Lonjakan Pemudik Diprediksi 5 Mei, Polisi Siapkan Kantung Parkir di Pelabuhan Bakauheni

Kompas.com - 20/04/2021, 20:49 WIB
Para pemudik memadati Pelabuhan Bakauheni, Kamis (23/4/2020) dini hari. Diperkirakan para pemudik memanfaatkan waktu sebelum diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah. Dok. IstimewaPara pemudik memadati Pelabuhan Bakauheni, Kamis (23/4/2020) dini hari. Diperkirakan para pemudik memanfaatkan waktu sebelum diberlakukannya larangan mudik oleh pemerintah.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Pelarangan mudik yang diberlakukan mulai 6 Mei 2021 diprediksi membuat lonjakan pemudik akan terjadi satu hari sebelumnya.

Prediksi ini disampaikan Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Wahyu Bintono saat rapat koordinasi dengan Polda Banten dan Polda Sumsel, Selasa (20/4/2021) petang.

Wahyu mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

"Sehingga, ada potensi lonjakan pemudik yang tinggi sebelum diberlakukannya larangan mudik, yakni pada tanggal 4 Mei hingga 5 Mei 2021," kata Wahyu, Selasa sore.

Baca juga: Antisipasi Pemudik Nekat, 3 Polda Kerja Sama Petakan Jalur Tikus Jawa-Sumatera

Lonjakan pemudik yang cukup tinggi juga diperkirakan akan terjadi setelah larangan mudik selesai, yakni pada tanggal 18 Mei hingga 22 Mei 2021.

Terkait hal ini, Kapolres Lampung Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zaky Alkazar Nasution mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola Pelabuhan Bakauheni dan pemerintah daerah setempat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang ada prediksi seperti itu, karena larangan mudik mulai berlaku pada 6 Mei," kata Zaky.

Baca juga: Pemudik yang Masuk Blora Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada 4 dan 5 Mei tersebut, Zaky mengatakan pihaknya akan menyiapkan beberapa kantung parkir, baik itu di Pelabuhan Bakauheni dan lokasi lain.

"Jadi, supaya tidak ada penumpukan penumpang, atau kendaraan," kata Zaky.

Kemudian, pada "arus balik" sesudah larangan mudik selesai, yakni pada 18 - 22 Mei 2021, akan ada kebijakan khusus terkait ticketing bagi penumpang.

Baca juga: Cegah Pemudik, 338 Titik Penyekat Disiapkan dan Jalur Tikus Diawasi

"Nanti jika ada sistem eror, diupayakan paling lama 3 menit, gate langsung dibuka. Antisipasi penumpukan penumpang juga," kata Zaky.

Zaky menambahkan, meski tidak ada larangan untuk mudik sebelum 6 Mei 2021, pihaknya mengimbau agar masyarakat melengkapi diri dengan surat keterangan bebas Covid-19.

"Nanti kita periksa di pos-pos penyekatan. Diharapkan telah mempersiapkan surat (keterangan) bebas Covid-19," kata Zaky.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ini Penjelasan BMKG

Video Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ini Penjelasan BMKG

Regional
56 Pengungsi Korban Tanah Longsor di Cianjur Terpapar Covid-19, Tinggal di Tempat yang Sama

56 Pengungsi Korban Tanah Longsor di Cianjur Terpapar Covid-19, Tinggal di Tempat yang Sama

Regional
Dugaan Korupsi Perizinan Tambang, Kejati Sultra Tahan Eks PLT Kadis ESDM

Dugaan Korupsi Perizinan Tambang, Kejati Sultra Tahan Eks PLT Kadis ESDM

Regional
Sang Legenda Mimi Rasinah dan Tari Topeng Indramayu yang Bertahan Melintasi Zaman

Sang Legenda Mimi Rasinah dan Tari Topeng Indramayu yang Bertahan Melintasi Zaman

Regional
Buntut Diamuk Bupati Solok, 3 Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok, Petugas Kesehatan Dapat Peringatan Keras

Buntut Diamuk Bupati Solok, 3 Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok, Petugas Kesehatan Dapat Peringatan Keras

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penutupan Ruas Jalan di Bandung | Pegawai Pemkab Boyolali Jadi Korban Pinjol

[POPULER NUSANTARA] Penutupan Ruas Jalan di Bandung | Pegawai Pemkab Boyolali Jadi Korban Pinjol

Regional
Kepala Sekolah di Bima Diduga Cabuli 20 Siswi SD, Modus Periksa Uang Jajan di Saku Korban

Kepala Sekolah di Bima Diduga Cabuli 20 Siswi SD, Modus Periksa Uang Jajan di Saku Korban

Regional
Gara-gara Asmara Sejenis, Rian Tewas Dianiaya 9 Pria, Berawal dari Ajakan Berwisata

Gara-gara Asmara Sejenis, Rian Tewas Dianiaya 9 Pria, Berawal dari Ajakan Berwisata

Regional
Kasus Covid-19 di Cianjur Melonjak, Ruang Isolasi Penuh, Kematian Meningkat

Kasus Covid-19 di Cianjur Melonjak, Ruang Isolasi Penuh, Kematian Meningkat

Regional
Kisah Kakek Poniman, Uang Rp 30.000 Dijambret Saat Memulung Botol Bekas, Korban Penyandang Disalibitas

Kisah Kakek Poniman, Uang Rp 30.000 Dijambret Saat Memulung Botol Bekas, Korban Penyandang Disalibitas

Regional
Ikut Vaksinasi di Banda Aceh Bisa Dapat Sepeda Motor hingga TV, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Ikut Vaksinasi di Banda Aceh Bisa Dapat Sepeda Motor hingga TV, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Regional
BPBD Lebak Siapkan Jalur Evakuasi Tsunami

BPBD Lebak Siapkan Jalur Evakuasi Tsunami

Regional
Kasus Harian Naik, 92 Orang Positif Covid-19 di Provinsi Lampung

Kasus Harian Naik, 92 Orang Positif Covid-19 di Provinsi Lampung

Regional
Pleno Rekapitulasi PSU Pilkada Kalsel Rampung, Sahbirin-Muhidin Unggul

Pleno Rekapitulasi PSU Pilkada Kalsel Rampung, Sahbirin-Muhidin Unggul

Regional
Pergoki Anaknya Hendak Diperkosa, Seorang Ayah Tampar dan Pukul Pelaku

Pergoki Anaknya Hendak Diperkosa, Seorang Ayah Tampar dan Pukul Pelaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X