Sipir Jadi Kurir Ganja Napi di Lapas Bukittinggi Terancam Dipecat, Akan Dimasukkan ke Nusa Kambangan

Kompas.com - 19/04/2021, 13:54 WIB
Ilustrasi thawornnurakIlustrasi

PADANG, KOMPAS.com - Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Biaro Bukittinggi, HS (30) yang menjadi sindikat penyebar narkoba di Lapas itu terancam dipecat.

Selain itu, jika terbukti bersalah akan dipenjarakan di Nusa Kambangan.

"Terbukti kita pecat dan dikirim ke penjara nusa kambangan. Ini konsekuensi dari pegawai kita yang terlibat jaringan narkoba," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumbar, Andhika Dwi Prasetya yang dihubungi Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Andhika mengatakan hukuman penjara di Nusa Kambangan bagi pegawai yang terlibat jaringan narkoba adalah instruksi dari Kemenkumham sendiri.

"Jadi kita tidak main-main. Oknum ini telah mencoreng institusi sehingga pantas mendapatkan hukuman itu," kata Andhika.

Baca juga: Sipir yang Edarkan Ganja di Lapas Bukittinggi Mengaku hanya Diupah Rp 1 Juta

Menurut Andhika, pihaknya tetap dengan asas praduga tak bersalah dan semua proses penegakan hukum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas ke akar-akarnya," kata Andhika.

Untuk Lapas sendiri, kata Andhika, pihaknya telah membentuk tim investigasi.

"Kita langsung bentuk tim yang dikoordinir Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumhan Sumbar. Tim sudah turun ke sana," kata Andhika.

Saat ini, kata Andhika, tim melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut serta pihak Lapas yang terkait dengan kasus tersebut

"Kita lakukan pemeriksaan. Juga terhadap pihak-pihak lain di lingkungan Lapas Bukittinggi yang mungkin terlibat," kata Andhika.

Baca juga: Sebelum Jaringannya Terungkap, Pelajar, Sipir dan Napi Sukses 2 Kali Edarkan Ganja di Lapas Bukittinggi

Sebelumnya diberitakan, kepolisian Resor Bukittinggi, Sumatera Barat berhasil mengungkap jaringan narkoba yang dikendalikan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Biaro Bukittinggi.

Dua narapidana, E (25) dan HR (37) serta seorang sipir Lapas, HS (30) dan pelajar TR (17) berhasil diringkus polisi karena diduga menjadi sindikat penyebar barang haram jenis ganja tersebut.

"Ada empat orang yang kita amankan, Jumat (16/4/2021) kemarin terkait kasus narkoba di Lapas Biaro," kata Kepala Satuan Narkoba Polres Bukittinggi, AKP Aleyxi yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Aleyxi peristiwa berawal dari adanya laporan masyarakat tentang adanya peredaran narkoba yang melibatkan seorang pelajar TR.

Baca juga: Jaringan Narkoba di Lapas Bukittinggi Libatkan Sipir, Napi dan Pelajar, Kemenkumham: Biar Polisi Ungkap Sampai ke Akarnya

 

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap TR di rumahnya dengan barang bukti 5 kilogram narkoba jenis ganja.

"Saat dilakukan penangkapan ternyata TR akan memasok ganja ke HS yang merupakan sipir di Lapas Biaro. HP TR terus berbunyi karena ditelpon oleh HS," kata Aleyxi.

Kemudian, polisi menangkap HS di daerah Biaro saat menunggu barangnya diantar TR.

Dari tangan HS juga disita barang bukti 5 kilogram ganja.

"Dari pengakuan HS, dia bekerjasama dengan dua napi E dan HR," kata Aleyxi.

Setelah berkoordinasi dengan Kepala Lapas, kemudian polisi menangkap E dan HR.

"E dan HR merupakan napi kasus yang sama yaitu narkoba," kata Aleyxi.

E dan HR, kata Aleyxi bertugas sebagai penyebar barang haram tersebut di Lapas.

"Saat ini, empat pelaku sudah kita amankan di Mapolres Bukittinggi," kata Aleyxi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Ruas Jalan Utama di Purwokerto Bakal Ditutup Mulai Kamis Malam

7 Ruas Jalan Utama di Purwokerto Bakal Ditutup Mulai Kamis Malam

Regional
UPDATE: Lokasi dan Aturan Baru Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang 29 Juni

UPDATE: Lokasi dan Aturan Baru Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang 29 Juni

Regional
Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Tes Antigen dan Screening di Pos Penyekatan Suramadu Resmi Ditiadakan, Bergeser ke 8 Desa Zona Merah Covid-19 Bangkalan

Regional
Satu Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Jember Lockdown

Satu Anggota Dewan Positif Covid-19, Kantor DPRD Jember Lockdown

Regional
Pengurus Sekolah yang Siswanya Rusak Makam di Solo: Kami Sudah Larang

Pengurus Sekolah yang Siswanya Rusak Makam di Solo: Kami Sudah Larang

Regional
Bupati Majalengka Positif Covid-19, 30 Orang Kontak Erat Jalani Isoman

Bupati Majalengka Positif Covid-19, 30 Orang Kontak Erat Jalani Isoman

Regional
Satgas Covid-19 Curiga Virus Varian Baru Menyebar di Pamekasan, Ini Penyebabnya

Satgas Covid-19 Curiga Virus Varian Baru Menyebar di Pamekasan, Ini Penyebabnya

Regional
Stok Oksigen di RSUD Yogyakarta Cukup untuk Tiga Hari ke Depan

Stok Oksigen di RSUD Yogyakarta Cukup untuk Tiga Hari ke Depan

Regional
Menyoal Pencurian Batu Akik Senilai Rp 11 Miliar, Dijual Rp 280 Juta, Habis untuk Judi hingga Beli Motor

Menyoal Pencurian Batu Akik Senilai Rp 11 Miliar, Dijual Rp 280 Juta, Habis untuk Judi hingga Beli Motor

Regional
Terdampak Klaster Hotel dan Pabrik, Dusun di Kabupaten Semarang 'Lockdown'

Terdampak Klaster Hotel dan Pabrik, Dusun di Kabupaten Semarang "Lockdown"

Regional
Sembuh dari Covid-19, 82 Warga Kudus di Donohudan Boyolali Dipulangkan

Sembuh dari Covid-19, 82 Warga Kudus di Donohudan Boyolali Dipulangkan

Regional
Pemprov Bantah Work From Bali Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Pemprov Bantah Work From Bali Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Regional
Bantah Work From Bali Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Penjelasan Pelaku Pariwisata

Bantah Work From Bali Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Penjelasan Pelaku Pariwisata

Regional
Kepri Masuk Delapan Provinsi Kasus Covid-19 Tertinggi Se-Indonesia

Kepri Masuk Delapan Provinsi Kasus Covid-19 Tertinggi Se-Indonesia

Regional
Happy Kaget, Uang Rp 6 Juta di Rekeningnya Raib padahal Tak Lakukan Penarikan, Ini Kata Polisi

Happy Kaget, Uang Rp 6 Juta di Rekeningnya Raib padahal Tak Lakukan Penarikan, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X