Peleburan Kemenristek-Kemendikbud Dinilai Buat Riset Semakin Tertinggal

Kompas.com - 15/04/2021, 11:11 WIB
Sejumlah pegawai memasuki Kantor Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) /Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Minggu (11/4/2021). Presiden Joko Widodo mengusulkan melebur Kemenristek dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seiring dengan kebijakan pemerintah memisahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menjadi lembaga otonom. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoSejumlah pegawai memasuki Kantor Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) /Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Minggu (11/4/2021). Presiden Joko Widodo mengusulkan melebur Kemenristek dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seiring dengan kebijakan pemerintah memisahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN menjadi lembaga otonom. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Rencana peleburan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai tidak tepat.

Menurut Ketua Bidang Infrastruktur, Pembangunan Perdesaan, Perbatasan, dan Maritim Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI) Bambang Barata Aji, peleburan itu akan membuat riset semakin tertinggal.

"Penggabungan tersebut akan berat sekali, artinya riset akan menjadi lebih tidak penting, karena anggaran pasti lebih kecil," kata pria yang akrab disapa BBA kepada wartawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Dirjen Dikti: Peleburan Kemenristek-Kemendikbud Kembalikan Marwah Pendidikan Tinggi

Menurut BBA, apabila ingin menjadi negara maju, semestinya riset menjadi perhatian utama.

"Padahal orang saat ini bicara atas nama data. Kalau akan menjadi negara yang dasarnya riset dan tekonologi, ya riset dan teknologi menjadi concern kita semua," ujar BBA.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, terkait isu reshuffle kabinet yang berhembus akhir-akhir ini, BBA menyatakan dukungannya.

"Karena banyak menteri yang underperformance," kata BBA yang enggan menyebut nama-nama menteri tersebut.

Baca juga: PDI-P Apresiasi Dukungan DPR atas Peleburan Kemenristek dan Kemendikbud

Menurut BBA reshuffle kabinet perlu dilakukan, karena saat ini bangsa Indonesia dalam situasi extraordinary akibat pandemi Covid-19.

BBA meminta Presiden Jokowi tidak lagi sekadar mempertimbangkan kompromi politik.

Pasalnya, Presiden Jokowi memiliki legitimasi melalui pilpres.

"Titipan partai kalau enggak menunjukan performa baik, ganti saja. Okelah, ngomong dulu 'ada orang yang memang profesional dari partaimu', kalau enggak, (cari) yang betul-betul profesional," kata BBA.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Warga Jatim Terinfeksi Covid-19 Varian India, Satgas: Semuanya dari Penyekatan Suramadu

3 Warga Jatim Terinfeksi Covid-19 Varian India, Satgas: Semuanya dari Penyekatan Suramadu

Regional
Oknum Satpol PP Jual Barang Bukti Besi Bekas Billboard ke Tukang Las

Oknum Satpol PP Jual Barang Bukti Besi Bekas Billboard ke Tukang Las

Regional
UGM Terima 2.925 Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN, Ini Link Pengumuman dan Jadwal Daftar Ulang

UGM Terima 2.925 Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN, Ini Link Pengumuman dan Jadwal Daftar Ulang

Regional
Polisi Tangkap Preman yang Jadi Juru Parkir 'Nuthuk' di Bantul

Polisi Tangkap Preman yang Jadi Juru Parkir "Nuthuk" di Bantul

Regional
Total 13 Pasien Positif Covid-19 Meninggal dari Klaster Sidodowo Lamongan

Total 13 Pasien Positif Covid-19 Meninggal dari Klaster Sidodowo Lamongan

Regional
Suami Gerebek Istrinya Saat Berselingkuh dengan Kepala Desa, Mengaku Sudah Nikah Siri

Suami Gerebek Istrinya Saat Berselingkuh dengan Kepala Desa, Mengaku Sudah Nikah Siri

Regional
Soal Sekda Kena Razia Hiburan Malam, Wabup Nias Utara: Jadi Tersangka, Dipecat sebagai ASN

Soal Sekda Kena Razia Hiburan Malam, Wabup Nias Utara: Jadi Tersangka, Dipecat sebagai ASN

Regional
Pasien Covid-19 di Blitar Takut ke RS Disebut Jadi Penyebab Angka Kematian Tertinggi di Jatim

Pasien Covid-19 di Blitar Takut ke RS Disebut Jadi Penyebab Angka Kematian Tertinggi di Jatim

Regional
Bupati Solok Ngamuk Saat Sidak ke Puskesmas, Sempat Robek Surat Bermeterai

Bupati Solok Ngamuk Saat Sidak ke Puskesmas, Sempat Robek Surat Bermeterai

Regional
Kantor Dinas ESDM Sultra Digeledah Jaksa, Terkait Dugaan Korupsi Izin Tambang

Kantor Dinas ESDM Sultra Digeledah Jaksa, Terkait Dugaan Korupsi Izin Tambang

Regional
Belasan Mahasiswa Positif Covid-19 Usai Gathering, Untidar Larang Kegiatan Kemahasiswaan

Belasan Mahasiswa Positif Covid-19 Usai Gathering, Untidar Larang Kegiatan Kemahasiswaan

Regional
Razia Tempat Hiburan Malam, Polrestabes Medan Tangkap Sekda Nias Utara

Razia Tempat Hiburan Malam, Polrestabes Medan Tangkap Sekda Nias Utara

Regional
Benarkah Korban Pohon Tumbang di Ruang Publik Bisa Minta Ganti Rugi ke Pemerintah? Begini Penjelasannya

Benarkah Korban Pohon Tumbang di Ruang Publik Bisa Minta Ganti Rugi ke Pemerintah? Begini Penjelasannya

Regional
Bayi Tergeletak dan Tertutup Daun Jati, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Bayi Tergeletak dan Tertutup Daun Jati, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Regional
Ada Temuan Covid-19 Varian India, Ganjar Minta Pemeriksaan di Pelabuhan Diperketat

Ada Temuan Covid-19 Varian India, Ganjar Minta Pemeriksaan di Pelabuhan Diperketat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X