Dua Orangutan Sumatera "Pulang Kampung", Setelah Diserahkan Pemeliharanya di Semarang

Kompas.com - 16/04/2021, 15:09 WIB
Dua individu orangutan sumatera (Pongo abelii) 'pulang kampung' setelah sebelumnya dipelihara oleh warga di Semarang, Jawa Tengah. Orangutan jantan Asto dan betina Asih itu manambah daftar orangutan yang sudah direpatriasi atau dipulangkan ke asalnya di Sumatera Utara IstimewaDua individu orangutan sumatera (Pongo abelii) 'pulang kampung' setelah sebelumnya dipelihara oleh warga di Semarang, Jawa Tengah. Orangutan jantan Asto dan betina Asih itu manambah daftar orangutan yang sudah direpatriasi atau dipulangkan ke asalnya di Sumatera Utara

MEDAN, KOMPAS.com - Dua individu orangutan sumatera (Pongo abelii) 'pulang kampung' setelah sebelumnya dipelihara oleh warga di Semarang, Jawa Tengah.

Orangutan jantan Asto dan betina Asih itu manambah daftar orangutan yang sudah direpatriasi atau dipulangkan ke asalnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterima dari Kepala Bagian Tata Usaha, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Teguh Setiawan pada Jumat (16/4/2021) siang disebutkan, sebelumnya sudah ada 9 orangutan yang direpatriasi dari Malaysia ke Sumatera Utara pada 18 Desember 2020. 

Baca juga: Birute Galdikas Dokter Jerman, 50 Tahun Mengabdi untuk Orangutan, Menikah dengan Pria Dayak

Pada Sabtu (10/4/2021) yang lalu, lanjut Teguh, ada 2 orangutan sumatera bernama Asto (jantan) dan Asih (betina) tiba di Bandara Internasional Kuala Namu pukul 17.30 WIB.

Orangutan itu berasal dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. "Asto dan Asih berusia antara 2-5 tahun, dan hasil pemeriksaan morfologi oleh dokter hewan serta tim ahli, dinyatakan sehat," ujarnya. 

Pemeriksaan mortologi yang dimaksud adalah umur, nafas, jantung, gigi, ukuran lengan, kaki, dan lain-lain. Sebelum diberangkatkan, telah dilakukan tes darah untuk memantau penyakit elisa rabies.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cerita Petugas BSKDA Sumut Dilempari Batu Saat Ambil Orangutan dan Penjelasan Pemelihara

 

Hasilnya negatif penyakit rabies, demikian juga dengan tes COVID-19 hasilnya pun negatif. Sedangkan untuk tes DNA sudah dilakukan dan saat ini sedang menunggu hasilnya.

"Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari BKSDA Jawa Tengah, kedua individu orangutan tersebut merupakan hasil penyerahan masyarakat kepada petugas Balai KSDA Jawa Tengah di Bandungan, Kabupaten Semarang," katanya. 

"Pada tanggal 6 April 2021, dan sempat dititipkan sementara ke Lembaga Konservasi Agrowisata PT. Sidomuncul di Bergas, Semarang." 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusak Kunci Pintu Ruangan, Pasien RS Syuhada Haji Kabur Setelah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Rusak Kunci Pintu Ruangan, Pasien RS Syuhada Haji Kabur Setelah Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
300 Pegawai di Sebuah Perusahaan Tekstil di Jabar Terpapar Covid-19

300 Pegawai di Sebuah Perusahaan Tekstil di Jabar Terpapar Covid-19

Regional
Muncul Klaster Bank Jateng di Wonogiri, 7 Pegawai Positif Covid-19

Muncul Klaster Bank Jateng di Wonogiri, 7 Pegawai Positif Covid-19

Regional
Bingung Tak Dapat Ruang Isolasi Covid-19 karena Penuh, Sri: Mau Dirawat di Mana Keluarga Saya Ini

Bingung Tak Dapat Ruang Isolasi Covid-19 karena Penuh, Sri: Mau Dirawat di Mana Keluarga Saya Ini

Regional
4.980 Anak di Bali Positif Covid-19, Diduga Terpapar Saat di Luar Rumah

4.980 Anak di Bali Positif Covid-19, Diduga Terpapar Saat di Luar Rumah

Regional
Jam Malam Berlaku di Boyolali, Ruas Jalan Utama Ditutup

Jam Malam Berlaku di Boyolali, Ruas Jalan Utama Ditutup

Regional
Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19, Warga Kalbar Diminta Tak Pergi ke Jakarta

Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19, Warga Kalbar Diminta Tak Pergi ke Jakarta

Regional
Bupati Jember: Rp 107 Miliar Ini Membuat Saya Sedih, Bagaimana Cara Menyelesaikan...

Bupati Jember: Rp 107 Miliar Ini Membuat Saya Sedih, Bagaimana Cara Menyelesaikan...

Regional
Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Ditutup

Satu Pegawai Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Ditutup

Regional
Kematian Pasien Covid-19 Membeludak, Pembuatan Peti Mati Dikebut 24 Jam Tanpa Henti

Kematian Pasien Covid-19 Membeludak, Pembuatan Peti Mati Dikebut 24 Jam Tanpa Henti

Regional
Melihat Lebih Dekat Pulau Sangalaki, Surga bagi Penyu

Melihat Lebih Dekat Pulau Sangalaki, Surga bagi Penyu

Regional
Kuota Terbatas, Warga Kecewa Gagal Ikut Vaksinasi Massal di Polresta Banyumas

Kuota Terbatas, Warga Kecewa Gagal Ikut Vaksinasi Massal di Polresta Banyumas

Regional
Mahasiswa Ditangkap gara-gara Curi Ponsel Milik Dosen, Ini Ceritanya

Mahasiswa Ditangkap gara-gara Curi Ponsel Milik Dosen, Ini Ceritanya

Regional
Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Daftar Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Massal Serentak di Kabupaten Tangerang

Regional
Wali Kota Salatiga Yuliyanto Sembuh dari Covid-19, Keluarga Masih Positif

Wali Kota Salatiga Yuliyanto Sembuh dari Covid-19, Keluarga Masih Positif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X