Warga Pendatang di Beoga Sudah Dievakuasi ke Mimika, Keberadaan KKB Masih Terlihat

Kompas.com - 16/04/2021, 12:46 WIB
Kepala Operasi (Kaops) Nemangkawi Polri, Brigjen Pol Rocyke Harry Langie dan Kaops Nemangkawi TNI, Brigjen TNI Tri budi Utomo memimpin langsung pemulihan situasi kamtibmas di Distrik Beoga, Kamis (15/4/2021) HUMAS NEMANGKAWIKepala Operasi (Kaops) Nemangkawi Polri, Brigjen Pol Rocyke Harry Langie dan Kaops Nemangkawi TNI, Brigjen TNI Tri budi Utomo memimpin langsung pemulihan situasi kamtibmas di Distrik Beoga, Kamis (15/4/2021)

JAYAPURA, KOMPAS.com - Kondisi keamanan di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, sudah semakin kondusif setelah 100 personel Satgas Nemangkawi masuk ke wilayah tersebut.

Seluruh warga pendatang yang setelah kejadian penembakan Oktovianus Rayo, Guru SD Impres Beoga, mengungsi di Koramil dan Polsek Beoga, sudah dievakuasi.

"Semua sudah dievakuasi, total ada 42 orang, kemarin terakhir sudah terbang ke Timika," ujar Kapolsek Beoga, Ipda Ali Akbar, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (16/4/2021).

Menurut dia, kondisi keamanan sudah muali kondusif dan warga mulai berani beraktivitas di  siang hari.

Baca juga: Seorang Siswa SMA Tewas Ditembak, Kapolda Papua: Pelaku Diduga KKB Pimpinan Lekagak Telenggen

Selain itu, Ali Akbar menyebut KKB masih terpantau berada di Beoga, hanya saja mereka sudah tidak pernah melepas tembakan lagi.

"Mereka (KKB) masih terlihat di kejauhan, posisi mereka semakin mundur," kata Ali Akbar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kamis (8/4/2021) sekitar 09.30, KKB melakukan aksi penembakan di sebuah kios di Kampung Julugoma.

Akibatnya, Oktovianus Rayo, guru SD Impres Beoga tewas karena ditembak.

Tidak hanya di situ, pada sore harinya KKB membakar tiga ruang SMAN 1 Beoga.

Kemudian pada Jumat (9/4/2021) sore, kelompok tersebut melakukan penembakan kepada Yonatan Randen, guru SMPN 1 Beoga di bagian dada.

Korban yang sempat dibawa masyarakat ke Puskesmas Beoga akhirnya meninggal dunia.

Proses evakuasi jenazah baru bisa dilakukan hari ini karena KKB masih berada di Lapangan Terbang Beoga.

 

Kedua jenazah baru dapat dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021) setelah Pemerintah Kabupaten Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB untuk membiarkan pesawat masuk ke Bandara Beoga.

Lalu pada Minggu (11/4/2021) malam, KKB kembali berulah dengan membakar sembilan ruang SMPN 1 Beoga.

Aksi pembakaran kembali dilakukan KKB pada Selasa (13/4/2021) siang denvan dua rumah menjadi sasarannya.

Baca juga: KKB yang Tembak Siswa SMA Diduga Sama dengan Pembunuh Tukang Ojek Udin

Lalu pada Rabu siang, Satgas Nemangkawi berhasil mendarat di Beoga setelah personel Brimob dan Raider 715 yang berada di Beoga berhasil memukul mundur KKB yang berada di Lapangan Terbang Beoga.

Kamis siang, Satgas Nemangkawi kembali berhasil masuk ke Beoga sehingga total 100 personel sudah berada di Beoga.

Di hari yang sama, 42 warga pendatang yang sebelumnya mengungsi di Koramil dan Polsek Beoga sudah berhasil dievakuasi ke Mimika.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Setuju Stadion Pakansari untuk Vaksinasi Massal

Jokowi Setuju Stadion Pakansari untuk Vaksinasi Massal

Regional
Baru Sebulan Keluar dari Penjara, Pria Ini Ngamuk dan Aniaya Warga di Warung Kopi

Baru Sebulan Keluar dari Penjara, Pria Ini Ngamuk dan Aniaya Warga di Warung Kopi

Regional
Belasan Pegawainya Positif Covid-19, BPN Blora Tak Menerima Tamu Kantor

Belasan Pegawainya Positif Covid-19, BPN Blora Tak Menerima Tamu Kantor

Regional
Kronologi Sopir Angkot Curi Uang Pensiun Lansia, Korban Diminta Duduk Depan dan Pegangi Pintu yang Rusak

Kronologi Sopir Angkot Curi Uang Pensiun Lansia, Korban Diminta Duduk Depan dan Pegangi Pintu yang Rusak

Regional
Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Bagaimana Nasib Work From Bali dan Pembukan Pariwisata Internasional?

Kasus Covid-19 di Indonesia Melonjak, Bagaimana Nasib Work From Bali dan Pembukan Pariwisata Internasional?

Regional
Viral Video Kerumunan Joget-joget di Sleman City Hall, Pengelola: EO yang Bikin Acara

Viral Video Kerumunan Joget-joget di Sleman City Hall, Pengelola: EO yang Bikin Acara

Regional
Petani Desa Ini Manfaatkan Urine Sapi Untuk Berantas Hama Tikus, Begini Ceritanya...

Petani Desa Ini Manfaatkan Urine Sapi Untuk Berantas Hama Tikus, Begini Ceritanya...

Regional
Viral, Video Pemulung Tua Dijambret, Kapolres Blitar: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Viral, Video Pemulung Tua Dijambret, Kapolres Blitar: Pelaku Harus Bertanggung Jawab

Regional
Dalam 3 Bulan, Kematian akibat Covid-19 di Kalbar Meningkat 4 Kali Lipat

Dalam 3 Bulan, Kematian akibat Covid-19 di Kalbar Meningkat 4 Kali Lipat

Regional
Pasien Covid-19 dengan Kandungan Virus Miliaran Diketahui dari Hasil Uji Lab

Pasien Covid-19 dengan Kandungan Virus Miliaran Diketahui dari Hasil Uji Lab

Regional
Bupati Maluku Tengah Janji Kirim Obat-obatan dan Tenaga Medis ke Lokasi Pengungsian

Bupati Maluku Tengah Janji Kirim Obat-obatan dan Tenaga Medis ke Lokasi Pengungsian

Regional
Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Peserta Vaksinasi Massal di Mega Mall Batam Membeludak

Regional
Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Selundupkan 25 Kg Sabu, Seorang Petani Karet Divonis Hukuman Mati

Regional
2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

2 Buron Wartawan Abal-abal yang Peras Narasumber hingga Rp 17 Juta Ditangkap

Regional
Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X