Perjalanan Sayuti Bangun Tembok 2,5 Meter di Jalan Perumahan hingga Akhirnya Dirobohkan TNI-Polri dan Warga

Kompas.com - 17/04/2021, 05:03 WIB
Dua orang pengendara sepeda motor terpaksa putar balik karena jalan ditutup dengan tembok batu bata 2,5 meter, di Kelurahan Penghentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (15/4/2021). KOMPAS.com/IDONDua orang pengendara sepeda motor terpaksa putar balik karena jalan ditutup dengan tembok batu bata 2,5 meter, di Kelurahan Penghentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (15/4/2021).

KOMPAS.com- Seorang warga bernama Sayuti (60) memasang tembok setinggi 2,5 meter di RT 001, RW 001, Kelurahan Penghentian Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Tembok itu berdiri sejak beberapa hari yang lalu.

Keberadaan tembok itu otomatis menyulitkan pengguna jalan hingga membuat banyak pengendara kecele dan tak bisa melintas.

Berikut perjalanan pembangunan tembok 2,5 meter di jalan perumahan hingga akhirnya dibongkar oleh aparat TNI-Polri dan warga desa.

Baca juga: Duduk Perkara Jalan Perumahan Ditutup Tembok 2,5 Meter oleh Warga hingga Polisi dan Lurah Turun Tangan

Bermula lampu merah dan klakson

Ilustrasi klaksontribunnews.com Ilustrasi klakson
Ketua RW 001 Rahmat menuturkan, Nur Sayuti (60) membangun tembok itu selama beberapa hari terakhir.

Pembangunan dilatarbelakangi pemasangan lampu merah hingga kemarahan Sayuti setelah diklakson.

Rahmat menjelaskan, Sayuti tak terima ketika Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru memasang lampu merah di persimpangan tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini 5 Hasil Musyawarah yang Membuat Sayuti Mau Merobohkan Tembok 2,5 Meter Penghalang Jalan

"Dia (Sayuti) marah, kenapa orang Dishub tidak izin pasang lampu merah. Setelah itu lah dipasangnya batu bata untuk menutup jalan," ujar Rahmat.

Tak hanya itu, Sayuti juga marah lantaran pernah diklakson oleh pengguna jalan.

"Waktu itu dia marah-marah diklakson hingga terjadi macet. Dia bilang ini tanah saya, jalan saya, kamu mau apa, katanya ke pengendara lain. Kata pengendara yang melintas, kalau itu tanah bapak tutup saja jalannya. Rupanya memang dibuktikan dan ditutupnya jalan," cerita Rahmat.

Baca juga: Jalan Perumahan di Pekanbaru Ditutup Tembok 2,5 Meter, Warga Mengeluh

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Regional
Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Regional
2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

Regional
Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Regional
Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Regional
Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Regional
Pasien Covid-19 yang Miliki Miliaran Kandungan Virus Ditemukan di Kalbar

Pasien Covid-19 yang Miliki Miliaran Kandungan Virus Ditemukan di Kalbar

Regional
2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

Regional
Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Regional
Video Viral Kerumunan di Sleman Berjoget di Mal Saat Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Video Viral Kerumunan di Sleman Berjoget di Mal Saat Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Regional
Ultah Ke-94 Persebaya, Lagu 'Song For Pride' Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Ultah Ke-94 Persebaya, Lagu "Song For Pride" Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Regional
Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Regional
Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Regional
Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok gara-gara UGD Tutup Sore, Bupati Solok: Sebagai Efek Jera

Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok gara-gara UGD Tutup Sore, Bupati Solok: Sebagai Efek Jera

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X