KAI Bubarkan Warga yang Ngabuburit di Pinggir Rel, Daop 7 Madiun: Setiap Hari Ada Ratusan Orang...

Kompas.com - 21/04/2021, 17:23 WIB
BUBARKAN--PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun membubarkan kerumunan anak-anak dan orang dewasa yang ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sekitar jalur kereta api KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIBUBARKAN--PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun membubarkan kerumunan anak-anak dan orang dewasa yang ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sekitar jalur kereta api

MADIUN, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun gencar membubarkan kerumunan warga yang ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di sekitar jalur kereta api.

Pasalnya, bermain atau duduk di dekat rel sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat.

Kereta api merupakan salah satu transportasi yang perjalanannya mampu menghadirkan pesona.

Tidak hanya pemandangan di sekitar jalurnya yang indah, tapi juga sarana dan prasarananya, sehingga banyak area di sekitar jalur KA yang digunakan masyarakat untuk bersantai menghabiskan waktu.

“Tiap hari, puluhan hingga ratusan anak-anak maupun orang dewasa yang sedang bermain di sekitar jalur KA kita minta untuk menjauh,” kata Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko kepada Kompas.com, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Danau yang Muncul Usai Badai Seroja Jadi Obyek Wisata Baru, Warga Ramai Datang untuk Berfoto

Menurut Ixfan, sejak datangnya Ramadhan 1442 H, banyak masyarakat yang ngabuburit di sekitar rel kereta api. Tidak hanya ngabuburit, mereka juga berkumpul usai shalat subuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Bentuk permainan yang sering dilakukan adalah dengan bermain petasan, menaruh batu atau paku diatas rel saat KA akan melintas atau sekedar duduk-duduk dekat jalur KA. Hal itu tentu sangat membahayakan, baik perjalanan KA maupun masyarakat itu sendiri,” ungkap Ixfan.

Sejak awal Ramadhan, jajaranan pengamanan Daop 7 Madiun rutin melakukan patroli di jalur KA seteiap pagi, setiap pagi setelah shalat subuh dan sore menjelang berbuka.

Tim pengamanan Daop 7 membubarkan masyarakat yang berkumpul dan beraktifitas di sekitar jalur KA.

Secara aturan, kata Ixfan, keberadaan masyarakat di jalur KA tersebut tidak dibenarkan. Hal itu diatur dalam pasal 38 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian yang menjelaskan ruang manfaat jalur KA diperuntukan bagi pengoperasian KA dan merupakan daerah tertutup untuk umum.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Blitar: Saat Pandemi, Mana Kepedulian Perusahaan yang Cari Untung di Sini?

Wali Kota Blitar: Saat Pandemi, Mana Kepedulian Perusahaan yang Cari Untung di Sini?

Regional
Bangun Tembok di Pintu Rumah Tahfiz, Anggota DPRD Ini Minta Maaf

Bangun Tembok di Pintu Rumah Tahfiz, Anggota DPRD Ini Minta Maaf

Regional
DPRD Jember Sebut Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang Isoman Rp 4 Juta

DPRD Jember Sebut Biaya Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang Isoman Rp 4 Juta

Regional
Penyebaran Covid-19 di Sulsel Mengganas, Lahan Pemakaman Melebihi Kapasitas

Penyebaran Covid-19 di Sulsel Mengganas, Lahan Pemakaman Melebihi Kapasitas

Regional
Dinas Pendidikan Solo Siapkan 75.315 Anak untuk Divaksin Covid-19

Dinas Pendidikan Solo Siapkan 75.315 Anak untuk Divaksin Covid-19

Regional
Banyak Warga Lakukan Aksi Borong, Stok Obat dan Vitamin di Karimun Menipis

Banyak Warga Lakukan Aksi Borong, Stok Obat dan Vitamin di Karimun Menipis

Regional
Sidak Gudang Dinkes dan Apotek Cari Obat Covid-19, Kejari Tulang Bawang Hanya Temukan Ini

Sidak Gudang Dinkes dan Apotek Cari Obat Covid-19, Kejari Tulang Bawang Hanya Temukan Ini

Regional
Pemilik Warkop Korban Penganiayaan Satpol PP di Gowa: Sudah Puluhan Tahun, Baru Ditanya Izinnya

Pemilik Warkop Korban Penganiayaan Satpol PP di Gowa: Sudah Puluhan Tahun, Baru Ditanya Izinnya

Regional
Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan Wafat 24 Hari Setelah Sang Istri Meninggal

Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan Wafat 24 Hari Setelah Sang Istri Meninggal

Regional
Dendam Terpendam, Petani Bunuh Tetangganya di Tengah Sawah, Ini Kronologinya

Dendam Terpendam, Petani Bunuh Tetangganya di Tengah Sawah, Ini Kronologinya

Regional
Kisah Dewa Selamatkan 120 Warga Saat Badai Seroja, Terima Penghargaan dari BMKG

Kisah Dewa Selamatkan 120 Warga Saat Badai Seroja, Terima Penghargaan dari BMKG

Regional
Curhat Siswi Pemenang Kontes Poster 3M: Sudah Rindu Kembali ke Sekolah

Curhat Siswi Pemenang Kontes Poster 3M: Sudah Rindu Kembali ke Sekolah

Regional
Pembebasan Lahan Seksi 1 Tol Probolinggo-Banyuwangi Baru 24,88 Persen

Pembebasan Lahan Seksi 1 Tol Probolinggo-Banyuwangi Baru 24,88 Persen

Regional
Bobby Nasution Tiba-tiba Datang Pakai Motor, Bagikan Sembako, Warga Medanamplas Kaget

Bobby Nasution Tiba-tiba Datang Pakai Motor, Bagikan Sembako, Warga Medanamplas Kaget

Regional
Anggota DPRD Penembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran di Makassar Ingin Jual Rumahnya

Anggota DPRD Penembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran di Makassar Ingin Jual Rumahnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X