Sekat 13 Titik dan Jaga "Jalur Tikus" untuk Halau Pemudik, Polda Sumsel Turunkan 2.500 Personel

Kompas.com - 22/04/2021, 21:55 WIB
Gerbang Tol Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (30/8/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGerbang Tol Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (30/8/2019).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Polda Sumatera Selatan akan melakukan penyekatan di 13 titik jalur masuk untuk menghalau para pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Dari total 13 titik penyekatan tersebut, tiga diantaranya merupakan exit tol yang menghubungkan antara wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.

Direktur Direktorat Polisi Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Cornelis Hotman Sirait mengatakan, jalan alteri akan perbatasan Lampung, Jambi dan Bengkulu menjadi titik fokus mereka dalam operasi penyekatan tersebut.

Baca juga: Polda Sumsel Dirikan 39 Pos Pantau 24 Jam untuk Penyekatan Pintu Masuk Pemudik

Setidaknya, ada 2.500 personel dari Polda Sumatera Selatan diturunkan untuk melakukan pengamanan. Para petugas ini nantinya akan mengecek seluruh kendaraan yang masuk ke wilayah.

"Mereka nanti akan menyanyakan setiap pengendara yang masuk, tujuan kemana dan mau kemana. Kendaraaan yang diperbolehkan lewat hanya pengangkut BBM, pemadam kebaran, pengangkut sembako dan ambulans. Selebihnya akan diminta untuk putar balik," kata Cornelis melalui sambungan telepon, Kamis (22/04/2021). 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bela Perawat yang Dianiaya Keluarga Pasien, PPNI Sumsel Siapkan Belasan Pengacara

Polisi jaga "jalan tikus"

Cornelis menyebutkan, seluruh polres wilayah perbatasan juga akan ikut dalam operasi tersebut.

Mereka nantinya akan menjaga 'jalan tikus' agar tak ada para pemudik yang nekat menerobos masuk.

"Untuk daerah Mesuji yang berbatasan dengan Lampung pasukan akan dirapatkan ke sana, Polres OKI yang terdekat akan mendirikan posko. Nanti akan ada double check dua arah untuk pemeriksaan kendaraan keluar masuk," ujarnya.

Untuk pengendara yang diizinkan lewat, menurut Cornelis hanya mereka yang memiliki tugas penting dan menyertakan surat dinas.

Baca juga: Polisi: Pemudik Bandel Akan Diputar Balik, yang Lewat Jalur Tikus Pun Tidak Akan Lolos

 

Meski bisa masuk ke perbatasan, para pengendara tersebut nantinya harus lebih dulu dilakukan pemeriksaan baik Genose C19 atau pun rapid test antigen untuk memastikan kondisinya dalam keadaan sehat.

"Personel ini nanti siapkan mulai 6 Mei, sekarang anggota sudah mulai memantau pergerakan kendaraan barang memasuki hari H,"ungkapnya.

Baca juga: Di Bogor Ada 7 Titik Penyekatan Jalur Mudik, Jalur Tikus Kawasan Puncak Bogor Diperketat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi Perizinan Tambang, Kejati Sultra Tahan Eks PLT Kadis ESDM

Dugaan Korupsi Perizinan Tambang, Kejati Sultra Tahan Eks PLT Kadis ESDM

Regional
Sang Legenda Mimi Rasinah dan Tari Topeng Indramayu yang Bertahan Melintasi Zaman

Sang Legenda Mimi Rasinah dan Tari Topeng Indramayu yang Bertahan Melintasi Zaman

Regional
Buntut Diamuk Bupati Solok, 3 Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok, Petugas Kesehatan Dapat Peringatan Keras

Buntut Diamuk Bupati Solok, 3 Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok, Petugas Kesehatan Dapat Peringatan Keras

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penutupan Ruas Jalan di Bandung | Pegawai Pemkab Boyolali Jadi Korban Pinjol

[POPULER NUSANTARA] Penutupan Ruas Jalan di Bandung | Pegawai Pemkab Boyolali Jadi Korban Pinjol

Regional
Kepala Sekolah di Bima Diduga Cabuli 20 Siswi SD, Modus Periksa Uang Jajan di Saku Korban

Kepala Sekolah di Bima Diduga Cabuli 20 Siswi SD, Modus Periksa Uang Jajan di Saku Korban

Regional
Gara-gara Asmara Sejenis, Rian Tewas Dianiaya 9 Pria, Berawal dari Ajakan Berwisata

Gara-gara Asmara Sejenis, Rian Tewas Dianiaya 9 Pria, Berawal dari Ajakan Berwisata

Regional
Kasus Covid-19 di Cianjur Melonjak, Ruang Isolasi Penuh, Kematian Meningkat

Kasus Covid-19 di Cianjur Melonjak, Ruang Isolasi Penuh, Kematian Meningkat

Regional
Kisah Kakek Poniman, Uang Rp 30.000 Dijambret Saat Memulung Botol Bekas, Korban Penyandang Disalibitas

Kisah Kakek Poniman, Uang Rp 30.000 Dijambret Saat Memulung Botol Bekas, Korban Penyandang Disalibitas

Regional
Ikut Vaksinasi di Banda Aceh Bisa Dapat Sepeda Motor hingga TV, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Ikut Vaksinasi di Banda Aceh Bisa Dapat Sepeda Motor hingga TV, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Regional
BPBD Lebak Siapkan Jalur Evakuasi Tsunami

BPBD Lebak Siapkan Jalur Evakuasi Tsunami

Regional
Kasus Harian Naik, 92 Orang Positif Covid-19 di Provinsi Lampung

Kasus Harian Naik, 92 Orang Positif Covid-19 di Provinsi Lampung

Regional
Pleno Rekapitulasi PSU Pilkada Kalsel Rampung, Sahbirin-Muhidin Unggul

Pleno Rekapitulasi PSU Pilkada Kalsel Rampung, Sahbirin-Muhidin Unggul

Regional
Pergoki Anaknya Hendak Diperkosa, Seorang Ayah Tampar dan Pukul Pelaku

Pergoki Anaknya Hendak Diperkosa, Seorang Ayah Tampar dan Pukul Pelaku

Regional
Polda Riau Bangun Vaksinasi Center di RS Bhayangkara Pekanbaru

Polda Riau Bangun Vaksinasi Center di RS Bhayangkara Pekanbaru

Regional
Kebakaran Landa Proyek Pembangunan PLTU di Tanjung Emas Semarang

Kebakaran Landa Proyek Pembangunan PLTU di Tanjung Emas Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X