Pemkot Surabaya Sodorkan Skema Baru Tarif Sewa Stadion GBT, Persebaya Bersyukur

Kompas.com - 21/04/2021, 19:42 WIB
Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya DOK. PEMKOT SURABAYAStadion Gelora Bung Tomo Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Surabaya menyodorkan opsi baru skema tarif retribusi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

Opsi baru ini diharapkan lebih meringankan pihak penyewa, serta di sisi lain tidak menyalahi aturan.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surabaya Afghani Wardhana menghadiri rapat bersama pansus di Ruang Komisi B DPRD Surabaya bersama Kabag Hukum Ira Tursilawati pada Rabu (21/4/2021).

Afghani mengatakan, raperda baru ini lebih praktis dan meringankan penyewa.

Dia menjelaskan, pada Perda Nomor 2 Tahun 2013, tercantum biaya retribusi GBT untuk pertandingan level nasional sebesar Rp 30 juta.

Namun, angka itu belum termasuk biaya lain-lain, seperti pemakaian air, generator listrik, penggunaan atrium stadion hingga penggunaan halaman parkir.

Jika ditotal, pengeluaran pihak penyewa bisa sebesar Rp 70 juta per pertandingan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dalam raperda baru, biaya retribusi pemakaian GBT sebesar Rp 22 juta per jam. Angka tersebut sifatnya all in alias sudah termasuk biaya pemakaian air, listrik dan sebagainya," kata Afghani, Rabu (21/4/2021).

Menurutnya, penetapan nominal yang sifatnya all in ini juga mengakomodir masukan pihak penyewa yang ingin tarif retribusi lebih praktis.

Dalam raperda baru ini, penyewa harus membayar Rp 444 juta untuk pemakaian 24 jam. Ia pun meminta publik tidak serta-merta menafsirkan bahwa penyewa harus membayar Rp 444 juta per pertandingan.

Baca juga: Kami Merasa Diolok-olok Pemerintah dengan Bantuan Beras 1 Kg, Telur Sebutir, dan Mi Satu Bungkus

"Angka Rp 444 juta itu untuk pemakaian 24 jam. Sementara untuk pertandingan sepak bola liga nasional pada umumnya tidak mungkin selama itu. Kemungkinan 3-4 jam. Itu sudah cukup lama," kata dia.

Menyikapi keberatan pihak penyewa, Dispora bersama Bagian Hukum mencoba menawarkan opsi alternatif baru dalam raperda tersebut, yakni mengeluarkan beberapa komponen yang sifatnya belum tentu dipakai oleh pihak penyewa.

Setelah dihitung ulang, retribusi pemakaian GBT untuk pertandingan level nasional turun menjadi Rp 11.580.000 per jam.

Namun, jika penyewa memakai listrik untuk lampu stadion, maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 2.500.000 per jam dan pemakaian air sebesar Rp 2.500.000 per pertandingan.

Afghani menggarisbawahi biaya-biaya tambahan itu ditagihkan hanya ketika digunakan. Sehingga, jika pertandingan berlangsung sore hari, tarif retribusi bisa lebih efisien dan meringankan penyewa.

Afghani menyebut, tarif retribusi pada raperda baru ditentukan oleh tim appraisal yang bersifat independen. Tim tersebut telah melewati serangkaian tahapan, salah satunya studi banding ke beberapa stadion pembanding.

Di antaranya Gelora Bung Karno, Gelora Jakabaring, Stadion Patriot Chandrabaga, dan lain sebagainya.

Adapun opsi baru yang disodorkan pemkot ditempuh dengan mencoba mengeluarkan komponen-komponen tanpa mengubah rumus perhitungan yang telah ditetapkan oleh tim appraisal.

Ia menegaskan, mengubah perhitungan tim appraisal secara sepihak dapat berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

"Semoga dengan adanya opsi baru ini, dapat menjadi solusi bagi semua pihak. Bagi penyewa dan bagi Kota Surabaya," ucap Afghani.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uang Rp 3,9 Juta Keluar Lagi dari Mesin ATM Usai Disetor, Akhirnya Dicuri Nasabah Lain

Uang Rp 3,9 Juta Keluar Lagi dari Mesin ATM Usai Disetor, Akhirnya Dicuri Nasabah Lain

Regional
Viral, Video Remaja Tewas Kesetrum Tiang Plang ATM Saat Hujan

Viral, Video Remaja Tewas Kesetrum Tiang Plang ATM Saat Hujan

Regional
Peringatan UNESCO dan Menyoal Masa Depan Proyek Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Peringatan UNESCO dan Menyoal Masa Depan Proyek Pariwisata di Taman Nasional Komodo

Regional
Pandemi, Sekadar Beli Kacang Goreng Pun Bayar Non-tunai...

Pandemi, Sekadar Beli Kacang Goreng Pun Bayar Non-tunai...

Regional
Garut PPKM Level 4, Tidak Ada Penyekatan Jalan

Garut PPKM Level 4, Tidak Ada Penyekatan Jalan

Regional
Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Yakini Status Tersangka Akan Gugur, Bukti Pembantah Disiapkan

Kuasa Hukum Pendiri Sekolah SPI Batu Yakini Status Tersangka Akan Gugur, Bukti Pembantah Disiapkan

Regional
Dirawat 10 Hari, Wakil Bupati Konawe Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Dirawat 10 Hari, Wakil Bupati Konawe Meninggal Dunia Diduga karena Covid-19

Regional
2 Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah Covid-19

2 Kabupaten di Aceh Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Digma Gugur karena Covid-19, Pemkot Kediri Jamin Kesehatan Relawan

Digma Gugur karena Covid-19, Pemkot Kediri Jamin Kesehatan Relawan

Regional
Berburu Emas di Gunung Botak Pulau Buru

Berburu Emas di Gunung Botak Pulau Buru

Regional
Cerita Dokter Mey Beri Layanan Konsultasi Gratis untuk Pasien Covid-19

Cerita Dokter Mey Beri Layanan Konsultasi Gratis untuk Pasien Covid-19

Regional
Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Kisah Pilu S, Tempuh 100 Km dari Blitar ke Malang Cari Pengobatan, Ditolak RS dan Meninggal di Jalan

Regional
Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Cerita Aiptu Paleweri, Jual Motor Antiknya demi Biayai 10 Anak Putus Sekolah karena Pandemi

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya Turun Drastis, Ini Angkanya

Regional
3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

3 Kapolres dan Kabid Humas Polda Banten Diganti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X