Serang Polisi, Tersangka Kasus Pelecehan Seksual Tewas Ditembak di Mapolres Polman

Kompas.com - 25/04/2021, 15:45 WIB
Polres Polewali Mandar, lokasi penembakan tersangka kasus pelecehan seksual yang hendak menikam polisi, Jumat (23/4/2021). KOMPAS.COM/JUNAEDIPolres Polewali Mandar, lokasi penembakan tersangka kasus pelecehan seksual yang hendak menikam polisi, Jumat (23/4/2021).

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com– Azis, tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tewas ditembak.

Tembakan dilepaskan karena Azis coba melarikan diri dan menyerang polisi dengan badik.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Polewali Mandar AKBP Ardi Sutrisno mengatakan, kejadian itu terjadi pada Jumat (23/4/2021).

Azis disebut mulai mengamuk dan menyerang polisi setelah diinterogasi.

"Tidak ada kecurigaan apa pun polisi berencana menyerang polisi, soalnya tersangka datang menyerahkan diri," kata Ardi Sutriono saat dihubungi, Minggu (25/4/2021).

Baca juga: Melawan Saat Ditangkap, Seorang Residivis Tewas Ditembak Polisi

Azis datang ke kantor polisi bersama Kepala Desa Tandasura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setiba di Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Polewali Mandar, Azis menjalani interogasi oleh dua polisi.

Saat diperiksa, Azis mengaku telah mengancam korbannya dengan badik. Polisi kemudian memintanya menunjukkan tempat penyimpan senjata tajam itu.

Polres Polewali Mandar, lokasi penembakan tersangka kasus pelecehan seksual yang hendak menikam polisi, Jumat (23/4/2021).KOMPAS.COM/JUNAEDI Polres Polewali Mandar, lokasi penembakan tersangka kasus pelecehan seksual yang hendak menikam polisi, Jumat (23/4/2021).

Azis mengaku badik yang digunakan mengancam korbannya disimpan dalam bagasi sepeda motornya.

Saat salah satu polisi hendak mengambil badik tersebut, tersangka kasus pelecehan itu meminta izin ingin membuang air kecil, tapi tidak diizinkan.

Baca juga: Kabur Saat Disergap BNN, Pengedar 89 Kilogram Sabu Tewas Ditembak, Ini Kronologinya

Azis pun keluar dari ruang pemeriksaan tanpa izin polisi. Dia kemudian mengeluarkan badik yang terselip di pinggangnya.

Merasa terancam, dua polisi yang memeriksa lari menghindar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Mulai Selidiki Laporan Raibnya Deposito Rp 20,1 Miliar di Makassar

Polisi Mulai Selidiki Laporan Raibnya Deposito Rp 20,1 Miliar di Makassar

Regional
Pos Penyekatan Suramadu Diserang Pakai Petasan, Polisi Sebut Pelakunya Mayoritas Anak di Bawah Umur

Pos Penyekatan Suramadu Diserang Pakai Petasan, Polisi Sebut Pelakunya Mayoritas Anak di Bawah Umur

Regional
Ridwan Kamil Keberatan Jika Jabar Berlakukan PSBB Lagi

Ridwan Kamil Keberatan Jika Jabar Berlakukan PSBB Lagi

Regional
900 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan oleh Pemprov Jatim, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

900 Tempat Tidur Tambahan Disiapkan oleh Pemprov Jatim, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Regional
Banten Darurat Covid-19, Bupati Lebak Minta Keluarga Beda Rumah Tidak Kumpul-kumpul

Banten Darurat Covid-19, Bupati Lebak Minta Keluarga Beda Rumah Tidak Kumpul-kumpul

Regional
Berawal dari Acara Pernikahan, 10 Warga Kabupaten Semarang Tertular Covid-19

Berawal dari Acara Pernikahan, 10 Warga Kabupaten Semarang Tertular Covid-19

Regional
Selain Tutup Sekolah, Gibran Minta Siswa yang Diduga Rusak Makam untuk Dibina

Selain Tutup Sekolah, Gibran Minta Siswa yang Diduga Rusak Makam untuk Dibina

Regional
Kisah Keluarga Hanya Punya Satu Baju Layak Pakai, Bergantian Digunakan jika Kedatangan Tamu

Kisah Keluarga Hanya Punya Satu Baju Layak Pakai, Bergantian Digunakan jika Kedatangan Tamu

Regional
Terekam CCTV, Komplotan Pencuri Gasak 30 Ponsel di Toko, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Terekam CCTV, Komplotan Pencuri Gasak 30 Ponsel di Toko, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 Terus Berdatangan hingga Liang Lahad Habis

Jenazah Pasien Covid-19 Terus Berdatangan hingga Liang Lahad Habis

Regional
Pemprov Jatim Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 8 Desa di Bangkalan

Pemprov Jatim Berlakukan Pengetatan PPKM Mikro di 8 Desa di Bangkalan

Regional
Kronologi Mantan Pembantu Curi Uang dan Emas Senilai Rp 300 Juta Milik Majikannya WN Inggris, Pelaku Ditangkap

Kronologi Mantan Pembantu Curi Uang dan Emas Senilai Rp 300 Juta Milik Majikannya WN Inggris, Pelaku Ditangkap

Regional
Bupati Madiun Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Relawan, Tugasnya Sosialisasi Prokes kepada Warga

Bupati Madiun Ajak Penyintas Covid-19 Jadi Relawan, Tugasnya Sosialisasi Prokes kepada Warga

Regional
Tawarkan Jasa di Media Sosial, Komplotan Pembuat Ijazah Palsu Diringkus Polisi

Tawarkan Jasa di Media Sosial, Komplotan Pembuat Ijazah Palsu Diringkus Polisi

Regional
Pria di Gunungkidul Meninggal Usai Injak Kabel Saat Tenangkan Sapi Ngamuk

Pria di Gunungkidul Meninggal Usai Injak Kabel Saat Tenangkan Sapi Ngamuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X