2 Bulan Menjabat Wali Kota Medan, Bobby Nasution Copot Para Pejabatnya, Siapa Saja?

Kompas.com - 24/04/2021, 13:49 WIB

KOMPAS.com - Dua bulan menjabat Wali Kota Medan, Bobby Nasution kini telah mencopot tiga orang pejabat di Kota Medan.

Pencopotan dilakukan karena sejumlah persoalan, yakni dugaan pungutan liar (pungli) hingga kinerja yang dinilai lambat.

Baca juga: Wali Kota Bobby Copot Kadis Kesehatan Medan gara-gara Lambat Tangani Covid-19, padahal Sudah Diingatkan Berkali-kali

Kepala dinas kesehatan

Ilustrasi Covid-19Shutterstock/Petovarga Ilustrasi Covid-19
Pemecatan Kepala Dinas Kesehatan Medan Edwin diketahui pada Jumat (23/4/2021).

Bobby menjelaskan bahwa penanganan Covid-19 menjadi prioritas utama Pemkot Medan.

Namun kinerja Edwin dianggap lambat sehingga perlu diganti dengan sosok yang lebih tangkas.

"Sudah diingatkan berkali-kali soal Covid-19 ini, jadi program utama kita untuk segera diselesaikan. Sejak awal saya dilantik, masalah kesehatan sudah jadi persoalan yang menumpuk," kata Bobby, Jumat.

"Sudah bolak-balik minta Dinkes Medan melakukan pendataan dan penanganan yang baik, tapi kinerja mereka tak kunjung memuaskan. Jadi ini untuk percepatan kita saja agar persoalan kesehatan, terutama Covid-19 lekas diatasi," lanjut Bobby.

Untuk sementara, jabatan kepala dinas kesehatan diisi oleh Wakil Direktur RSUD Pirngadi Medan, Syamsul Nasution sebagai pelaksana tugas.

Baca juga: Lurah yang Dicopot Bobby Nasution karena Pungli: Kalau Dikasih Saya Terima, Kalau Enggak, Ya Sudah

 

Wali Kota Medan Bobby Nasution mencopot Lurah Sidorame Timur Hermanto dan Kepala Seksi Pembangunan Dina Simanjuntak dari jabatannya karena terindikasi melakukan pungli, Jumat (23/4/2021)KOMPAS.com/ MEI LEANDHA Wali Kota Medan Bobby Nasution mencopot Lurah Sidorame Timur Hermanto dan Kepala Seksi Pembangunan Dina Simanjuntak dari jabatannya karena terindikasi melakukan pungli, Jumat (23/4/2021)
Lurah Sidorame Timur

Bobby juga mencopot Lurah Sidorame Timur Hermanto.

Pencopotan Lurah Sidorame Timur dilakukan setelah adanya laporan masyarakat.

Hermanto dilaporkan melakukan pungutan liar (pungli).

Bobby kemudian terjun langsung mendatangi kelurahan tersebut dan mengklarifikasinya kepada Hermawan.

Saat diklarifikasi Bobby, Hermanto mengatakan tidak pernah melakukan pungli.

Atas laporan masyarakat yang mengaku dimintai uang Rp 100.000, Hermanto lalu menjawab bahwa dirinya tidak pernah mematok harga.

Baca juga: Copot Lurah Sidorame Timur gegara Pungli, Wali Kota Bobby: Sudah, Bapak Jangan Jadi Lurah Lagi...

Namun dia mengakui menerima uang dari masyarakat tanpa adanya paksaan.

“Maaf ya Pak, saya tidak pernah minta sampai segitu, seikhlasnya. Jujur pak, kalau dikasih saya terima dan kalau nggak dikasih, ya sudah. Tidak ada saya patok-patok, Pak. Selama ini masyarakat banyak yang terima kasih saja dan saya tidak ada masalah. Sama kepling saya ini juga, kalau pun tidak dikasih, saya tidak ada masalah,” kata Hermanto kepada Bobby seperti dikutip dari Tribun Medan, Jumat (24/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Bobby menunjukkan video kiriman masyarakat sebagai bukti tindakan pungli.

Bobby pun menyayangkan tindakan tersebut, apalagi di masa pandemi banyak warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

"Bapak dan ibu jangan begitulah, masyarakat sekarang sudah susah, mengapa harus dimintai uangnya lagi. Pantas saja kalau begini program kita tidak berjalan. Kantor bapak ini dekat dengan Polrestabes Medan, apa bapak nggak takut?” ujarnya.

Baca juga: Lurah yang Dicopot Bantah Lakukan Pungli, Bobby: Tidak Ngaku, Ini Saya Ada Rekamannya

 

Wali Kota Nasution saat menyindik dan mencopot jabatan Lurah Sidorame Timur Hermanto dan Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Dinas Simanjuntak di Kantor Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Jumat (23/4/2021).Dok. Humas Pemerintah Kota Medan Wali Kota Nasution saat menyindik dan mencopot jabatan Lurah Sidorame Timur Hermanto dan Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Dinas Simanjuntak di Kantor Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, pada Jumat (23/4/2021).
Kasi Pembangunan Kelurahan Sidorame Timur

Selain Lurah Sidorame Timur Hermanto, Bobby juga mencopot Kasi Pembangunan kelurahan tersebut, Dina Simanjuntak.

Hermanto dan Dina dianggap sama-sama melakukan praktik pungli.

Saat itu juga Bobby meminta agar badan kepegawaian segera ditelepon untuk mengurus pencopotan Hermanto dan Dina itu.

“Bapak enggak usah jadi lurah lagi ya. Telepon BKD, suruh ganti dan berhentikan bapak ini sebagai lurah sama ibu ini ya, begitu kinerjanya,” tuturnya.

Kepala Lingkungan (Kepling) 13, Reswandi Siregar saat itu juga dihadirkan sebagai saksi.

Menurutnya, masyarakat memang akan lebih mudah mengurus administrasi jika memberikan "ingot-ingot" atau uang rokok kepada petugas.

Bahkan Kepling diingatkan oleh lurah agar warga tidak lupa memberikan "ingot-ingot" itu.

“Itu yang kita alami, Pak. Sejauh ini menurut pengakuan warga saya, ada pengutipan yang dilakukan di atas Rp 50 ribu untuk pengurusan SKU. Saat mengurus SKU, warga pertama kali kan bertemu dengan Bu Dina. Baru setelah itu tindak lanjut dengan Pak Lurah. Itu lah yang dialami warga saya. Jumlah warga di lingkungan saya yang mengurus SKU sebanyak 14 orang, tapi saya tidak tahu berapa warga yang sudah datang ke kantor kelurahan ini,” jelas Reswandi.

Sumber: Kompas.com (Kontributor Medan, Mei Leandha | Editor: Aprilia Ika)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul DETIK-detik Bobby Nasution Copot Lurah Pungli Rp 50 Ribu, Wali Kota Perlihatkan Bukti Rekaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Heroik Sandi, Siswa Kelas VI Naiki Gantangan Burung untuk Kibarkan Bendera yang Macet saat Dikerek

Kisah Heroik Sandi, Siswa Kelas VI Naiki Gantangan Burung untuk Kibarkan Bendera yang Macet saat Dikerek

Regional
Pria di Riau Timbun Solar Subsidi dengan Cara Modifikasi Tangki Mobil

Pria di Riau Timbun Solar Subsidi dengan Cara Modifikasi Tangki Mobil

Regional
Self Photo Studio, Konsep Foto Unik ala Korea yang Digandrungi Kalangan Muda Semarang

Self Photo Studio, Konsep Foto Unik ala Korea yang Digandrungi Kalangan Muda Semarang

Regional
Sidang Korupsi KONI Padang, Hakim Pertanyakan Adanya Rangkap Jabatan KONI dan PSP

Sidang Korupsi KONI Padang, Hakim Pertanyakan Adanya Rangkap Jabatan KONI dan PSP

Regional
Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Bandung

Kronologi Terbongkarnya Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Bandung

Regional
Miliki Senjata Rakitan untuk Curi Hewan Ternak, 2 Warga di Bima Ditangkap

Miliki Senjata Rakitan untuk Curi Hewan Ternak, 2 Warga di Bima Ditangkap

Regional
Kawasan Mandalika Sisakan Kasus Sengketa Lahan Warga

Kawasan Mandalika Sisakan Kasus Sengketa Lahan Warga

Regional
Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batu Bara Bayar Denda Rp 961 Juta karena Rusak Aset Negara

Kejari Bengkulu Paksa Tambang Batu Bara Bayar Denda Rp 961 Juta karena Rusak Aset Negara

Regional
Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Warga di Lombok Timur Jadi Korban Begal, Pelaku Tusuk Pakai Tulang Ikan Pari

Regional
Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Beredar Video Oknum Guru PNS di Belitung, Diduga Kekerasan pada Murid

Regional
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Mengaku Bisa Gandakan Uang, Kakek 69 Tahun di Pontianak Cabuli Anak di Bawah Umur

Regional
Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Hasil Otopsi Guru TK yang Dibunuh di Lombok Barat, Korban Hamil 2 Minggu

Regional
Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Menilik Filosofi Dolomani, Pakaian Adat Kesultanan Buton yang Disiapkan untuk Jokowi Saat HUT Ke-77 RI

Regional
Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Mengapa Kerajaan Singasari Melakukan Ekspedisi Pamalayu?

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

[POPULER NUSANTARA] Ferdy Sambo dan Istri Dilaporkan Balik | Keluarga Tandu Jenazah 13 Km gara-gara Tak Dapat Ambulans

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.