Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Kopiah Desa Kediri, Laku di Dalam Negeri, Terkenal hingga Arab Saudi

Kompas.com - 26/04/2021, 07:50 WIB
Idham Khalid,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

LOMBOK BARAT, KOMPAS.com - Kopiah merupakan sebuah penutup kepala yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Kopiah yang juga disebut peci, biasa digunakan seorang muslim saat shalat, baik di rumah atau di masjid.

Namun, tak jarang juga muslim mengenakan kopiah dalam aktivitas sehari-hari hingga acara formal.

Di Desa Kediri, Lombok Barat, NTB, berdiri sebuah industri kecil menengah (IKM) yang memproduksi kopiah sejak 1973. Produksi itu sudah lumayan terkenal, baik di dalam negeri atau internasional.

Suara mesin jahit terdengar jelas saat memasuki sebuah bengkel tempat produksi kopiah di Desa Kediri milik Ahmad Zaki (48).

Memasuki bengkel tempat Zaki, terlihat beberapa mesin jahit, dan seorang pria sedang membordir kopiah.

Baca juga: Foto Viral Dokumen Nikah Ustaz Abdul Somad dan Perempuan Asal Jombang, Pernikahan Digelar Mei

Ahmad Zaki meneruskan usaha almarhum bapaknya yang merupakan perintis perajin kopiah pertama di Desa Kediri.

"Usaha kopiah ini berdiri awal tahun 73-an diinisiasi oleh ayah saya almarhum Haji Syamsi, beliau yang pertama di Desa Kediri ini, bahkan kita bisa bilang pertama di Lombok ini," kata Zaki ditemui rumahnya, Minggu (25/4/2021).

suasana produksi kopiah Kediri, Lombok BaratKOMPAS.COM/IDHAM KHALID suasana produksi kopiah Kediri, Lombok Barat

Menurut Zaki, latar belakang usaha kopiah ini bermula ketika orangtuanya melihat banyaknya umat muslim di Desa Kediri yang dikenal sebagai desa santri.

Desa Kediri kini menjadi salah satu pusat kota santri di NTB.

"Saya kira alasannya sederhana kenapa memilih usaha kopiah, karena ini kan menjadi kebutuhan hampir semua orang muslim," kata Zaki.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Terekam CCTV, Pengendara Motor di Purwakarta Terlindas Truk Saat Ditilang Polisi

Terekam CCTV, Pengendara Motor di Purwakarta Terlindas Truk Saat Ditilang Polisi

Regional
Cerita Tambal Ban di Pamekasan Bisa Naik Haji, Daftar dari 2011

Cerita Tambal Ban di Pamekasan Bisa Naik Haji, Daftar dari 2011

Regional
Rem Panas, Truk Tronton di Cilacap Nyaris Terbakar

Rem Panas, Truk Tronton di Cilacap Nyaris Terbakar

Regional
Kesaksian Kernet Bus Rombongan 'Study Tour' di OKI, Sopir Banting Setir hingga Terbalik

Kesaksian Kernet Bus Rombongan "Study Tour" di OKI, Sopir Banting Setir hingga Terbalik

Regional
Kedapatan Bawa Sabu-sabu, 2 Mahasiswa di Ambon Ditangkap Polisi

Kedapatan Bawa Sabu-sabu, 2 Mahasiswa di Ambon Ditangkap Polisi

Regional
Tahap I Selesai, Bupati Jekek: Revitalisasi Wisata Waduk Gajah Mungkur Dilanjutkan ke Tahap II

Tahap I Selesai, Bupati Jekek: Revitalisasi Wisata Waduk Gajah Mungkur Dilanjutkan ke Tahap II

Regional
Gara-gara Mabuk Miras, Kakak Bacok Adik Pakai Parang di NTT

Gara-gara Mabuk Miras, Kakak Bacok Adik Pakai Parang di NTT

Regional
Pria di Gresik Mendadak Tewas Usai Berkencan dengan PSK, Diketahui Konsumsi Obat Kuat

Pria di Gresik Mendadak Tewas Usai Berkencan dengan PSK, Diketahui Konsumsi Obat Kuat

Regional
Pendaki Asal Surabaya yang Hilang di Gunung Kerinci Ditemukan Selamat

Pendaki Asal Surabaya yang Hilang di Gunung Kerinci Ditemukan Selamat

Regional
Bus Rombongan 'Study Tour' Tabrak Truk di OKI, Sopir Melarikan Diri

Bus Rombongan "Study Tour" Tabrak Truk di OKI, Sopir Melarikan Diri

Regional
Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, Api Berasal dari Unit Distilasi Minyak Mentah

Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan, Api Berasal dari Unit Distilasi Minyak Mentah

Regional
Anak yang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap Ditemukan Tewas

Anak yang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap Ditemukan Tewas

Regional
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Kilang Pertamina Balikpapan

Regional
Cari Rumput, Pria di Ambarawa Temukan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Panjang

Cari Rumput, Pria di Ambarawa Temukan Mayat Tanpa Identitas di Sungai Panjang

Regional
15 Nama Ikuti Penjaringan Pilkada di PKB Brebes, Hanya Satu Kader Internal

15 Nama Ikuti Penjaringan Pilkada di PKB Brebes, Hanya Satu Kader Internal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com