Serang Densus 88 Pakai Parang, Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati

Kompas.com - 15/04/2021, 17:55 WIB
Ilustrasi Densus 88: Densus 88 mengepung teroris AFP PHOTO / USEP USMAN NASRULLAH / PIKIRAN RAKYATIlustrasi Densus 88: Densus 88 mengepung teroris

KOMPAS.com - Terduga teroris asal Makassar, MT, terpaksa ditembak mati Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pada Kamis (15/4/2021).

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, tindakan tegas itu terpaksa dilakukan karena MT menyerang petugas dengan parang saat hendak ditangkap di rumahnya.

"Menyerang petugas dengan menggunakan parang yang panjang, dua parang digunakan di tangan kiri dan kanan. Kemudian menyerang dengan membabi buta," ungkapnya, seperti dilansir dari Tribunnews.

Baca juga: Jejak Pembunuh Berantai di Kartasura, Ditangkap Usai Bunuh Anggota Kopassus

Zulpan menegaskan, sebelum mengambil tindakan tegas, petugas sudah melakukan upaya peringatan terhadap MT. 

Namun, peringatan itu tak dihiraukan dan justru melawan secara agresif ke petugas.

“Sehingga terpaksa petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Ajudan Pribadi Komandan KKB Tewas | Kalimat Jenaka Ditempel di Mercon

[POPULER NUSANTARA] Ajudan Pribadi Komandan KKB Tewas | Kalimat Jenaka Ditempel di Mercon

Regional
800-an Orang Berkerumun di Acara Organ Tunggal, Akhirnya Dibubarkan Paksa Polisi, Sempat Terdengar Tembakan Peringatan

800-an Orang Berkerumun di Acara Organ Tunggal, Akhirnya Dibubarkan Paksa Polisi, Sempat Terdengar Tembakan Peringatan

Regional
Kronologi Camat Purwoasri Minta THR Rp 15 Juta, Lewat WhatsApp hingga Tertangkap Basah oleh Bupati Kediri

Kronologi Camat Purwoasri Minta THR Rp 15 Juta, Lewat WhatsApp hingga Tertangkap Basah oleh Bupati Kediri

Regional
Gubernur Banten Putuskan Tutup Seluruh Tempat Wisata hingga 30 Mei

Gubernur Banten Putuskan Tutup Seluruh Tempat Wisata hingga 30 Mei

Regional
Ridwan Kamil Instruksikan Tutup Akses Menuju Obyek Wisata Pangandaran dan Ciwidey

Ridwan Kamil Instruksikan Tutup Akses Menuju Obyek Wisata Pangandaran dan Ciwidey

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 15 Mei 2021

Regional
Pantai Batu Karas Ditutup Minggu Dini Hari Imbas Disesaki Wisatawan

Pantai Batu Karas Ditutup Minggu Dini Hari Imbas Disesaki Wisatawan

Regional
Viral di Medsos, Pantai Batu Karas Disesaki Wisatawan

Viral di Medsos, Pantai Batu Karas Disesaki Wisatawan

Regional
Kronologi Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Diduga Berawal dari Swafoto

Kronologi Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Diduga Berawal dari Swafoto

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 15 Mei 2021

Regional
6 Wisatawan Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo Ditemukan Tewas, 3 Masih Dicari

6 Wisatawan Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo Ditemukan Tewas, 3 Masih Dicari

Regional
Camat di Kediri yang Diduga Pungli Pakai Kode untuk Minta THR ke Desa

Camat di Kediri yang Diduga Pungli Pakai Kode untuk Minta THR ke Desa

Regional
Perahu Berisi 20 Wisatawan Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Pengelola Dinilai Melanggar Prokes

Perahu Berisi 20 Wisatawan Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Pengelola Dinilai Melanggar Prokes

Regional
Becak Masuk Tol, Sempat Kayuh Sejauh 2,6 Kilometer, Ini Fakta-faktanya

Becak Masuk Tol, Sempat Kayuh Sejauh 2,6 Kilometer, Ini Fakta-faktanya

Regional
Muncul Lagi Klaster Covid-19 di Banyumas

Muncul Lagi Klaster Covid-19 di Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X