Jejak Pembunuh Berantai di Kartasura, Ditangkap Usai Bunuh Anggota Kopassus

Kompas.com - 15/04/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi penangkapan. SHUTTERSTOCKIlustrasi penangkapan.

KOMPAS.com - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) terpidana mati Yulianto (43), warga Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (14/4/2021).

Dilansir dari Tribunnews, keputusan Ketua Majelis Sri Murwahnyuni itu menjadi akhir perjalanan kasus pembunuhan berantai asal Kartasura tersebut.

“Menolak permohonan peninjauan kembali dari Pemohon Peninjauan Kembali/Terpidana Yulianto bin Wir Sentono tersebut,” kata ketua majelis Sri Murwahyuni seperti yang tertuang dalam salinan putusan sebagaimana dilansir dari situs resmi website MA, Rabu (14/4/).

Seperti diketahui, terpidana mati Yulianto divonis bersalah telah menghabisi nyawa 7 orang. Salah satu korbannya adalah anggota Kopassus, mendiang Kopda Santosa pada 2010 lalu.

Baca juga: Beri Uang Tebusan ke KKB, Bupati Puncak: Negara Tidak Pernah Kalah, demi Kemanusiaan

Terungkap usai bunuh Kopda Santoso

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil penyelidikan Polres Sukoharjo saat itu, salah satu tetangga Yulianto bernama Margono menjelaskan, jasad Kopda Santoso ditemukan pertama kali oleh rekan korban.

Saat itu, menurutnya, anggota Kopassus berusaha mencari keberadaan korban yang telah 14 hari tak terlihat.

Lalu, pada Sabtu (21/4/2021), anggota Kopassus menemukan korban telah tewas dikubur di rumah Yulianto.

"Setelah itu, warga baru mengetahui korban ditemukan dikubur di rumah tersangka," kata Margono, Minggu (22/1/2010).

Baca juga: Motif Pembunuhan karena Rebutan Lahan di Samarinda Dipicu Dendam

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Ritual Pesugihan Berhubungan Badan, Seorang Ibu Tega Serahkan Anak ke Dukun, Korban Diperkosa di Penginapan

Syarat Ritual Pesugihan Berhubungan Badan, Seorang Ibu Tega Serahkan Anak ke Dukun, Korban Diperkosa di Penginapan

Regional
Guru SD Cabuli Murid, Korban Diiming-imingi Rangking 1

Guru SD Cabuli Murid, Korban Diiming-imingi Rangking 1

Regional
Jabar Kebut Vaksinasi Covid-19, Kejar Target Kekebalan Komunal di Akhir Tahun

Jabar Kebut Vaksinasi Covid-19, Kejar Target Kekebalan Komunal di Akhir Tahun

Regional
Ganjil Genap Belum Jadi Diterapkan, Malioboro Padat Pengunjung

Ganjil Genap Belum Jadi Diterapkan, Malioboro Padat Pengunjung

Regional
Kasus Covid-19 Terus Menurun, Bupati Karimun Belum Mau Longgarkan Pembatasan

Kasus Covid-19 Terus Menurun, Bupati Karimun Belum Mau Longgarkan Pembatasan

Regional
Cerita Rokaya, TKW di Irak yang Minta Dipulangkan ke Indonesia, Nyaris Buta dan Tetap Disuruh Bekerja

Cerita Rokaya, TKW di Irak yang Minta Dipulangkan ke Indonesia, Nyaris Buta dan Tetap Disuruh Bekerja

Regional
Pelat Nomor Mobilnya Tak Sesuai Aturan Ganjil Genap, Pengendara Ini Menolak Diputar Balik: Saya Anggota DPRD DKI Jakarta

Pelat Nomor Mobilnya Tak Sesuai Aturan Ganjil Genap, Pengendara Ini Menolak Diputar Balik: Saya Anggota DPRD DKI Jakarta

Regional
Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Ditangkap

Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Ditangkap

Regional
Kronologi Pemuda di Blitar Bunuh Teman Usai Pesta Miras, Tersinggung Ucapan Korban

Kronologi Pemuda di Blitar Bunuh Teman Usai Pesta Miras, Tersinggung Ucapan Korban

Regional
Warga Karawang Bisa Melapor Langsung ke Kapolres Lewat Nomor Ini

Warga Karawang Bisa Melapor Langsung ke Kapolres Lewat Nomor Ini

Regional
Setahun Tol Pekanbaru-Dumai, Sudah Dilewati 4 Juta Kendaraan

Setahun Tol Pekanbaru-Dumai, Sudah Dilewati 4 Juta Kendaraan

Regional
Mayat Perempuan 14 Tahun Tergeletak di Lapangan Voli, Diduga Diracun, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Mayat Perempuan 14 Tahun Tergeletak di Lapangan Voli, Diduga Diracun, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Regional
Fish Apartement, Usaha Agar Ikan Kembali ke Pantai yang Dirusak Potas dan Bom Ikan

Fish Apartement, Usaha Agar Ikan Kembali ke Pantai yang Dirusak Potas dan Bom Ikan

Regional
Ganjil Genap Mulai Berlaku di Baturraden, Belasan Kendaraan Diputar Balik

Ganjil Genap Mulai Berlaku di Baturraden, Belasan Kendaraan Diputar Balik

Regional
Isak Tangis Keluarga Lepas 100 Brimob Polda Riau yang Dikirim ke Papua

Isak Tangis Keluarga Lepas 100 Brimob Polda Riau yang Dikirim ke Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.