Cerita di Balik Video Viral Rencana Gubernur Kaltim ke Langit Ketujuh

Kompas.com - 25/04/2021, 10:33 WIB
Tangkapan layar video viral Gubernur Kaltim, Isran Noor yang menyebut dirinya rencana ke langit ke tujuh, Rabu (21/4/2021) di Balikpapan, Kaltim. IstimewaTangkapan layar video viral Gubernur Kaltim, Isran Noor yang menyebut dirinya rencana ke langit ke tujuh, Rabu (21/4/2021) di Balikpapan, Kaltim.

SAMARINDA, KOMPAS.com- Sebuah potongan video pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor membuat heboh jagat maya tiga hari belakangan.

Isran menyebut punya rencana ke langit tujuh. Potongan videonya itu tersebar luas di media sosial hingga viral.

Video itu diambil pada Rabu (21/4/2021), saat Isran menghadiri rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Balikpapan.

Baca juga: Serap Aspirasi Masyarakat Sekitar Ibu Kota Baru, Gubernur Kaltim: Mereka Kecewa kalau Tidak Jadi

Usai rapat, Isran diwawancara sejumlah awak media.

Ia mengenakan kemeja putih didampingi Kapolda Kaltim Irjen Herry Rudolf Nahak dan Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK.

Saat sesi wawancara, Isran diminta menanggapi rencana Pemkot Balikpapan membuka pembelajaran tatap muka di sekolah pada Juli mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya itu kan rencana, saya ada rencana juga mau ke langit ke tujuh. Ada rencana saya, rencana bisa, boleh saja," jawab Isran membuat suasana pecah tawa.

Kapolda dan Ketua DPRD Kaltim juga terpincut tawa.

Lalu apa yang dimaksud Isran?

Isran sepertinya tidak sejalan dengan rencana Mendikbud Nadiem Makarim, yang membuka belajar tatap muka secara nasional Juli 2021, diterapkan di Kaltim.

Baca juga: Gubernur Kaltim Izinkan Warganya Mudik Lokal, tapi...

Dua hari sebelumnya, Isran meminta agar sekolah-sekolah di Kaltim menahan diri membuka pembelajaran tatap muka.

Mengingat kasus Covid-19 di Kaltim belum benar-benar mereda.

Laporan harian Satgas Covid-19 Kaltim, per hari ada penambahan kasus positif di atas 100 kasus. Isran tidak mau ambil risiko.

"Jadi, saya minta di Kaltim jangan dulu melakukan tatap muka. Sampai kondisinya betul-betul aman," ungkap Isran seperti dikutip dari keterangan pers Humas Setprov Kaltim, Senin (19/4/2021).

Isran juga berusaha meyakinkan para orangtua murid, agar tak perlu khawatir dengan pelajaran anaknya tertinggal selama belajar daring.

"Selama pandemi Covid-19 ini saya minta jangan dulu lakukan aktivitas tatap muka. Karena, kita harus pentingkan kesehatan. Kesehatan adalah yang utama," tegas Isran.

Isran berpendapat pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah yang diberlakukan secara nasional, perlu disesuaikan kondisi daerah masing-masing.

"Jangan sampai kita merasa melandai, kita jor-joran, jangan sampai ya. Parah, susah kita nantinya," Isran mengingatkan.

Baca juga: Gubernur Kaltim Larang Belajar Tatap Muka di Sekolah: Kita Harus Pentingkan Kesehatan

Meski demikian, Isran juga membuka peluang belajar tatap muka di sekolah di Kaltim, asal Juli mendatang kasus Covid-19 terus melandai.

"Saya masih evaluasi bersama instansi terkait. Kalau kondisinya seperti ini dan terus melandai, mungkin saja bisa tatap muka. Dan ini harus benar-benar dijaga. Kita evaluasi setiap saat," kata Isran.

Terlepas dari semua rencana itu, Isran mengapresiasi para guru yang tetap semangat dan Mendikbud Nadiem Makarim, yang belum lama ini berkunjung ke Balikpapan dalam program vaksinasi guru.

"Saya dan kita semua apresiasi semangat sekolah juga para guru. Bahkan, Pak Menteri sendiri datang dan menyaksikan vaksinasi massal guru di Balikpapan, termasuk daerah lainnya," sebut Isran.

Kadis Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi mengaku siap mengikuti arahan Gubernur Kaltim.

Baca juga: Gubernur Kaltim Mengaku Ditelepon Jokowi Usai Sebut Presiden Masuk Surga

Akhir Maret 2021 lalu, Nadiem Makarim meminta semua sekolah di Indonesia, harus sudah membuka belajar tatap muka pada Juli 2021.

Namun, sebelum dibuka, para tenaga pengajar terlebih dahulu mendapat vaksinasi.

Setiap sekolah yang membuka belajar tatap muka, kata Nadiem, wajib memenuhi daftar periksa dan menerapkan protokol kesehatan.

"Itu sesuai keputusan SKB 4 Menteri," ucap Nadiem secara daring seperti dikutip Kompas.com, pada Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Gubernur Kaltim: Kami Tiap Tahun Impor Beras, tapi dari Jawa, Sulawesi, dan Kalsel

Karena rencana tersebut, beberapa daerah di Kaltim telah melakukan persiapan membuka belajar tatap muka di sekolah, Juli mendatang.

Salah satunya Balikpapan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya saat ini telah memiliki skema persiapan menyambut rencana pembelajaran tatap muka, Juli 2021.

Misalnya, mengebut vaksinasi guru, simulasi pembatasan jumlah siswa maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan, juga jangkauan terdekat dengan fasilitas kesehatan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Tak Kunjung Mereda, Gubernur Kaltim Perpanjang PPKM Mikro

Persiapan lain, Pemkot Balikpapan juga memberikan bantuan wastafel kepada 50 Sekolah Dasar (SD) dan 25 SMP baik negeri maupun swasta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Kendaraan Kredit, Seorang Anak Tega Aniaya Ayahnya, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi

Gara-gara Kendaraan Kredit, Seorang Anak Tega Aniaya Ayahnya, Pelaku Langsung Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Cabuli Beberapa Wanita, ASN Sekaligus Pengajar Agama di Gunungkidul Jadi Tersangka

Diduga Cabuli Beberapa Wanita, ASN Sekaligus Pengajar Agama di Gunungkidul Jadi Tersangka

Regional
Tersisa 3 Pasien Covid-19 di Tempat Isoter Kota Blitar, Terendah Sejak Awal Agustus

Tersisa 3 Pasien Covid-19 di Tempat Isoter Kota Blitar, Terendah Sejak Awal Agustus

Regional
Satgas Madago Raya Buru 2 DPO Teroris Poso yang Melintas di Pegunungan Parigi Moutong

Satgas Madago Raya Buru 2 DPO Teroris Poso yang Melintas di Pegunungan Parigi Moutong

Regional
Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Berawal Truk Tangki Kimia Pecan Ban, 1 Tewas, 28 Luka-luka

Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang-Merak, Berawal Truk Tangki Kimia Pecan Ban, 1 Tewas, 28 Luka-luka

Regional
Viral, Video Truk Sawit Terjebak Banjir di Tengah Sungai, Sopir dan Kernet Selamat

Viral, Video Truk Sawit Terjebak Banjir di Tengah Sungai, Sopir dan Kernet Selamat

Regional
6 Siswa SDN Gendongan 1 Salatiga Sembuh dari Covid-19, PTM Terbatas Dimulai Lagi

6 Siswa SDN Gendongan 1 Salatiga Sembuh dari Covid-19, PTM Terbatas Dimulai Lagi

Regional
Vaksinasi Jemput Bola di Kalbar: Sasar Tempat Ngumpul Anak Muda, Warkop dan Komplek Perumahan

Vaksinasi Jemput Bola di Kalbar: Sasar Tempat Ngumpul Anak Muda, Warkop dan Komplek Perumahan

Regional
Wagub Lampung Kena Teror 2 Pinjol, gara-gara Nomor Ponselnya Dijadikan Penanggungjawab

Wagub Lampung Kena Teror 2 Pinjol, gara-gara Nomor Ponselnya Dijadikan Penanggungjawab

Regional
Tersangka Pinjol Ilegal Sleman Bertambah, Kini Jadi Tujuh Orang

Tersangka Pinjol Ilegal Sleman Bertambah, Kini Jadi Tujuh Orang

Regional
Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Polisi Ungkap Peran 7 Tersangka Pinjol Ilegal yang Digerebek di Yogyakarta

Regional
Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun Terjadi di Ogan Ilir, Pelaku Hampir Diamuk Massa

Ayah Cabuli Anak Tiri Selama 2 Tahun Terjadi di Ogan Ilir, Pelaku Hampir Diamuk Massa

Regional
Wisata Kampung Kerapu, Sajian Potensi Budidaya Ikan dan Panorama Alam

Wisata Kampung Kerapu, Sajian Potensi Budidaya Ikan dan Panorama Alam

Regional
Mentan Minta Badan Karantina Perketat Produk Pertanian yang Masuk ke Indonesia

Mentan Minta Badan Karantina Perketat Produk Pertanian yang Masuk ke Indonesia

Regional
KRI Tawau Beri Bantuan Hukum kepada TKW Asal Sulbar yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

KRI Tawau Beri Bantuan Hukum kepada TKW Asal Sulbar yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.