Perbatasan Jambi-Sumsel Dijaga Ketat, Pengendara yang Ingin Lewat Harus Miliki Dokumen Ini...

Kompas.com - 24/04/2021, 22:20 WIB
Petugas saat mengambil sampel rapid tes antigen para pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat antigen yang masih berlaku di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan Suwandi/KOMPAS.comPetugas saat mengambil sampel rapid tes antigen para pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat antigen yang masih berlaku di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan

JAMBI, KOMPAS.com - Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Jambi melakukan pengetatan di perbatasan Jambi-Sumatera Selatan (Sumsel) selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Dalam operasi itu, sejumlah kendaraan roda empat dengan nomor polisi luar Jambi diberhentikan dan diperiksa.

Pemeriksaan fokus pada surat hasil rapid test yang masih berlaku. Bagi yang memilikinya, diizinkan melanjutkan perjalanan.

Namun untuk pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat, langsung dilakukan tes antigen secara acak.

Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Heru Sutopo mengatakan, setiap pelaku perjalanan yang tidak dapat menunjukan surat hasil rapid test, langsung menjalani tes antigen di lokasi.

Baca juga: Oksigen KRI Nanggala-402 Tahan 5 Hari jika Listrik Menyala, KSAL: Saya Duga Kapal Tidak Blackout

"Kita mau memastikan pengendara yang masuk Jambi, memang bebas dari paparan Covid-19," kata Heru Sabtu (24/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, pengendara yang membawa surat rapid tes yang berlaku 1×24 jam, baik dari kota asal seperti Jakarta atau Palembang, diizinkan lewat.

Dalam operasi yang memeriksa puluhan mobil ini, pihaknya belum mendapati pengendara yang positif Corona.

"Apabila ada yang positif kita lakukan isolasi dan kita serahkan kepada gugus tugas," katanya.

Sementara itu, salah satu sopir bus pariwisata, Rudi Candra mengatakan, selama perjalanan dari Lampung menuju Pekanbaru, dirinya tak menemui pemeriksaan surat keterangan rapid test antigen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Merapi Luncurkan Tiga Kali Awan Panas Guguran, 4 Desa di Sleman Diguyur Hujan Abu

Gunung Merapi Luncurkan Tiga Kali Awan Panas Guguran, 4 Desa di Sleman Diguyur Hujan Abu

Regional
KKB di Yahukimo Menyandera 4 Warga Usai Serang Pekerja Bangunan

KKB di Yahukimo Menyandera 4 Warga Usai Serang Pekerja Bangunan

Regional
Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas, Meluncur Sejauh 3.000 Meter

Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas, Meluncur Sejauh 3.000 Meter

Regional
Darurat Covid-19, Kafe di Karawang Malah Bikin Pesta, Pintu Digembok, Lampu Luar Dimatikan

Darurat Covid-19, Kafe di Karawang Malah Bikin Pesta, Pintu Digembok, Lampu Luar Dimatikan

Regional
Ganjar Pranowo Serukan Gerakan 'Eling lan Ngelingke' Saat Berkunjung ke Blora

Ganjar Pranowo Serukan Gerakan "Eling lan Ngelingke" Saat Berkunjung ke Blora

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda Lembata NTT Tutup Akses Transportasi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda Lembata NTT Tutup Akses Transportasi

Regional
Tak Bisa Tampil, Pekerja Seni Jombang Ada yang Banting Setir Jadi Kuli, Berharap Kelonggaran

Tak Bisa Tampil, Pekerja Seni Jombang Ada yang Banting Setir Jadi Kuli, Berharap Kelonggaran

Regional
KKB Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo, Polisi: Kelompok Pimpinan Tendius Gwijangge

KKB Tewaskan Pekerja Bangunan di Yahukimo, Polisi: Kelompok Pimpinan Tendius Gwijangge

Regional
6 Tahun Jadi Buron Kasus Pembunuhan, JN Ditangkap Saat Temani Anak Sekolah, Ini Kronologinya

6 Tahun Jadi Buron Kasus Pembunuhan, JN Ditangkap Saat Temani Anak Sekolah, Ini Kronologinya

Regional
Putusan MA Keluar, Ayah Pemerkosa Anak di Aceh Akhirnya Dihukum 200 Bulan

Putusan MA Keluar, Ayah Pemerkosa Anak di Aceh Akhirnya Dihukum 200 Bulan

Regional
Unik, Ikut Vaksinasi Covid-19 Bisa Dapat Hadiah Kambing, Ini Ceritanya

Unik, Ikut Vaksinasi Covid-19 Bisa Dapat Hadiah Kambing, Ini Ceritanya

Regional
Wagub Babel: Waspada Perkawinan Dini, Ada Anak 10 Tahun Menikah, Punya Anak...

Wagub Babel: Waspada Perkawinan Dini, Ada Anak 10 Tahun Menikah, Punya Anak...

Regional
Cerita di Balik Unggahan Viral Saung Angklung Udjo Lelang Alat Musik

Cerita di Balik Unggahan Viral Saung Angklung Udjo Lelang Alat Musik

Regional
Selundupkan 40 Ton Kulit Sapi dari Timor Leste, Sebuah Kapal Diamankan

Selundupkan 40 Ton Kulit Sapi dari Timor Leste, Sebuah Kapal Diamankan

Regional
Karawang Darurat Covid Malah Ada Kafe Bikin Pesta Ultah, Bupati Cellica Geram: Mereka Tidak Menghargai Nakes

Karawang Darurat Covid Malah Ada Kafe Bikin Pesta Ultah, Bupati Cellica Geram: Mereka Tidak Menghargai Nakes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X