Cegah Pemudik, 338 Titik Penyekat Disiapkan dan Jalur Tikus Diawasi

Kompas.com - 19/04/2021, 20:31 WIB
Ilustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol Cikopo-Palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 338 titik penyekatan disiapkan di berbagai titik khususnya perbatasan antarprovinsi. Itu dilakukan untuk mencegah pemudik yang nekat mudik.

"Titik penyekatan tersebut disebar di 27 kabupaten dan kota di Jabar," ujar Kepala Bidang Perhubungan Transportasi Darat Dinas Perhubungan Jawa Barat, Iskandar saat dihubungi, Senin (19/4/2021).

Dari jumlah itu, di antaranya 13 titik di Kabupaten Bogor dan 5 titik di Sukabumi. Titik-titik tersebut akan dijaga oleh petugas gabungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Hery Antasari mengatakan, selain penyekatan, pihaknya mengawasi jalur-jalur tikus yang kemungkinan digunakan warga yang nekat mudik ke kampung halaman.

Menurut Hery, berdasarkan data pusat Litbang Kemenhub, ada sekitar 83 juta warga di Indonesia yang biasanya melakukan mudik tahunan. Sebanyak 52 juta jiwa di antaranya ada di Pulau Jawa.

Dari angka terseut, ada sekitar 10,3 juta yang berasal dari Jabodetabek, di mana 4 juta merupakan warga Jabar.

Baca juga: Ada 16 Titik Penyekatan Mudik di Banten, Ini Lokasinya

Sedangkan dari Jawa Barat sendiri ada sekitar 13 juta. Artinya ada sekitar 17 juta warga Jabar yang diprediksi akan melakukan mudik.

Namun, karena pandemi Covid-19, masyarakat dilarang mudik. Meski demikian, ada kemungkinan 11 persen warga yang nekat mudik walau sudah ada larangan dari pemerintah.

Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya berkoordinasi dengan Dishub kabupaten/kota dan satgas Covid-19 setempat untuk sama-sama bertanggug jawab dalam pengendalian antisipasi pemudik.

"Artinya setiap daerah harus aware dengan data dan harus siap dengan kebijakan. Tapi konsepnya lebih ke pendekatan dan koordinasi," kata Hery.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Herawanto mengatakan, kebutuhan uang selama Ramadhan dan Lebaran 2021 di Jawa Barat (di luar Bogor, Depok, dan Bekasi) mencapai Rp 17,45 triliun.

Jumlah tersebut naik empat kali lipat dibanding hari biasa. Namun dibanding Ramadhan dan Idul Fitri tahun lalu turun 19,44 persen dari Rp 21,66 triliun.

"Angka penurunan ini terjadi selain karena pandemi Covid-19 juga karena peralihan transaksi dari tunai ke non tunai," tutur Herawanto.

Baca juga: Daftar 14 Titik Penyekatan di Karawang Selama Larangan Mudik 6-17 Mei

Untuk tahun ini, kebutuhan tersebut ada di Priangan sebesar Rp 12,21 triliun, kemudian Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) Rp 3,19 triliun dan Priangan Timur Rp 2,05 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSUD Lebak 5 Kali Kecurian Alkes, Ternyata Pelakunya Sekuriti hingga Cleaning Service

RSUD Lebak 5 Kali Kecurian Alkes, Ternyata Pelakunya Sekuriti hingga Cleaning Service

Regional
Kasus Guru TK Nyaris Bunuh Diri Karena Terjerat 24 Pinjol Ilegal, Ini Kata Pemkot Malang

Kasus Guru TK Nyaris Bunuh Diri Karena Terjerat 24 Pinjol Ilegal, Ini Kata Pemkot Malang

Regional
2 Wisatawan yang Hilang di Pantai Selatan Garut Akhirnya Ditemukan

2 Wisatawan yang Hilang di Pantai Selatan Garut Akhirnya Ditemukan

Regional
Bocah Perempuan Ini Dicabuli Saat Shalat, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Bocah Perempuan Ini Dicabuli Saat Shalat, Aksi Pelaku Terekam CCTV

Regional
20 Tahun Jalan Rusak Parah Tidak Diperbaiki, Warga Ngawi Akhirnya Urunan

20 Tahun Jalan Rusak Parah Tidak Diperbaiki, Warga Ngawi Akhirnya Urunan

Regional
Dianggap Nakal, Bocah Ini Tewas Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi, Mayatnya Disimpan 4 Bulan di Kamar

Dianggap Nakal, Bocah Ini Tewas Ditenggelamkan Orangtua di Bak Mandi, Mayatnya Disimpan 4 Bulan di Kamar

Regional
Penyebab Pasti Tenggelamnya KRI Nanggala-402 Masih Menjadi Misteri

Penyebab Pasti Tenggelamnya KRI Nanggala-402 Masih Menjadi Misteri

Regional
Sidak dan Copot Kepling Pelaku Pungli, Bobby: Kembalikan Uangnya, Jangan Bikin Susah Masyarakat

Sidak dan Copot Kepling Pelaku Pungli, Bobby: Kembalikan Uangnya, Jangan Bikin Susah Masyarakat

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 18 Mei 2021

Regional
Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Mengalami Penurunan

Jumlah Kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang Mengalami Penurunan

Regional
2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Senjata Jenis SS2 Juga Dirampas Pelaku

2 Prajurit TNI Gugur Diserang OTK, Senjata Jenis SS2 Juga Dirampas Pelaku

Regional
Pamit Melamar Kerja dan Hilang 4 Hari, Nona Ditemukan Tewas Membusuk dan Dipenuhi Belatung

Pamit Melamar Kerja dan Hilang 4 Hari, Nona Ditemukan Tewas Membusuk dan Dipenuhi Belatung

Regional
Sosok GTS, Bocah yang Jadi Tersangka Perahu Terbalik Waduk Kedung Ombo, Baru Setahun Kerja, Terima Upah Rp 100.000 Sehari

Sosok GTS, Bocah yang Jadi Tersangka Perahu Terbalik Waduk Kedung Ombo, Baru Setahun Kerja, Terima Upah Rp 100.000 Sehari

Regional
Tak Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19, Pemudik 'Mengular' di Pelabuhan Bakauheni

Tak Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19, Pemudik "Mengular" di Pelabuhan Bakauheni

Regional
Pencuri Ini Tertangkap Setelah Sepeda Motornya Tertinggal di Lokasi Kejadian

Pencuri Ini Tertangkap Setelah Sepeda Motornya Tertinggal di Lokasi Kejadian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X