Terkena Razia, Pelanggar Prokes Ini Pilih Bayar Denda ketimbang Hukuman Sosial

Kompas.com - 20/04/2021, 18:23 WIB
Pelanggar protokol kesehatan membersihkan halaman kantor Kecamatan Pabelan. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAPelanggar protokol kesehatan membersihkan halaman kantor Kecamatan Pabelan.

UNGARAN, KOMPAS.com - Selama periode Maret hingga April 2021, sebanyak kurang lebih 800 pelanggar terjaring dalam Operasi Yustisi penegakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dari jumlah tersebut, kebanyakan memilih membayar denda ketimbang melakukan hukuman sosial.

Baca juga: Wali Kota Blitar Didenda 50 Kali Lebih Banyak Dibanding Pelanggar Prokes Lain, Ini Alasannya

Kasi Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Semarang Wahyu Pito Nugroho mengatakan, denda yang harus dibayar sesuai Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit sebesar Rp 20.000.

"Total denda pelanggaran terkumpul sebanyak Rp 12 juta yang kemudian disetor ke kas daerah sesuai peraturan yang berlaku," jelasnya saat razia protokol kesehatan di Kantor Kecamatan Pabelan, Selasa (20/4/2021).

Wahyu Pito mengungkapkan, sebagian besar pelanggar memilih membayar denda dengan alasan waktu.

"Sebab sanksi membersihkan lingkungan sekitar harus dijalankan selama 20 menit,” terangnya.

Baca juga: Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Berdasarkan evaluasi, lanjut Pito, terjadi kecenderungan penurunan jumlah pelanggar protokol kesehatan dari warga Kabupaten Semarang.

"Sedangkan untuk warga luar Kabupaten Semarang yang melintas dan terjaring operasi jumlahnya rata-rata 40 persen dari total jumlah pelanggar," ungkapnya.

Pito berharap warga terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat terutama saat berada di luar rumah.

Menurutnya, penerapan sanksi selama kegiatan operasi yustisi mampu menjadikan warga lebih taat prokes.

Dari Operasi Yustisi di Kecamatan Pabelan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, 33 pelanggar memilih membayar denda dan 14 lainnya memilih membersihkan lingkungan kantor Kecamatan Pabelan.

“Pelaksanaan operasi yustisi akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai peraturan yang berlaku agar warga semakin disiplin menerapkan prokes,” tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 7 Mei 2021

Regional
Pemda Izinkan Shalat Id Berjemaah di Bangka Belitung

Pemda Izinkan Shalat Id Berjemaah di Bangka Belitung

Regional
Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 628 Orang, 17 Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 628 Orang, 17 Meninggal Dunia

Regional
BBWS Bengawan Solo Langsung Tindak Lanjuti Usulan Nelayan Brondong kepada Presiden Jokowi

BBWS Bengawan Solo Langsung Tindak Lanjuti Usulan Nelayan Brondong kepada Presiden Jokowi

Regional
Meski Diduga Sakit Jiwa, Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Tetap Diproses Hukum

Meski Diduga Sakit Jiwa, Penampar Imam Masjid di Pekanbaru Tetap Diproses Hukum

Regional
Ganjar Minta Kapal dari Negara Berbahaya Tak Berlabuh di Jateng

Ganjar Minta Kapal dari Negara Berbahaya Tak Berlabuh di Jateng

Regional
Kemungkinan Bawa Varian Baru Covid-19, Sampel Genome 13 ABK Asing di Cilacap Diperiksa

Kemungkinan Bawa Varian Baru Covid-19, Sampel Genome 13 ABK Asing di Cilacap Diperiksa

Regional
Sebelum Ditangkap, Buronan Teroris Sempat Minta Didoakan karena Punya Masalah

Sebelum Ditangkap, Buronan Teroris Sempat Minta Didoakan karena Punya Masalah

Regional
Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Sopir yang Ancam Tembak Pengendara Motor di SPBU Ternyata Bukan Polisi, Ini Faktanya

Regional
Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Rumahnya Ludes Terbakar, Seorang Kakek di Pati Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 7 Mei 2021

Regional
Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Dinkes Nganjuk Siapkan 2.000 Alat Rapid Test Antigen untuk Pos Penyekatan

Regional
Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Cerita Ketua RT Saksi Mata Penangkapan Buronan Teroris di Sukabumi

Regional
Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Panglima TNI dan Kapolri ke Papua dan Gelar Pertemuan Tertutup, Ada Apa?

Regional
Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Pemudik Jalan Kaki dari Gombong ke Bandung, Sempat Berjalan hingga 11 Malam gara-gara Tak Temukan Tempat Istirahat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X