Kakorlantas Polri: Mudik Lebih Awal Sebelum 6-17 Mei Tak Dilarang, Asal Jaga Prokes Covid-19

Kompas.com - 16/04/2021, 11:31 WIB
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono bersama Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan, mengecek kesiapan pos penjagaan arus mudik Lebaran di Kawasan Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/4/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Korlantas Polri Irjen Pol Istiono bersama Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Doni Hermawan, mengecek kesiapan pos penjagaan arus mudik Lebaran di Kawasan Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/4/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Korlantas Polri Inspektur Jenderal Istiono mengatakan, pihaknya tak akan melarang pemudik Lebaran yang berangkat sejak awal bulan Ramadhan sebelum larangan mudik berlaku sejak 6-17 Mei mendatang.

Pihaknya hanya meminta saat pulang kampung sebelum waktu larangan ditetapkan menjaga protokol kesehatan terutama tak membuat kerumunan di sepanjang jalan.

"Kita tak ada larangan bagi pemudik yang pulang kampung lebih awal atau sekarang. Syaratnya tetap jaga protokol kesehatan dan tak boleh ada kerumunan," jelas Istianto, kepada wartawan saat pengecekan jalur mudik di Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Meski Mudik Dilarang, Terminal Kota Tasikmalaya Tetap Beroperasi

Istiono pun menegaskan tak menganjurkan para pemudik untuk pulang sekarang sebelum 6 Mei.

Namun, pihaknya melarang mudik pada Lebaran tahun ini supaya tak terjadi kerumunan dan muncul kembali klaster baru.

"Intinya itu jangan berkerumun. Tak boleh ada kerumunan. Kita melarang mudik dari tanggal 6 sampai 17 Mei. Jadi kita lakukan operasi khusus pada pengamanan jalur Lebaran 2021," tambah Istiono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Mudik Dilarang, 14 Titik Akses Tol hingga Jalur Alternatif di Karawang Disekat Polisi

Meski demikian, Korlantas Polri telah memerintahkan operasi pengamanan khusus Lebaran tahun ini petugas lebih humanis dan selalu memperhatikan protokol kesehatan.

Pihaknya pun memantau langsung kesiapan beberapa jalur yang kerap dipakai pemudik dari arag Jakarta ke beberapa daerah Jawa Barat, Tengah, Timur sampai Madura, Bali lewat jalur darat.

"Kesiapan sudah ok, kita perhatikan jalur dari arah Jakarta ini ke jalur Utara, Tengah, Selatan dan Selatan pantai. Nah, salahsatunya jalur Gentong ini ke Ciamis, Banjar sampai ke Jawa Tengah. Semuanya tadi sudah dicek dan sudah siap tinggal koordinasi yang baik antar polres," pungkasnya. 

Baca juga: Larangan Mudik di Cianjur, Jalur Utama, Alternatif dan Perbatasan Akan Disekat



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duka Rismanto yang Istri, Anak, dan Cucunya Meninggal dalam Tabrakan Beruntun

Duka Rismanto yang Istri, Anak, dan Cucunya Meninggal dalam Tabrakan Beruntun

Regional
Viral, Video Seorang Perawat Berhazmat Dihajar Keluarga Pasien Covid-19

Viral, Video Seorang Perawat Berhazmat Dihajar Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Bupati Jember Serahkan Pengelolaan Ambulans Desa ke Puskesmas, Ini Alasannya

Bupati Jember Serahkan Pengelolaan Ambulans Desa ke Puskesmas, Ini Alasannya

Regional
Rencana Sekolah Tatap Muka, Gubernur Banten: Kondisi Covid-19 Begini, 'Stop'

Rencana Sekolah Tatap Muka, Gubernur Banten: Kondisi Covid-19 Begini, "Stop"

Regional
Cerita Ibu Hamil yang Kabur Dinyatakan Positif Covid-19

Cerita Ibu Hamil yang Kabur Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Banjir Rob Terjang Pantai Cacalan, Warga Diminta Waspada Ombak Tinggi

Banjir Rob Terjang Pantai Cacalan, Warga Diminta Waspada Ombak Tinggi

Regional
Klaster Supermarket Megaria di Sangihe, Pegawai Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 40 Orang

Klaster Supermarket Megaria di Sangihe, Pegawai Terpapar Covid-19 Bertambah Jadi 40 Orang

Regional
Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Jumlah Anak Terinfeksi Covid-19 Meningkat, Ganjar Minta PTM Terbatas Ditunda

Regional
Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Soal KBM Tatap Muka, Dinkes Lampung Sarankan Cek Status Covid-19 di Lokasi Sekolah

Regional
3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

3 Ambulans Jemput 15 Orang Sekeluarga di Tegal yang Terpapar Covid-19

Regional
Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Ular Nyaris Merambat ke Tangan Perempuan Ini Saat Kendarai Motor, Bermula Parkir Dekat Pohon

Regional
Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Cerita Dusun Karanglo, Warganya Sepakat “Lockdown” agar Covid-19 Tidak Meluas

Regional
Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Larang Hajatan, Bupati Lamongan: yang Bawa Virus adalah Tamu dari Luar

Regional
5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

5.757 RT di Jateng Zona Merah Covid-19, Ganjar: Langsung Lockdown Saja

Regional
Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Juli 2021, Bupati Sleman Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Terbatas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X