

"Jika dokumennya saja tertulis tahun 1867, tentu sejarah batik Ambarawa lebih lama daripada itu. Sedikit demi sedikit sejarah batik patroon Ambarawa mulai terbuka," jelas Mahfud.

Saat ini, ungkap Mahfud, didirikan Komunitas Batik Patroon 1867 Ambarawa. Selain untuk membuka sejarah mengenai batik itu sendiri, juga sebagai upaya pelestarian.

"Kami melakukan produksi batik patroon Ambarawa untuk pengenalan kepada generasi penerus," paparnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teka-teki Sumber Mata Air Sendang Kuncen yang Ditelusuri BPCB Jatim, Disebut sebagai Tempat Prabu Brawijaya Membuat Keris

Teka-teki Sumber Mata Air Sendang Kuncen yang Ditelusuri BPCB Jatim, Disebut sebagai Tempat Prabu Brawijaya Membuat Keris

Regional
Surat Brigjen TNI soal Penangkapan Warga Buta Huruf Viral, Ini Kata Polda Sulut dan Kodam Merdeka

Surat Brigjen TNI soal Penangkapan Warga Buta Huruf Viral, Ini Kata Polda Sulut dan Kodam Merdeka

Regional
Sempat Kram Perut dan Jatuh Pingsan, Pendaki Gunung Lawu Meninggal

Sempat Kram Perut dan Jatuh Pingsan, Pendaki Gunung Lawu Meninggal

Regional
Ini Dugaan Penyebab 90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Terpapar Covid-19

Ini Dugaan Penyebab 90 Siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga Terpapar Covid-19

Regional
Cerita Polisi Ungkap Kasus Tabrak Lari dalam 5 Jam di Blitar, Temukan Bekas Benturan pada Truk Pengangkut Pasir

Cerita Polisi Ungkap Kasus Tabrak Lari dalam 5 Jam di Blitar, Temukan Bekas Benturan pada Truk Pengangkut Pasir

Regional
Diminta Segera Kosongkan Kantor oleh Akademi TNI, Pemkot Magelang Tunggu Instruksi Presiden

Diminta Segera Kosongkan Kantor oleh Akademi TNI, Pemkot Magelang Tunggu Instruksi Presiden

Regional
Cerita Satria, Tinggalkan 80 Ular Piton Koleksinya demi Selamatkan Anak Istri dari Kebakaran, Merugi Rp 1 Miliar

Cerita Satria, Tinggalkan 80 Ular Piton Koleksinya demi Selamatkan Anak Istri dari Kebakaran, Merugi Rp 1 Miliar

Regional
Ratusan Siswa di Purbalingga Positif Covid-19, Uji Coba PTM Dihentikan

Ratusan Siswa di Purbalingga Positif Covid-19, Uji Coba PTM Dihentikan

Regional
Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Musda Golkar Luwu Timur Ricuh, Peserta Lempar Piring dan Banting Meja

Regional
Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Bantul Diduga Berjenis Kelamin Laki-laki

Regional
21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

21 Formasi CPNS Pemkot Salatiga Sepi Peminat

Regional
Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Usaha Pemprov NTB Genjot Vaksinasi Covid-19 Terkendala, Wagub NTB: Kami Lagi Krisis Vaksin...

Regional
Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Kabupaten Bogor Bawa 83 Atlet PON XX Papua, Bupati Janjikan Hadiah

Regional
Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Bupati Kampar Janji Bangun GOR di Kampung Leani, Peraih Medali Emas Paralimpiade

Regional
90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

90 Siswa SMPN 4 Mrebet Positif Covid-19, Bupati Purbalingga: Hampir Semuanya OTG

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.