Kobaran Api Abadi Mrapen Kini Lebih Tinggi ketimbang Sebelumnya, Ini Sebabnya

Kompas.com - 21/04/2021, 05:28 WIB
JATENG K126-17 - Ahli Geologi Sebut Tekanan Gas Api Abadi Mrapen Kali Ini Lebih Kuat Dua Kali Lipat dibanding Dulu KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOJATENG K126-17 - Ahli Geologi Sebut Tekanan Gas Api Abadi Mrapen Kali Ini Lebih Kuat Dua Kali Lipat dibanding Dulu

GROBOGAN, KOMPAS.com - Tekanan gas yang bersumber dari dua lubang pengeboran untuk menyuplai nyala Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, kali ini tercatat dua kali lebih kuat jika dibandingkan sebelumnya.

"Perlu diketahui, tekanan gas Api Abadi Mrapen kali ini lebih kuat. Ibaratnya jika dulunya kobaran api hanya sejengkal, ini mencapai dua jengkal. Ini gas metana tidak berbahaya. Gas alam paling bersih," kata Handoko Teguh Wibowo, Ahli Geologi yang diterjunkan Dinas ESDM Provinsi Jateng untuk observasi dan mitigasi serta solusi, soal padamnya Api Abadi Mrapen saat ditemui Kompas.com, Selasa (20/4/2021).

Menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Jatim ini, sesuai dengan hasil kajian bersama Dinas ESDM Provinsi Jateng, usia Api Abadi Mrapen kali ini diperkirakan bisa bertahan hingga 50 tahun.

Baca juga: Ganjar Nyalakan Kembali Api Abadi Mrapen

Pasokan gas alam tercatat disuplai dari dua titik pengeboran baru yang berjarak sekitar 60 meter dari titik destinasi.

Sementara kedalaman sumur bor bersumber gas metana tersebut sekitar 40 meter.

"Kami optimistis Api Abadi Mrapen kali ini bertahan hingga 50 tahun. Momen kali ini merupakan serangkaian kegiatan menyambut Hari Bumi sedunia pada 22 April 2021," kata Handoko.

JATENG K126-17 - Ahli Geologi Sebut Tekanan Gas Api Abadi Mrapen Kali Ini Lebih Kuat Dua Kali Lipat dibanding DuluKOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHO JATENG K126-17 - Ahli Geologi Sebut Tekanan Gas Api Abadi Mrapen Kali Ini Lebih Kuat Dua Kali Lipat dibanding Dulu

Mengapa suplai gas rawa kali ini tidak mampu bertahan hingga ratusan tahun seperti sebelumnya?

"Reservoir atau tandon tempat gas terjebak berupa batu pasir di lapisan bawah mempunyai keterbatasan volume dan sudah rilis atau lepas ratusan tahun. Angka puluhan tahun adalah angka optimistis di mana keberadaan gas di bawah masih tersimpan," terang Dosen Jurusan Teknik Geologi dan Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya ini.

Baca juga: Enam Bulan Padam, Api Abadi Mrapen Kembali Menyala

Untuk diketahui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meresmikan terealisasinya upaya penyelamatan kembali Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (20/4/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Jaring 12 Pasangan Bukan Suami Istri dari 7 Penginapan di Pangandaran

Petugas Jaring 12 Pasangan Bukan Suami Istri dari 7 Penginapan di Pangandaran

Regional
Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Sudah 200 Kendaraan Pemudik Diputar Balik di Gentong Tasikmalaya

Regional
Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Ganjar Minta Pengawasan Kapal Asing Masuk ke Jateng Diperketat

Regional
Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Nekat Satroni Rumah Warga yang Ditinggal Tarawih, Pasutri di Tegal Diringkus Polisi

Regional
Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Urusan Harta Gono-gini, Pria di Banyumas Bakar Rumah Mantan Istri

Regional
Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Kedapatan Bawa Surat Antigen Diduga Palsu, 4 Pemudik dari Jakarta Menangis Minta Diloloskan Petugas

Regional
Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Klaster Jemaah Tarawih di Pati, 56 Orang Positif Covid-19

Regional
Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Tak Bawa Surat Bebas Covid-19, Kendaraan Pemudik yang Masuk Sumsel Bakal Diputar Balik

Regional
Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Buat Surat Hasil Swab Palsu, Calon Penumpang Pesawat di Semarang: Saya Kepepet Waktu

Regional
Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Hari Ketiga Larangan Mudik, 42 Kendaraan yang Masuk Malang Diputar Balik

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Wali Kota Tasikmalaya Marahi Petugas Satpol PP yang Mengobrol Santai Saat Penyekatan PPKM

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 8 Mei 2021

Regional
Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Kronologi Truk Terbalik di Jalan Trans Flores yang Mengakibatkan 1 Orang Tewas dan 1 Luka-luka

Regional
Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Sering Mangsa Ternak, Ular Piton Sepanjang 4 Meter Ditangkap Warga

Regional
Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Palsukan Surat Tes Swab, Calon Penumpang Pesawat Ditangkap, Petugas Awalnya Temukan Kejanggalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X