Kompas.com - 21/04/2021, 06:33 WIB

KOMPAS.com - Warga di Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), merasa kesal dengan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Kupang.

Hal ini karena bantuan yang mereka dapat hanya berupa satu butir telur, sebungkus mi instan, dan satu kilogram beras.

Baca juga: Kami Merasa Diolok-olok Pemerintah dengan Bantuan Beras 1 Kg, Telur Sebutir, dan Mi Satu Bungkus

Sejumlah warga korban bencana menilai hal tersebut merupakan sebuah penghinaan terhadap mereka.

Baca juga: Korban Bencana di NTT Terima Bantuan Berisi 1 Kg Beras, Sebutir Telur, dan Sebungkus Mi Instan

"Bantuan ini, kami anggap sebuah lelucon. Ini kata kasarnya sudah hina kami. Walau kami diterpa bencana seperti ini, tapi kami masih ada pisang, kelapa ubi yang nilainya masih lebih tinggi dari bantuan pemerintah," kata warga bernama Amtiran saat dihubungi Kompas.com,  Selasa (20/4/2021).

Amtiran juga merasa kesal bantuan diberikan setelah dua pekan bencana melanda yaitu pada 14 dan 17 April.

"Kami masyarakat yang kena musibah langsung di sini bingung dengan pemberian bantuan model begini. Kami tidak habis pikir kok bisa ada bantuan yang model begini padahal bencana besar sekali," ungkap Amtiran.

Sindiran juga disampaikan korban bencana asal Dusun 9, RT 29, RW 14, Desa Merbaun bernama Yuli Bureni.

Bantuan itu diterimanya di rumah ketua RT pada Jumat (16/4/2021).

“Ini bantuan aneh. Kami merasa seperti diolok oleh pemerintah dengan bantuan beras satu kilo dan telur sebutir ditambah mie satu bungkus," kata Bureni.

Bureni menyebutkan, dirinya beberapa waktu lalu juga mendapat bantuan dari pihak lain selain pemerintah, tapi masih lebih banyak jumlahnya.

"Biar kami dapat bantuan sedikit pun kami bersyukur. Tapi ini bantuan satu butir telur kami rasa sangat lucu," kata Bureni sembari tertawa.

Penjelasan camat

Menanggapi keluhan warga, Camat Amarasi Barat Kornelis Nenoharan mengatakan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan berupa beras, mi instan, telur, minyak goreng, dan sebagainya kepada masyarakat dalam dua tahap.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Lhokseumawe yang Tetap Berdaya Selepas Masa Petrodollar

Regional
Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Malam Mencekam di Kanjuruhan Arema: Tembakan Gas Air Mata, Suporter Terinjak, 127 Orang Tewas

Regional
Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Wasekjen PBNU: Sepak Bola Olahraga Menyenangkan, Kenapa Berakhir Mengerikan Seperti Ini?

Regional
Tembakan Gas Air Mata yang Harus Dibayar Mahal, 127 Suporter Tewas

Tembakan Gas Air Mata yang Harus Dibayar Mahal, 127 Suporter Tewas

Regional
Tragedi di Kanjuruhan Arema Tewaskan 127 Orang, Polisi: Seandainya Suporter Mematuhi Aturan

Tragedi di Kanjuruhan Arema Tewaskan 127 Orang, Polisi: Seandainya Suporter Mematuhi Aturan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Santri di Rembang Dibakar Senior | Tapanuli Utara Diguncang Gempa

[POPULER NUSANTARA] Santri di Rembang Dibakar Senior | Tapanuli Utara Diguncang Gempa

Regional
Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 2 Oktober 2022: Pagi Cerah Berawan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Makassar Hari Ini, 2 Oktober 2022: Pagi Cerah Berawan Sore Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 2 Oktober 2022: Sore Hujan Lebat

Prakiraan Cuaca di Medan Hari Ini, 2 Oktober 2022: Sore Hujan Lebat

Regional
Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia

Kerusuhan Suporter di Kanjuruhan Malang, 127 Orang Meninggal Dunia

Regional
Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 02 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Malang Hari Ini, 02 Oktober 2022: Pagi Berawan dan Sore Hujan Ringan

Regional
Museum Balla Lompoa di Sulsel, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Museum Balla Lompoa di Sulsel, Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Antisipasi BMKG jika Gempa M 8,5 Terjadi Saat KTT G20 di Bali, Sejumlah Lokasi Aman Disiapkan

Antisipasi BMKG jika Gempa M 8,5 Terjadi Saat KTT G20 di Bali, Sejumlah Lokasi Aman Disiapkan

Regional
Penyebab Pikap yang Ditumpangi Pegawai Dishub Terjun ke Jurang hingga Terbakar, Bawa Muatan Elpiji dan BBM

Penyebab Pikap yang Ditumpangi Pegawai Dishub Terjun ke Jurang hingga Terbakar, Bawa Muatan Elpiji dan BBM

Regional
Perkara Santri Bakar Santri yang Dipicu Prasangka, Korban Tolak Kumpulkan Ponsel hingga Dicurigai Taruh Putung Rokok di Kamar Pelaku

Perkara Santri Bakar Santri yang Dipicu Prasangka, Korban Tolak Kumpulkan Ponsel hingga Dicurigai Taruh Putung Rokok di Kamar Pelaku

Regional
KM Eno Karang Terbakar di Laut Aru, 98 Penumpang Selamat

KM Eno Karang Terbakar di Laut Aru, 98 Penumpang Selamat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.