Kompas.com - 15/04/2021, 12:17 WIB

Petani garam di Karawang menolak rencana pemerintah mengimpor garam. Rencana itu dipandang bakal membuat petani semakin menjerit.

Ketua Koperasi Garam Segarajaya Karawang, Aep Suhardi meminta pemerintah menarik rencana impor garam.

"Tunda dulu, sebentar lagi memasuki musim panen," ujar Aep dihubungi Kompas.com, Kamis (15/4/2021).

Aep menyebut jika impor dilakukan, petani garam semakin susah. Apalagi setelah pandemi Covid-19 terjadi. Musim panen garam terjadi bulan Juli hingga Oktober.

Ia juga sangat yakin, petani garam di seluruh Indonesia mampu memenuhi target kebutuhan garam dalam negeri.

Di Karawang misalnya, satu petani rata-rata menghasilkan enam ton. Bahkan pada 2019 mampu menghasilkan 11.000 ton. Dalam gudang Koperasi Garam Segarajaya saja, kata dia, masih terdapat 6.000 ton garam.

Baca juga: Wagub NTT: Kami Minta Dukungan DPD, Sampaikan ke Pemerintah, Jangan Impor Garam, tapi...

Ia mengungkapkan, pemerintah enggan menyerap garam rakyat. Alasannya kualitasnya jelek.

"Selama ini kami menjual secara lokal saja, Rp 300 per kilogram. Kalau impor mematikan petambak garam," ungkapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aktivitas Tambang Picu Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bangka Belitung

Aktivitas Tambang Picu Penyalahgunaan BBM Subsidi di Bangka Belitung

Regional
Jarang Bergaul, Pria di Buru Ditemukan Tewas di Kamar, Diduga Bunuh Diri

Jarang Bergaul, Pria di Buru Ditemukan Tewas di Kamar, Diduga Bunuh Diri

Regional
Pengemis Marah Tak Diberi Uang, Pengamat Sebut Bisa Dipidanakan

Pengemis Marah Tak Diberi Uang, Pengamat Sebut Bisa Dipidanakan

Regional
Cerita Penggemar MXGP Samota, Rela Naik Bukit hingga Dirikan Tenda demi Nonton Tim Gajser dan Prado

Cerita Penggemar MXGP Samota, Rela Naik Bukit hingga Dirikan Tenda demi Nonton Tim Gajser dan Prado

Regional
5 Ton Pertalite di Malinau Ludes Terbakar, Seorang Pemadam Kebakaran Sempat Pingsan Saat Jinakkan Api

5 Ton Pertalite di Malinau Ludes Terbakar, Seorang Pemadam Kebakaran Sempat Pingsan Saat Jinakkan Api

Regional
Warga Terganggu, Pengunjung Holywings Palembang Dibubarkan Polisi

Warga Terganggu, Pengunjung Holywings Palembang Dibubarkan Polisi

Regional
Ga Pernah Kapok, 3 Kali Ditangkap 3 Kali Ditembak, Residivis Ini Mencuri Lagi 2 Minggu Setelah Bebas Penjara

Ga Pernah Kapok, 3 Kali Ditangkap 3 Kali Ditembak, Residivis Ini Mencuri Lagi 2 Minggu Setelah Bebas Penjara

Regional
Sandiaga Uno: MXGP Samota Masuk Kalender Even Nasional dan Internasional

Sandiaga Uno: MXGP Samota Masuk Kalender Even Nasional dan Internasional

Regional
5 PTN di Jawa Tengah yang Buka Jalur Mandiri, Bisa Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022

5 PTN di Jawa Tengah yang Buka Jalur Mandiri, Bisa Pakai Nilai UTBK SBMPTN 2022

Regional
Reaksi Gibran Saat Disebut Sebagai Ketua INASPOC Karbitan: Sini Datang ke Solo, Gantikan Saya

Reaksi Gibran Saat Disebut Sebagai Ketua INASPOC Karbitan: Sini Datang ke Solo, Gantikan Saya

Regional
Cegah PMK Jelang Idul Adha, 500 Sapi di Rokan Hulu Riau Divaksin

Cegah PMK Jelang Idul Adha, 500 Sapi di Rokan Hulu Riau Divaksin

Regional
Isi Surat untuk Jokowi dari Ibunda TKI Cianjur yang Tewas di Arab Saudi

Isi Surat untuk Jokowi dari Ibunda TKI Cianjur yang Tewas di Arab Saudi

Regional
Respons Ketua PDIP Solo Soal Wacana Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar

Respons Ketua PDIP Solo Soal Wacana Duet Pemersatu Bangsa Anies-Ganjar

Regional
Perkutut Lokal, Lambang Limo Wasto yang Mulai Digemari Masyarakat

Perkutut Lokal, Lambang Limo Wasto yang Mulai Digemari Masyarakat

Regional
Akhir Pelarian Sang Residivis, Sebulan Diburu Usai Bunuh Perempuan di Jayapura secara Sadis

Akhir Pelarian Sang Residivis, Sebulan Diburu Usai Bunuh Perempuan di Jayapura secara Sadis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.