Video Viral 2 Remaja Dianiaya di Keramaian, Kepala Korban Ditendang dan HP Dirampas

Kompas.com - 22/04/2021, 21:25 WIB
Aksi pencurian dengan kekerasan yang dilakukan seorang pria terhadap dua orang remaja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021) petang. Kejadian tersebut sempat diabadikan oleh kamera warga dan videonya kini viral di media sosial. screengrab dari videoAksi pencurian dengan kekerasan yang dilakukan seorang pria terhadap dua orang remaja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021) petang. Kejadian tersebut sempat diabadikan oleh kamera warga dan videonya kini viral di media sosial.

CIANJUR, KOMPAS.com – Video penganiayaan dua orang remaja di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah sejumlah akun di laman Facebook dan Instagram itu, tampak seorang pria menendang kepala kedua korban berulang kali.

Ironisnya aksi kekerasan tersebut dilakukan saat kondisi lalu lintas sedang ramai.

Dari keterangan unggahan video tersebut, peristiwa itu terjadi di sebuah ruko di ruas jalan raya Jonggol, Cikalongkulon, Cianjur, Rabu (21/4/2021) petang.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cikalongkulon Inspektur Satu Dadang Rustandi saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Baca juga: Anak Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas dan Seret Korban ke Jalan

Pihaknya bahkan tengah memburu para pelaku yang identitasnya telah diketahui.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ya, betul, korban dua orang, usia 14 dan 21 tahun. Sedangkan pelaku ada tiga orang, salah satunya pelaku utama," kata Dadang kepada Kompas.com di mapolsek, Kamis (22/4/2021).

Dadang menyebut, kejadian bermula saat kedua korban sedang nongkrong atau "ngabuburit" jelang berbuka puasa sambil bermain ponsel di lokasi kejadian.

Tiba-tiba datang tiga orang laki-laki, dan salah satu dari mereka langsung menghampiri kedua korban untuk kemudian menendang kepala keduanya berulang kali.

"Dari rekaman video yang kita dapatkan, pelaku menendang wajah korban sebanyak empat kali," ujar dia.

"Selanjutnya pelaku kemudian merampas ponsel milik korban, lalu kabur," sambung Dadang.

Akibat perbuatan pelaku, kkorban mengalami luka memar di dahi dan kehilangan ponsel.

Baca juga: Suami Ditangkap Aniaya Perawat RS Siloam, Istri Minta Maaf dan Merasa Dipojokkan

Dadang mengatakan, korban telah menjalani visum dan membuat laporan resmi ke polisi.

"Pelaku akan kita sangkakan Pasal 365 KUHPidana terkait curas atau pencurian yang disertai dengan kekerasan. Pelaku DPO," ujar Dadang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Regional
Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Regional
Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Regional
Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X