Kompas.com - 20/04/2021, 09:03 WIB
Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam tayangan BEGINU S2 Eps7: Ganjar Pranowo, Diplomasi Kaos Oblong dan Perjalanan Merawat Akar di Kanal YouTube Kompas.com. Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam tayangan BEGINU S2 Eps7: Ganjar Pranowo, Diplomasi Kaos Oblong dan Perjalanan Merawat Akar di Kanal YouTube Kompas.com.

SEMARANG, KOMPAS.com - Masih lekat dalam ingatan Ganjar Pranowo tentang perjuangan masa lalunya hingga sekarang menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

Ganjar yang memimpin Provinsi Jawa Tengah dua periode ini memaknai perjalanan hidup layaknya merawat akar yang senantiasa bertumbuh.

Berangkat dari pengalaman yang menempa dirinya, membuat Ganjar tak ingin tercerabut dari akar, tempat di mana semua berasal.

Baca juga: Kata Ganjar Pranowo soal Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Ada kenangan yang kembali menyeruak di benak pria kelahiran Tawangmangu, Karanganyar, ini tentang teman-teman dan guru sekolah hingga cerita pernah tinggal di kos-kosan.

"Saya itu tidak mau tercerabut dari akar saya. Jadi kalau saya ketemu teman-teman saya bukan karena jabatan saya, terus mereka berubah. Saya enggak mau. Temen-temen saya naik gunung di Yogya itu kalau panggil saya 'Njar' ada yang panggil 'Njret' saya enggak peduli," diungkapkan Ganjar kepada Pemimpin Redaksi Kompas.com Wisnu Nugroho dalam tayangan "BEGINU S2 Eps7: Ganjar Pranowo, Diplomasi Kaos Oblong dan Perjalanan Merawat Akar" di Kanal YouTube Kompas.com.

Ganjar teringat ketika hidup di Yogyakarta bersama kedua kakaknya di kos-kosan berukuran 3 x 2 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, Ganjar mengenyam bangku SMA dan melanjutkan perguruan tinggi di Fakultas Hukum, Universitas Gajah Mada.

Baca juga: Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Satu Suara soal Larangan Mudik

Lahir bukan dari keluarga kaya raya, membuat Ganjar terbiasa hidup mandiri.

Menurutnya, tinggal di kos-kosan sederhana itu sudah lebih dari cukup.

"Di Yogja lebih mak jleb buat saya. Karena saya tumbuh di sana. Saya SMA sudah kos masak sendiri waktu itu dengan kakak saya, sepupu saya satu kamar bertiga ukuran 3 x 2 meter kecil. Karena kita tidak dari keluarga kaya jadi seperti itu sudah oke banget," ungkap Ganjar yang gemar memakai kaos oblong ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Regional
Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Regional
3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

Regional
Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Regional
Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Regional
Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Regional
5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

Regional
Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Regional
Kadinkes Pontianak Positif Covid-19, Diisolasi di RS karena CT 12,6

Kadinkes Pontianak Positif Covid-19, Diisolasi di RS karena CT 12,6

Regional
36 Anak di Surabaya Terinfeksi Covid-19, Sebagian Tertular dari Orangtua

36 Anak di Surabaya Terinfeksi Covid-19, Sebagian Tertular dari Orangtua

Regional
Upacara Kasada 2021 Suku Tengger, Jumlah Warga Dibatasi, Dijaga 200 Anggota Petugas

Upacara Kasada 2021 Suku Tengger, Jumlah Warga Dibatasi, Dijaga 200 Anggota Petugas

Regional
Satu Ruangan dengan Anggota DPRD yang Positif Covid-19, 1 Legislator Terinfeksi

Satu Ruangan dengan Anggota DPRD yang Positif Covid-19, 1 Legislator Terinfeksi

Regional
Universitas Brawijaya Terima 5.400 Peserta Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, Masih Ada 2 Gelombang Lagi

Universitas Brawijaya Terima 5.400 Peserta Seleksi Mandiri Gelombang Pertama, Masih Ada 2 Gelombang Lagi

Regional
Banyak Pasien Covid-19 Sembuh, 'Lockdown' Desa Sidodowo Lamongan Mulai Dibuka

Banyak Pasien Covid-19 Sembuh, "Lockdown" Desa Sidodowo Lamongan Mulai Dibuka

Regional
Gempa M 5,4 Guncang Pulau Seram Maluku, Warga Panik Berhamburan

Gempa M 5,4 Guncang Pulau Seram Maluku, Warga Panik Berhamburan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X