Pemudik Motor Diprediksi Bakal Penuhi Jalur Pantura, Polisi Dirikan Posko di Tegal

Kompas.com - 15/04/2021, 22:18 WIB
Dokumentasi: Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari dan Kasatlantas AKP Nuraini Rosyidah meminta penumpang yang baru turun dari bus luar kota untuk menjalani tes swab di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, 18 Februari 2021 lalu KOMPAS.com/Tresno SetiadiDokumentasi: Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari dan Kasatlantas AKP Nuraini Rosyidah meminta penumpang yang baru turun dari bus luar kota untuk menjalani tes swab di Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, 18 Februari 2021 lalu

TEGAL, KOMPAS.com - Meski ada kebijakan larangan mudik tahun ini, diprediksi jalur pantura barat Jawa Tengah bakal tetap dipadati pemudik sepeda motor.

Untuk menghalau pemudik dari Jabodetabek, Satlantas Polres Tegal Kota bakal mendirikan posko penyekatan tepatnya di Terminal Bus Kota Tegal.

Kasatlantas Polres Tegal Kota AKP Nuraini Rosyidah mengatakan, meski Kota Tegal tak dilalui jalan tol, bukan berarti sepi dari pemudik, termasuk yang mengendarai roda dua.

"Untuk itu kita dirikan pos penyekatan. Kendaraan yang terbukti akan mudik, akan kita minta putar balik. Tentunya dengan bahasa komunikasi yang baik," kata Aini, kepada Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, Jasa Pengiriman Barang di Tegal Justru Meningkat 20 Persen

Disampaikan Aini, selain mendirikan pos penyekatan, ada 14 posko lainnya yang akan disiapkan menjelang lebaran.

Terdiri dari 4 pos pelayanan, 10 pos pengamanan, dan 2 pos check point.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aini memprediksi, kemacetan di jalur pantura juga akan terjadi pada musim mudik tahun ini.

Salah satunya imbas adanya rencana pengalihan truk dari tol keluar ke pantura.

"Nah kita sudah antisipasi, kerja sama juga dengan instansi terkait," terangnya.

Baca juga: Ramadhan, Vaksinasi Covid-19 di Kota Tegal Tetap Digelar Siang Hari

Aini mengatakan, pihaknya juga akan membantu pemerintah dalam menyampaikan kebijakan larangan mudik di tengah pandemi Covid-19.

"Kita tetap sosialisasi larangan mudik, baik melalui banner, media online dan radio. Termasuk sosialisasi protokol kesehatan terus akan kita dilaksanakan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.