Kompas.com - 23/04/2021, 13:56 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendukung langkah pemerintah yang menerbitkan pengetatan mobilitas pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) terkait larangan mudik guna menekan penyebaran virus corona.

Pengetatan itu tersebut tertuang dalam Adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

"Dari awal juga kalau mudiknya mengikuti tanggal yang disampaikan pasti ada pemudik yang curi tanggal pergi lebih dulu. Kan tidak menyelesaikan masalahnya," ucap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Eksodus Warga India, Kepala BNPB: Jangan Sampai Mudik Tidak Boleh, tapi WNA Difasilitasi

Emil optimistis langkah tersebut bisa mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang cenderung meningkat saat libur panjang.

"Yang jadi masalah itu ada kerawanan dari orangtua di kampung didatangi oleh anak-anaknya yang migran atau perantau. Sesuai rekomendasi dari Jabar bahwa pengetatan jangan hanya di tanggal itu, tapi diperluas lebih awal, sehingga niat orang yang mau melanggar bisa kita antisipasi," tutur Emil.

Baca juga: Perempuan yang Melecehkan Foto Jokowi-Maruf Divonis 2 Tahun Penjara

Mengenai jumlah titik penyekatan jalur, menurut Emil, baru akan dibahas pada rapat bersama Satgas Covid-19 siang ini.

Termasuk soal usulan dari bebragai pihak yang meminta kelonggaran untuk mudik skala lokal.

"Nanti kita bahas definisi lokal, kan enggak sesederhana itu. Definisi lokal itu ada radiusnya, jika jaraknya jauh skala 3-5 jam ya sama saja," kata dia.

Sebelumnya, larangan mudik telah ditetapkan berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Namun, adendum itu mengatur pengetatan selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021).

Selain itu, adendum Satgas Covid-19 juga mengatur tentang perjalanan pada masa peniadaan mudik pada moda transportasi udara, laut, kereta api, transportasi umum darat dan transportasi darat pribadi.

Sementara itu, sebagaimana bunyi SE Satgas Nomor 13 Tahun 2021, larangan mudik Lebaran berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pekerja Proyek Jalan di Teluk Bintuni Ditembak OTK

Pekerja Proyek Jalan di Teluk Bintuni Ditembak OTK

Regional
Sempat Dirawat di RS, Pemuda yang Ditikam Temannya Saat Pesta Miras Meninggal

Sempat Dirawat di RS, Pemuda yang Ditikam Temannya Saat Pesta Miras Meninggal

Regional
Kasus DBD di Balikpapan Capai 1.033 Orang, IGD Rumah Sakit Penuh

Kasus DBD di Balikpapan Capai 1.033 Orang, IGD Rumah Sakit Penuh

Regional
Diamuk Massa karena Mobil Iring-iringan Tabrak Anak SD, Anggota DPRD Kota Surakarta Bawa ke Ranah Hukum

Diamuk Massa karena Mobil Iring-iringan Tabrak Anak SD, Anggota DPRD Kota Surakarta Bawa ke Ranah Hukum

Regional
Destinasi Wisata Benteng Toboali Bangka Selatan, Sejarah dan Daya Tariknya

Destinasi Wisata Benteng Toboali Bangka Selatan, Sejarah dan Daya Tariknya

Regional
Tinjau TKP Pembakaran Iwan Boedi di Semarang, LPSK Sebut Sejumlah Saksi Minta Perlindungan

Tinjau TKP Pembakaran Iwan Boedi di Semarang, LPSK Sebut Sejumlah Saksi Minta Perlindungan

Regional
Pantai Bandealit di Jember: Daya Tarik, Harga Tiket, Rute, dan Misteri

Pantai Bandealit di Jember: Daya Tarik, Harga Tiket, Rute, dan Misteri

Regional
Diduga Ada Bom di TKP, Jenazah DPO Teroris Pak Guru Batal Dievakuasi

Diduga Ada Bom di TKP, Jenazah DPO Teroris Pak Guru Batal Dievakuasi

Regional
Lokasi Penimbunan 61 Ton Zirkon Ilegal di Sintang Digerebek, Satu Orang Ditangkap

Lokasi Penimbunan 61 Ton Zirkon Ilegal di Sintang Digerebek, Satu Orang Ditangkap

Regional
Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Tengah

Daftar Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Tengah

Regional
2 Penyebab Kasus Main Hakim Sendiri Sering Terjadi, Ini Kata Pengamat

2 Penyebab Kasus Main Hakim Sendiri Sering Terjadi, Ini Kata Pengamat

Regional
Ibu dan Anak di Riau Ditemukan Tewas Berpelukan Bersimbah Darah di Rumah, Diduga Korban Perampokan

Ibu dan Anak di Riau Ditemukan Tewas Berpelukan Bersimbah Darah di Rumah, Diduga Korban Perampokan

Regional
DPO Teroris Askar Alias Pak Guru Diduga Tewas dalam Kontak Tembak di Poso

DPO Teroris Askar Alias Pak Guru Diduga Tewas dalam Kontak Tembak di Poso

Regional
Perjuangan Sabrila Bertemu Jokowi, HP Rusak Terjatuh hingga Berkali-kali Diadang Paspampres

Perjuangan Sabrila Bertemu Jokowi, HP Rusak Terjatuh hingga Berkali-kali Diadang Paspampres

Regional
Bobol Rumah Anggota DPRD Musirawas, Pencuri Ini Mengaku Dibohongi Temannya: Saya Cuma Dikasih 2 Hp, Tidak Tahu Kalau Ada Emasnya

Bobol Rumah Anggota DPRD Musirawas, Pencuri Ini Mengaku Dibohongi Temannya: Saya Cuma Dikasih 2 Hp, Tidak Tahu Kalau Ada Emasnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.