Buat Situs Palsu, 2 WNI Jual Data Pribadi Warga Amerika untuk Dapat Bantuan Covid-19

Kompas.com - 15/04/2021, 20:11 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti aksi kejahatan 2 warga Indonesia yang mencuri data pribadi warga negara Amerika Serikat. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALPolisi menunjukkan barang bukti aksi kejahatan 2 warga Indonesia yang mencuri data pribadi warga negara Amerika Serikat.

SURABAYA, KOMPAS.com - Polda Jawa Timur (Jatim) bekerja sama dengan Amerika Federal Bureau of Investigation (FBI) mengungkap aksi kejahatan pemalsuan situs resmi pemerintah Amerika Serikat.

Pemalsuan situs tersebut dilakukan untuk menggelapkan dana bantuan Covid-19 bagi warga Amerika.

Tindakan itu dilakukan dua warga negara Indonesia (WNI) berinisial SF dan MZ. Keduanya bekerja atas perintah warga India berinisial S yang masih menjadi buronan.

"MZ ditangkap di sekitar Stasiun Pasar Turi Surabaya awal Maret 2021 lalu," kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta di Mapolda Jatim, Kamis (15/4/2021).

Tersangka SF dan MZ membuat akun situs pemerintah Amerika Serikat palsu. Mereka mengirimkan link yang dikirim ke ribuan nomor ponsel warga Amerika yang dicari melalui fitur Grab Phone Number.

Baca juga: Sudah 675.240 Warga Surabaya yang Disuntik Vaksin Covid-19, Ini Rinciannya...

Link URL yang disebar mengarahkan para penerima SMS blast untuk mengeklik link tersebut dan masuk ke situs palsu yang dibuat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari situ korban mengisi data pribadi untuk mendapatkan bantuan Covid-19 dari pemerintah Amerika Serikat sebesar USD 2.000," terangnya.

Sms blast disebar ke 20.000.000 nomor telepon warga negara Amerika Serikat. Dari situ, tersangka mengumpulkan sekitar 30.000 data dari warga 14 Negara Bagian di Amerika Serikat.

Dari S, tersangka SF dan MZ menerima imbalan berupa mata uang crypto bitcoin yang bisa dikonversikan ke mata uang Rupiah. Sejak beraksi, SF sudah meraup Rp 420 juta dan tersangka MZ Rp 60 juta.

Data pribadi tersebut digunakan oleh S untuk mencairkan dana PUA (Pandemic Unemployment Assistance) atau dana bantuan untuk pengangguran warga negara Amerika senilai USD 2.000 setiap satu data orang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Harian Naik, 92 Orang Positif Covid-19 di Provinsi Lampung

Kasus Harian Naik, 92 Orang Positif Covid-19 di Provinsi Lampung

Regional
Pleno Rekapitulasi PSU Pilkada Kalsel Rampung, Sahbirin-Muhidin Unggul

Pleno Rekapitulasi PSU Pilkada Kalsel Rampung, Sahbirin-Muhidin Unggul

Regional
Pergoki Anaknya Hendak Diperkosa, Seorang Ayah Tampar dan Pukul Pelaku

Pergoki Anaknya Hendak Diperkosa, Seorang Ayah Tampar dan Pukul Pelaku

Regional
Polda Riau Bangun Vaksinasi Center di RS Bhayangkara Pekanbaru

Polda Riau Bangun Vaksinasi Center di RS Bhayangkara Pekanbaru

Regional
Kebakaran Landa Proyek Pembangunan PLTU di Tanjung Emas Semarang

Kebakaran Landa Proyek Pembangunan PLTU di Tanjung Emas Semarang

Regional
Wacana Work From Lombok Dinantikan Pelaku Wisata Lombok Tengah

Wacana Work From Lombok Dinantikan Pelaku Wisata Lombok Tengah

Regional
Kades Bisa Belanjakan Anggaran Desa untuk Covid-19, Wagub Babel: Ada Hukumnya, Tak Perlu Khawatir

Kades Bisa Belanjakan Anggaran Desa untuk Covid-19, Wagub Babel: Ada Hukumnya, Tak Perlu Khawatir

Regional
Mayoritas Pasien Covid-19 di Babel Tanpa Gejala, RS Rujukan Pun Sepi

Mayoritas Pasien Covid-19 di Babel Tanpa Gejala, RS Rujukan Pun Sepi

Regional
3 Dosen Positif Covid-19 Meninggal, UNS Solo 'Lockdown' 7 Hari

3 Dosen Positif Covid-19 Meninggal, UNS Solo "Lockdown" 7 Hari

Regional
Warga Dumai Dengar Dentuman Keras, Ternyata Tangki Biodiesel Meledak, 2 Pekerja Tewas

Warga Dumai Dengar Dentuman Keras, Ternyata Tangki Biodiesel Meledak, 2 Pekerja Tewas

Regional
Soal Isu Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Ini Tanggapan Rachmawati Soekarnoputri

Soal Isu Prabowo-Puan di Pilpres 2024, Ini Tanggapan Rachmawati Soekarnoputri

Regional
Satgas Covid-19: Vaksinasi Lansia Bisa Daftar ke Puskesmas, Tinggal Bawa KTP

Satgas Covid-19: Vaksinasi Lansia Bisa Daftar ke Puskesmas, Tinggal Bawa KTP

Regional
Total 766 ASN Karawang Positif Covid-19, Pelayanan Publik Jalan Terus

Total 766 ASN Karawang Positif Covid-19, Pelayanan Publik Jalan Terus

Regional
Geger, Temuan Batu Bergerak Sendiri di SMP Jember, Ini Faktanya

Geger, Temuan Batu Bergerak Sendiri di SMP Jember, Ini Faktanya

Regional
Gadis Pujaan Hati Positif Covid-19, Acara Lamaran di Temanggung Digelar Virtual

Gadis Pujaan Hati Positif Covid-19, Acara Lamaran di Temanggung Digelar Virtual

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X