Kisah Nurzein, Bocah Lulusan SD Jajakan “Borondong Beledug” demi Bantu Biaya Sekolah Adik hingga Kuliah

Kompas.com - 20/04/2021, 04:00 WIB
Nurzein, bocah 14 tahun bertemu Dedi Mulyadi saat anak yatim itu menjajakan berondong beledug di Purwakarta, Jawa Barat, pada 13 April lalu. Dok Dedi MulyadiNurzein, bocah 14 tahun bertemu Dedi Mulyadi saat anak yatim itu menjajakan berondong beledug di Purwakarta, Jawa Barat, pada 13 April lalu.

"Dalam satu minggu, 4 kali biasanya dia menjelajah menapakan kaki di tengah terik matahari. Jika dagangannya habis, dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 100.000. Uang keuntungan itu dia tabung," tuturnya.

Bertambah kaget Dedi ketika diketahui uang keuntungan penjualan borondong beledug yang tidak seberapa, ternyata juga disisihkan untuk menghidupi neneknya serta membiayai sekolah adiknya yang tinggal di Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

Sisanya, lanjut Dedi, Nurzein tabungkan untuk menggapai mimpinya yang sangat sederhana.
"Cita-citanya sangat mulia yakni ingin naik haji, membuka toko dan membangun masjid. Tabungannya kini baru berjumlah Rp 6 juta saja. Sebagian uang keuntungan dagang dia gunakan untuk perawatan neneknya juga biaya sekolah sang adik di Pasir Jambu," bebernya.

Dedi tidak mampu membendung air matanya ketika mengetahui bahwa Nurzein masih sanggup menjalankan ibadah puasa meski harus berjalan puluhan kilometer untuk mencari nafkah.

"Spirit Ramadhan membuat jiwanya menjadi semakin kuat. Ibadah puasa tidak menjadikan halangan baginya untuk terus berkeliling. Semoga Nurzein menjadi pengusaha besar, sebesar pikiran dan harapannya," tandasnya.

Ingin bantu adik hingga kuliah

Dedi mengatakan, Nurzein sudah ditinggal ayahnya meninggal sejak ia masih berada di dalam kandungan dengan usia 3 bulan. Ibunya melahirkan Nurzein di rumah sang nenek.

Sebulan setelah melahirkan Nurzein, sang ibu pergi bekerja menjadi pembantu lalu menikah lagi. Setelah itu, kata Dedi, Nurzein diurus oleh neneknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Anak itu tumbuh menjadi mandiri karena keprihatinan hidupnya. Sejak belajar di kelas 1 SD, ia sudah bekerja membuat berondong beledug. Dia belerja dengan upah Rp 1 juta per bulan,” kata Dedi.

Setelah kelas 3 SD, Nurzein menjadi penjual makanan ringan seperti kacang polong dan lainnya. Ia berjualan cemilan itu sampai tamat SD.

Setelah tamat SD, Nurzein berjualan kerupuk yang dikirim dari bos kerupuk asal Cianjur. Ia berangkat dari rumahnya di Desa simpang, Kecamatan Pasir Kuda ke Kota Cianjur dengan menempuh perjalanan 3 jam naik mobil angkuan umum. Ia berangkat pukul 07.00 pagi dan sampai Kota Cianjur pukul 10.00. Lalu ia pulang pukul 19.00 dan sampai rumah pukul 22.00.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Kemegahan Pullman Mandalika, Hotel Bintang 5 dengan Nilai Investasi Rp 709 Miliar

Mengintip Kemegahan Pullman Mandalika, Hotel Bintang 5 dengan Nilai Investasi Rp 709 Miliar

Regional
Jebakan Tikus Beraliran Listrik Kembali Renggut Korban, Ini Imbauan Bupati Ngawi...

Jebakan Tikus Beraliran Listrik Kembali Renggut Korban, Ini Imbauan Bupati Ngawi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 22 September 2021

Regional
Talut Ambrol Saat Dipukul dengan Telapak Tangan, DPRD Banjarnegara: Kami Kecewa

Talut Ambrol Saat Dipukul dengan Telapak Tangan, DPRD Banjarnegara: Kami Kecewa

Regional
Cerita Warga soal Rumah Angling Dharma: Baginda seperti Pahlawan...

Cerita Warga soal Rumah Angling Dharma: Baginda seperti Pahlawan...

Regional
Inovasi Produk Unggulan Berbasis Ikan, Lamongan Luncurkan Pandu Siskamaya

Inovasi Produk Unggulan Berbasis Ikan, Lamongan Luncurkan Pandu Siskamaya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 22 September 2021

Regional
Gara-gara Giliran Minum Miras Terlewatkan, Cekcok Antar Teman Berujung Maut

Gara-gara Giliran Minum Miras Terlewatkan, Cekcok Antar Teman Berujung Maut

Regional
Gara-gara Sampah Bekas Minuman Terbang ke Pekarangannya, Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar secara Sadis

Gara-gara Sampah Bekas Minuman Terbang ke Pekarangannya, Pengasah Pisau Jagal Bunuh Adik Ipar secara Sadis

Regional
Pemkab Lamongan Akhirnya Kantongi Hak Paten Soto Lamongan dan Nasi Boranan

Pemkab Lamongan Akhirnya Kantongi Hak Paten Soto Lamongan dan Nasi Boranan

Regional
Nginap di Rumah Orang Rimba, Nadiem Makarim Dihadiahi Kaus Bertuliskan 'Kami Ingin Bisa Membaca dan Menulis'

Nginap di Rumah Orang Rimba, Nadiem Makarim Dihadiahi Kaus Bertuliskan "Kami Ingin Bisa Membaca dan Menulis"

Regional
Kronologi Balita Tewas Tersengat Listrik, Tarik Bola Lampu yang Menyala Saat Ibu Ganti Baju

Kronologi Balita Tewas Tersengat Listrik, Tarik Bola Lampu yang Menyala Saat Ibu Ganti Baju

Regional
Diduga akibat Korsleting Saat Isi Daya Listrik Ponsel, 10 Rumah Semi Permanen di Bandung Terbakar

Diduga akibat Korsleting Saat Isi Daya Listrik Ponsel, 10 Rumah Semi Permanen di Bandung Terbakar

Regional
Kota Blitar PPKM Level 3 di Instruksi Mendagri, Wali Kota: Sesuai Rilis Bu Gubernur, Kita di Level 2

Kota Blitar PPKM Level 3 di Instruksi Mendagri, Wali Kota: Sesuai Rilis Bu Gubernur, Kita di Level 2

Regional
Pamit Naik ke Gunung Merapi, Warga Kalitengah Lor Sleman Hilang

Pamit Naik ke Gunung Merapi, Warga Kalitengah Lor Sleman Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.