Motif Oknum TNI Bunuh Pacar di Balikpapan, Kesal karena Sering Diajak Nikah

Kompas.com - 19/04/2021, 17:15 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas

Tiba hari gelap Kuswanto mencoba lagi ke MAM, berdering namun tak dijawab.

Esoknya, Selasa (2/3/2021) Kuswanto menghubungi kembali MAM meminta ke rumah.

Sore hari sekitar pukul 17.00 Wita, MAM tiba di rumah, Kuswanto menceritakan RR belum pulang ke rumah sejak kemarin.

MAM berdalih terakhir ketemu RR Senin siang di daerah Manggar. Setelah itu putus komunikasi karena korban pergi bersama temannya.

Sejak itu, MAM pura-pura ikut mencari sang pacar yang disebut hilang.

“Minggu (pekan) pertama dan kedua saya cari sama dia (pelaku) didampingi danremnya. Kalau dia (pelaku) cari pasti mampir ke rumah. Bilang mutar ke sana ke sini. Setiap dia keluar cari selalu dalam pengawasan kompi. Mereka mampir ke rumah. Danremnnya juga dia bohongi karena temani dia cari anak saya,” terang Kuswanto.

Satu bulan terlewati RR tak kunjung ditemukan. Jumat, (9/4/2021), Polisi Militer Kodam VI/Mulawarman tiba-tiba memeriksa MAM.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemeriksaan dilakukan karena, didapat bukti korban terakhir ketemu MAM setelah dinyatakan hilang.

Pemeriksaan dilakukan intensif hingga terbongkar pada, Senin, (12/4/2021).

MAM mengakui membunuh korban dan membuangnya di di sebuah jurang kira-kira sedalam 100 meter di Jalan Transad, Balikpapan Timur.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Regional
Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Regional
Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Prabowo Akan Beri Penghargaan Patriot Bela Negara ke 11.485 Eks Pejuang Timtim

Regional
Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Oplos Minuman dengan Disinfektan, Seorang Napi Tewas, 20 Dirawat di RS

Regional
Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata Andalan

Kisah Sumur Tujuh Bangka Tengah, Dulu Tempat Jepang Produksi Garam, Kini Jadi Wisata Andalan

Regional
Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Regional
Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Kapolda NTT Berantas Premanisme, Razia Preman Pelabuhan hingga Terminal Bus

Regional
Teror Lempar Batu 'Hantui' Warga Semarang, Polisi: Korbannya Para Sopir Truk

Teror Lempar Batu "Hantui" Warga Semarang, Polisi: Korbannya Para Sopir Truk

Regional
Taman Nasional di Indonesia, Sudah Ada Sejak Zaman Sriwijaya

Taman Nasional di Indonesia, Sudah Ada Sejak Zaman Sriwijaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X