Di Bogor Ada 7 Titik Penyekatan Jalur Mudik, "Jalur Tikus" Kawasan Puncak Bogor Diperketat

Kompas.com - 20/04/2021, 20:35 WIB
Sejumlah kendaraan terlihat diberhentikan saat hendak menuju kawasan Puncak Bogor di sekitar Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSejumlah kendaraan terlihat diberhentikan saat hendak menuju kawasan Puncak Bogor di sekitar Simpang Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Aparat kepolisian resor (Polres) Bogor akan melakukan penyekatan jalur mudik 2021 di perbatasan krusial pintu masuk dan keluar wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penyekatan tersebut dilakukan menyusul adanya kebijakan larangan mudik Idul Fitri 2021 yang resmi dikeluarkan oleh pemerintah.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, untuk mendukung kebijakan itu, personel kepolisian akan melakukan penyekatan yang difokuskan di 7 titik di wilayah perbatasan salah satunya di Puncak Bogor.

"Sementara ini kita ada 7 titik penyekatan, tapi mungkin nanti akan berkembang terus karena kita ada 2 model, satu penangkalan terhadap dari (warga) Jabodetabek. Kedua pengecekan hasil swab antigen dan sertifikasi vaksin untuk yang di sini, karenakan di sini aglomerasi atau mudik lokal diperkenankan," kata Harus saat ditemui usai konfrensi pers di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Antisipasi Pemudik Nekat, 3 Polda Kerja Sama Petakan Jalur Tikus Jawa-Sumatera

Pemudik diputar balik

"Makanya kalau untuk di sini tetap kita laksanakan sesuai aturan itu, setiap masuk ke kabupaten (Bogor) harus menunjukan surat swab antigen dan sertifikasi vaksin," sambung dia.

Harun menyebut, penyekatan ini akan melibatkan petugas gabungan dari TNI, Polri dan Dinas Perhubungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para petugas akan mengawasi dan memeriksa masyarakat yang terindikasi hendak mudik, baik yang menggunakan motor, mobil, hingga naik bus antarkota, antarprovinsi.

"Metodenya kita tangkal, jadi kalau yang membandel mudik ya langsung diputarbalik seperti di Puncak Bogor misalnya. Jadi identifikasi (pemudik) itu dilihat dari plat nomor, barang bawaan dan kalau dari luar itu ada nanti KTP-nya kan," ucap dia.

Baca juga: Ketika Jalur Tikus Digunakan sebagai Akses ke Luar Jakarta oleh Pemudik dan Oknum Travel Gelap

Untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat mudik lewat tumpangan truk dan kendaraan melewati jalur tikus, maka petugas akan berpatroli dan tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas.

Sebab, tahun sebelumnya seringkali ada supir truk, bus, atau jasa travel yang kedapatan nekat membawa pemudik, begitupula dengan masyarakat yang kerap melewati jalur tikus di kawasan Puncak Bogor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Orang Rimba Lolos Seleksi Polisi, Singkirkan Ribuan Peserta Lain

Tiga Orang Rimba Lolos Seleksi Polisi, Singkirkan Ribuan Peserta Lain

Regional
'Pasien Lain Dilayani Kenapa Kakak Saya Tidak'

"Pasien Lain Dilayani Kenapa Kakak Saya Tidak"

Regional
Kedatangan Jenazah Anggota DPR Tertunda, Keluarga Mengamuk dan Rusak Fasilitas Bandara Sorong

Kedatangan Jenazah Anggota DPR Tertunda, Keluarga Mengamuk dan Rusak Fasilitas Bandara Sorong

Regional
Beredar Pesan Berantai Ajakan Demo Tolak PPKM di Semarang, Polisi Pastikan Hoaks

Beredar Pesan Berantai Ajakan Demo Tolak PPKM di Semarang, Polisi Pastikan Hoaks

Regional
Rampas Motor Warga, Oknum Polisi Dihajar Massa hingga Tak Sadarkan Diri, Begini Ceritanya

Rampas Motor Warga, Oknum Polisi Dihajar Massa hingga Tak Sadarkan Diri, Begini Ceritanya

Regional
ITS Luncurkan PlasmaHub, Platform Digital Pertemukan Pendonor Plasma Konvalesen dan Pasien Covid-19

ITS Luncurkan PlasmaHub, Platform Digital Pertemukan Pendonor Plasma Konvalesen dan Pasien Covid-19

Regional
Anak Perempuannya Hilang di Bukit Jin Dumai, Ayah: Ayo Sayang Mamak Sudah Nunggu, Pulang...

Anak Perempuannya Hilang di Bukit Jin Dumai, Ayah: Ayo Sayang Mamak Sudah Nunggu, Pulang...

Regional
Jual Kerak Telor Baru Laku 2 Porsi, Yanti Kaget Sisa Dagangannya Diborong Kapolda Rp 1,3 Juta

Jual Kerak Telor Baru Laku 2 Porsi, Yanti Kaget Sisa Dagangannya Diborong Kapolda Rp 1,3 Juta

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Pilu Shiri Berjuang Mencari Oksigen untuk Ibunya | Penemuan Jenazah Ibu dan Anak

[POPULER NUSANTARA] Kisah Pilu Shiri Berjuang Mencari Oksigen untuk Ibunya | Penemuan Jenazah Ibu dan Anak

Regional
Kasus Covid-19 Gorontalo Meningkat, BOR Isolasi dan RS di Atas 50 Persen

Kasus Covid-19 Gorontalo Meningkat, BOR Isolasi dan RS di Atas 50 Persen

Regional
Pria di Makassar Tembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran, Diduga karena Masalah Jemuran

Pria di Makassar Tembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran, Diduga karena Masalah Jemuran

Regional
Gara-gara Rampas Motor Warga, Anggota Polisi Babak Belur Dihajar Massa hingga Tak Sadarkan Diri

Gara-gara Rampas Motor Warga, Anggota Polisi Babak Belur Dihajar Massa hingga Tak Sadarkan Diri

Regional
Pedagang Patuhi Jam Malam dan Prokes di Salatiga Terima Bantuan Sembako

Pedagang Patuhi Jam Malam dan Prokes di Salatiga Terima Bantuan Sembako

Regional
Bocah 6 Tahun Mendadak Hilang Saat Bermain di Semak-semak, Tim SAR Diterjunkan

Bocah 6 Tahun Mendadak Hilang Saat Bermain di Semak-semak, Tim SAR Diterjunkan

Regional
Provinsi Banten Kesulitan Memiliki Rumah Sakit Darurat Covid-19, Ini Kendalanya

Provinsi Banten Kesulitan Memiliki Rumah Sakit Darurat Covid-19, Ini Kendalanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X