Mulai 19 April, 10 Sekolah di DIY Gelar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Kompas.com - 15/04/2021, 12:51 WIB
Didik Wardaya Kepala Disdikpora DIY ditemui di Kantor Disdikpora DIY Kamis (18/2/2021) Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoDidik Wardaya Kepala Disdikpora DIY ditemui di Kantor Disdikpora DIY Kamis (18/2/2021)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mulai 19 April mendatang, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap pertama di 10 sekolah tingkat SMA.

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY targetkan sekolah tatap muka di seluruh sekolah pada tahun ajaran yang akan datang.

Baca juga: Ada Guru Positif Covid-19, Uji Coba Sekolah Tatap Muka di MTsN 3 Klaten Ditunda

Sedangkan pada tahun ajaran 2021 Disdikpora DIY menunjuk 10 sekolah sebagai percontohan pembelajaran tatap muka.

"10 sekolah dipilih karena telah melakukan vaksinasi. Lalu dua minggu ke depan dievaluasi dan diikuti sekolah lain mulai pembelajaran tatap muka secara bertahap. Tahun depan diharapkan seluruh sekolah dapat melakukan pembelajaran tatap muka, dengan catatan sekolah benar-benar siap,” kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya saat dikonfirmasi, Kamis (15/4/2021).

Didik menjelaskan, pembelajaran tatap muka digelar di tengah pandemi Covid-19 menunggu selesainya pemberian vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan.

“Kita targetkan pada akhir Juni vaksinasi untuk guru dan tenaga kependidikan sudah bisa selesai,” kata dia.

Baca juga: 2 Siswa Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka di Wonogiri Dihentikan

Selain vaksinasi bagi guru, sekolah harus memenuhi berbagai syarat seperti wajib memiliki satgas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan, bisa menjaga jarak, fasilitas cuci tangan harus tersedia.

“Wajib memiliki satgas di tingkat satuan pendidikan, lalu memberikan jarak antara satu murid dengan lainnya, termasuk memiliki wastafel,” kata dia.

Selain itu, sekolah yang akan menggelar pembelajaran tatap muka harus mendapat izin dari orangtua siswa.

“Sekolah-sekolah membuat surat edaran dan dibagikan ke orangtua setuju atau tidak jika mulai pembelajaran tatap muka. Jika tidak maka tetap difasilitasi mungkin dengan tugas melalui WA grup atau Jogja Belajar,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria yang Bakar Kekasih Pakai Bensin Ditangkap, Sembunyi di Tengah Hutan

Pria yang Bakar Kekasih Pakai Bensin Ditangkap, Sembunyi di Tengah Hutan

Regional
Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasih Akhirnya Meninggal, Dokter: Korban Alami Luka Bakar 60 Persen dan Trauma Pernapasan

Gadis Cianjur yang Dibakar Kekasih Akhirnya Meninggal, Dokter: Korban Alami Luka Bakar 60 Persen dan Trauma Pernapasan

Regional
Tiga Kabupaten di Lampung Diizinkan Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Tiga Kabupaten di Lampung Diizinkan Shalat Id di Masjid dan Lapangan

Regional
Aturan Idul Fitri di Jabar: Takbir Keliling Dilarang, Shalat Id Berjemaah Hanya untuk Zona Hijau dan Kuning

Aturan Idul Fitri di Jabar: Takbir Keliling Dilarang, Shalat Id Berjemaah Hanya untuk Zona Hijau dan Kuning

Regional
20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

20 Petasan Meledak Tewaskan 2 Orang, Polisi Amankan Barang Bukti 4 Kilogram Bubuk Mesiu

Regional
Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Dua RT Zona Oranye di Gunungkidul Dilarang Gelar Shalat Id Berjemaah

Regional
Malam Lebaran di Kebumen, Takbir Keliling Dilarang, Alun-alun Gelap Gulita

Malam Lebaran di Kebumen, Takbir Keliling Dilarang, Alun-alun Gelap Gulita

Regional
Mujahidin Indonesia Timur Serang Desa di Poso, 2 Warga Tewas

Mujahidin Indonesia Timur Serang Desa di Poso, 2 Warga Tewas

Regional
5 Nelayan NTT Hilang Saat Cari Ikan di Perairan Indonesia-Australia, Kini Ditemukan Selamat

5 Nelayan NTT Hilang Saat Cari Ikan di Perairan Indonesia-Australia, Kini Ditemukan Selamat

Regional
'Update' 10 Hari Kasus Sate Bersianida, Sosok R Si Pemberi Ide Belum Juga Ketemu, Polisi Bantah Tomy dan Nani Nikah Siri

"Update" 10 Hari Kasus Sate Bersianida, Sosok R Si Pemberi Ide Belum Juga Ketemu, Polisi Bantah Tomy dan Nani Nikah Siri

Regional
Bacok Mahasiswa di Jambi, 2 Anggota Geng Motor Ditangkap

Bacok Mahasiswa di Jambi, 2 Anggota Geng Motor Ditangkap

Regional
Penuh Haru, Polisi Peluk Pemudik yang Lama Tak Jumpa Anak: Suaranya Bergetar, Saya Tahu Rasanya

Penuh Haru, Polisi Peluk Pemudik yang Lama Tak Jumpa Anak: Suaranya Bergetar, Saya Tahu Rasanya

Regional
Kenang Sosok Tengku Zulkarnain, Gubernur Edy: Orangnya Tak Bisa Dibendung

Kenang Sosok Tengku Zulkarnain, Gubernur Edy: Orangnya Tak Bisa Dibendung

Regional
Mobil Rombongan Kapolres Maybrat Ditembaki OTK Usai Bagi Sembako, Petugas Sempat Balas Tembakan

Mobil Rombongan Kapolres Maybrat Ditembaki OTK Usai Bagi Sembako, Petugas Sempat Balas Tembakan

Regional
Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal Dilakukan di Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Rukyatul Hilal Penentuan 1 Syawal Dilakukan di Gedung Tertinggi di Kota Surabaya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X