Video Viral Kakek di Kabupaten Bogor Dikepung Massa, Ternyata Pemerkosa Anak SD

Kompas.com - 23/04/2021, 07:25 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Seorang kakek nyaris jadi sasaran kemarahan sejumlah warga di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Beruntung, seorang kepala desa segera mengamankan kakek tersebut dari amukan massa dan membawanya ke kantor polisi untuk diproses hukum.

Kakek berinisial E (65) tersebut diduga memerkosa seorang anak.

Kakek tersebut sempat menjadi bulan-bulanan sejumlah warga yang geram atas perilakunya itu.

Baca juga: Curhat Istri Penganiaya Perawat: Hanya Dikasih Tisu Toilet untuk Tekan Darah Anak Saat Infus Dicabut

Dalam video yang beredar dan viral di media sosial, terlihat sejumlah warga menghakimi kakek tersebut.

Para pria di lingkungan itu tampak sangat emosi hingga terjadi aksi saling dorong terhadap orang yang melindungi kakek E.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Insiden yang menimbulkan kehebohan ini akhirnya dilerai oleh perangkat desa dan aparat.

Beruntung, nyawa kakek E masih selamat meskipun kondisinya dalam keadaan tidak mengenakan baju.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cibentang Hasanudin menyampaikan bahwa insiden pengeroyokan yang videonya viral di media sosial itu terjadi di rumah kepala desa pada Rabu (21/4/2021) pukul 21.00 WIB.

Baca juga: Begini 2 Modus Pedagang Babi Berkedok Daging Sapi Menipu Konsumennya

Awalnya, dua orang pria diduga kuat memerkosa seorang bocah perempuan berusia 8 tahun.

Warga yang sudah geram kepada kakek tersebut akhirnya berbondong-bondong datang mencari ke kantor desa.

Pada kesempatan yang sama, puluhan orang sudah ada di rumah kepala desa untuk menunggu sang kakek demi melampiaskan kemarahan.

"Kejadian itu malam-malam hari Rabu, di rumah saya. Jadi kakek ini dibawa ke rumah saya untuk diamankan, takut dipukuli warga yang sudah emosi. Dan kita memang mau mediasi dulu, tapi karena massa sudah banyak, terjadilah penggerudukan," kata Hasan saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Dinkes Riau Ingin PPKM Diperpanjang, Ini Alasannya

Regional
Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Dinkes Solo Sebut Penanganan Covid-19 Harus Terintegrasi dari Hulu sampai ke Hilir

Regional
Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Batalkan Jual Beli Tanah, Kakek 63 Tahun Asal Semarang Dijebloskan Tetangga ke Penjara

Regional
Donasi untuk Vino yang Yatim Piatu karena Covid-19 Tembus Rp 200 Juta, Termasuk dari Pembaca Kompas.com

Donasi untuk Vino yang Yatim Piatu karena Covid-19 Tembus Rp 200 Juta, Termasuk dari Pembaca Kompas.com

Regional
Nakes di Malang Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Khofifah: Harus Pakai Pakta Integritas

Nakes di Malang Mulai Disuntik Vaksin Dosis Ketiga, Khofifah: Harus Pakai Pakta Integritas

Regional
5 Pelaku Penyiraman Air Keras di Medan Ditangkap

5 Pelaku Penyiraman Air Keras di Medan Ditangkap

Regional
Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Kasus Perawat Puskesmas Dikeroyok, Pelaku Perebut Tabung Oksigen Ditetapkan Tersangka Penganiayaan

Regional
Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Pengakuan Orangtua yang Anaknya Terima Wafer Berisi Silet, Sempat Digigit Lalu Dimuntahkan

Regional
Kabar Baik, BOR Isolasi RS di Banten Turun Signifikan Jadi 55 Persen

Kabar Baik, BOR Isolasi RS di Banten Turun Signifikan Jadi 55 Persen

Regional
Warga Diduga Tertembak, Massa di Papua Mengamuk dan Bakar Kantor Polsek Nimboran

Warga Diduga Tertembak, Massa di Papua Mengamuk dan Bakar Kantor Polsek Nimboran

Regional
Tingkat Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Kabupaten Garut Jadi Level 4

Tingkat Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Kabupaten Garut Jadi Level 4

Regional
Pria Tak Dikenal Beri Wafer Berisi Silet dan Paku ke Anak-anak, Begini Modusnya

Pria Tak Dikenal Beri Wafer Berisi Silet dan Paku ke Anak-anak, Begini Modusnya

Regional
Bupati Yasin Payapo Meninggal, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Bupati Yasin Payapo Meninggal, Warga Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Regional
Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue di Makassar Terima Bantuan dari Mensos Risma

Pesepeda Korban Tabrak Lari Mobil Rescue di Makassar Terima Bantuan dari Mensos Risma

Regional
Capaian Vaksinasi Rendah, Bupati Sumedang: Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksin ke Daerah Zona Merah

Capaian Vaksinasi Rendah, Bupati Sumedang: Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksin ke Daerah Zona Merah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X