Peneror Putri Bupati Brebes Ditangkap, Ditembak karena Acungkan Pisau

Kompas.com - 19/04/2021, 05:12 WIB
Polisi menggeledah mobil ZR (33) salah satu pelaku teror putri Bupati Brebes, Idza Priyanti yang tertangkap di lampu merah Terminal Bus Kota Tegal, Minggu (18/4/2021) malam. (Istimewa) Tresno Setiadi/kompas.comPolisi menggeledah mobil ZR (33) salah satu pelaku teror putri Bupati Brebes, Idza Priyanti yang tertangkap di lampu merah Terminal Bus Kota Tegal, Minggu (18/4/2021) malam. (Istimewa)

BREBES, KOMPAS.com - ZR (33) satu dari dua pelaku teror terhadap putri Bupati Brebes Idza Priyanti akhirnya dibekuk polisi setelah kabur saat diinterogasi di Mapolres Brebes, Jawa Tengah, Minggu (18/4/2021) malam.

ZR yang mengendarai mobil HRV Nopol BL 4 GU ditangkap polisi tepatnya di lampu merah Terminal Bus Kota Tegal sekitar pukul 21.00 WIB.

Kaki kanan ZR harus dilumpuhkan timah panas karena mengancam petugas dengan pisau saat akan ditangkap.

Baca juga: Putri Bupati Brebes Diteror Orang Tak Dikenal Saat Perjalanan Pulang Usai Bukber

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengatakan saat ini kedua pelaku selain ZR yakni SS (26) yang merupakan warga Bandung Jawa Barat sudah berada di Mapolres Brebes.

"Pelaku ada dua. Satu diamankan di polres, satu yang sempat kabur kita kejar dan tertangkap. Saat ini keduanya nya sudah dibawa ke kantor," kata Gatot usai menjemput salah satu pelaku yang sempat mendapat perawatan di RS Mitra Keluarga Kota Tegal, Minggu (18/4/2021) malam.

Bersama pelaku, turut diamankan satu unit mobil HRV BL 4 GU, sejumlah pelat nomor diduga palsu, pisau, hingga barang diduga narkoba.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Motifnya kami belum tahu. Akan kita interogasi lebih lanjut," sebutnya.

Baca juga: Petugas Lapas Brebes Amankan Ribuan Pil Psikotropika, Diduga Dilempar dari Luar

Diberitakan sebelumnya, EN, putri dari Bupati Brebes, Jawa Tengah Idza Priyanti diteror orang tak dikenal dalam perjalanan pulang usai mengikuti acara buka puasa bersama di Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (18/4/2021) malam.

EN yang mengendarai mobil HRV hitam berpelat G 1 DA, dipepet orang tak dikenal tepatnya di jalur pantura tak jauh dari Exit Tol Brebes.

EN dipaksa keluar dari mobil oleh dua pelaku ZR (33) dan SS (26) yang mengendarai HRV putih bernopol BL 4 GU.

Gatot Yulianto mengatakan, karena merasa mendapat teror, korban selanjutnya memacu kendaraannya dan memasuki Mapolres Brebes yang juga diikuti pelaku.

"Anak Bupati Brebes diikuti orang tak dikenal dalam perjalanan pulang di depan Exit Tol Brebes kemudian dipepet, karena ketakutan kemudian lapor ke Polres. Yang bersangkutan (pelaku) ikut ke Polres," kata Gatot, di RS Mitra Keluarga Tegal.

Baca juga: Ayah di Brebes Namai Bayi Laki-lakinya Dinas Komunikasi Informatika Statistik

Gatot mengatakan, saat itu pelaku selanjutnya sempat diinterogasi petugas SPKT.

"Ketika ditanya identitas, salah satu pelaku mengamuk marah dan menantang anggota kemudian lari ke mobil," kata Gatot.

Pelaku ZR, yang berada di dalam mobil selanjutnya memacu kendaraannya dan kabur. Sementara satu pelaku sudah diamankan di Mapolres Brebes.

"Disuruh keluar tidak mau malah mengacungkan pisau," katanya.

Baca juga: Spesialis Pembobol Minimarket Ditangkap di Exit Tol Brebes, Kakinya Ditembak Polisi karena Melawan

Mobil yang dikendarai pelaku ZR bahkan sempat menabrak sejumlah kendaraan polisi di Mapolres.

"Gerbang ditutup tapi malah menabrak mobil, portal dan pagar keluar Polres. Anggota selanjutnya melakukan pengejaran," kata Gatot.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Regional
Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Regional
Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

Regional
Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Regional
Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

Regional
Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Regional
Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Regional
BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

Regional
Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Regional
Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X