Usai Bunuh Pacarnya, Oknum TNI Ini Buang Jasad Korban ke Jurang Sedalam 100 Meter, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Kompas.com - 20/04/2021, 05:13 WIB
Ilustrasi Pembunuhan JITETIlustrasi Pembunuhan

KOMPAS.com - Setelah menghabisi pacarnya RR (30), oknum anggota TNI berinisial Prajurit Kepala (Praka) MAM, membuang jasad korban ke sebuah jurang sedalam 100 meter di Jalan Transad, Balikpapan Timur, Kalimantan Timur.

Hal itu diungkapkan Kapendam VI/Mulawarman Letkol Inf Taufik Hanif.

Diketahui, RR merupakan guru honorer di salah satu SD di Balikpapan.

Pembunuhan itu terjadi pada 1 Maret 2021 hingga akhirnya jasad korban ditemukan dalam keadaan tinggal tulang pada Selasa (13/4/2021).

"Sudah satu bulan kejadiannya jadi sisa tulang-tulang saja. Tapi sudah ditemukan semua tulangnya," kata Taufik, dikutip dari TribunKaltim.co.

Baca juga: Brigadir Agus Terlantar 10 Hari di Merak, Ini Kata Polda Lampung

Masih kata Taufik, setelah dua minggu pasca-pembunuhan itu, Praka MAM lantas mendatangi kembali lokasi untuk mengambil pakaian korban dengan maksud menghilangkan jejak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah 2 minggu, diambil. Kalau pengakuan (keluarga) korban, jaket, jilbab kalau tidak salah, diambil kemudian dibuang ke tempat yang jauhnya sekitar 2-3 kilometer dari TKP," jelasnya.

Baca juga: Motif Oknum TNI Bunuh Pacar di Balikpapan, Kesal karena Sering Diajak Nikah

Terbongkarnya kasus ini setelah Polisi Militer Kodam VI/Mulawarman melakukan pemeriksaan secara intefis terhadap Praka MAM pada Jumat (9/4/2021).

Setelah diperiksa, akhirnya Senin (12/4/2021) Praka MAM mengakui perbuatannya yang telah menghabisi nyawa RR.

"Terhadap diduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan intensif dan resmi ditahan karena merupakan orang terakhir yang mengantarkan korban," ujarnya.

Baca juga: Gerebek Kampung Narkoba, Polisi: Kampung Ini Sudah Tidak Bisa Disentuh, Banyak Oknum yang Membekingi Mereka

Kata Taufik, berdasarkan hasil pemeriksaan, motif Praka MAM tega menghabisi nyawa pacarnya karena kesal sering ditanya kapan akan menikahinya.

"Pelaku dan korban kenalan di sosial media (Facebook) sejak 2019. Statusnya pacaran, namun pelaku kesal karena ditanya kapan menikahi dirinya terus. Intinya modus asmara," ungkapnya.

Sementara itu, ayah RR, Kuswanto berharap pelaku yang telah membunuh anaknya dapat dihukum mati atas perbuatannya.

“Kami minta dihukum mati saja, sesuai perbuatannya. Itu bukan manusia lagi itu, iblis itu Pak,” kata Kuswanto saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Kronologi Seorang Polisi Dibacok Saat Melerai Keributan, Pelaku Ditangkap

 

(Penulis : Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor : Dony Aprian)/TribunKaltim.co



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Maluku Tengah Janji Kirim Obat-obatan dan Tenaga Medis ke Lokasi Pengungsian

Bupati Maluku Tengah Janji Kirim Obat-obatan dan Tenaga Medis ke Lokasi Pengungsian

Regional
Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Regional
Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Regional
2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

Regional
Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Regional
Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Regional
Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Regional
Pasien Covid-19 yang Miliki Kandungan Miliaran Virus Ditemukan di Kalbar

Pasien Covid-19 yang Miliki Kandungan Miliaran Virus Ditemukan di Kalbar

Regional
2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

Regional
Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Regional
Video Viral Kerumunan di Sleman Berjoget di Mal Saat Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Video Viral Kerumunan di Sleman Berjoget di Mal Saat Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Regional
Ultah Ke-94 Persebaya, Lagu 'Song For Pride' Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Ultah Ke-94 Persebaya, Lagu "Song For Pride" Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Regional
Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Regional
Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X