Kompas.com - 14/04/2021, 18:42 WIB
Petugas Lapas Kelas IIB Brebes menunjukan temuan pil hexymer yang diduga dilempar orang dari luar ke dalam kawasan Lapas, Rabu (14/4/2021) (Istimewa) KOMPAS.com/Tresno SetiadiPetugas Lapas Kelas IIB Brebes menunjukan temuan pil hexymer yang diduga dilempar orang dari luar ke dalam kawasan Lapas, Rabu (14/4/2021) (Istimewa)

BREBES, KOMPAS.com - Petugas Lapas Kelas IIB Brebes, Jawa Tengah mengamankan ribuan pil psikotropika yang terbungkus dalam kantung plastik hitam, Selasa (13/4/2021) malam.

Diduga, pil di antaranya bermerek hexymer sengaja diselundupkan dengan cara dilempar dari luar oleh orang tak dikenal ke dalam kawasan lapas.

Kepala Lapas Kelas IIB Brebes Isnawan menjelaskan, penemuan paket ribuan pil psikotropika berawal dari petugas yang melakukan pengecekan di branggang sekitar Lapas.

Baca juga: 34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Akan Ucapkan Sumpah Setia pada NKRI

"Saat itu, sekitar pukul 18.30 WIB tepatnya setelah buka puasa, anggota Lapas menemukan paket bungkusan kain plastik berwarna hitam," kata Isnawan kepada wartawan, di kantornya, Rabu (14/4/2021).

Lantaran curiga, petugas kemudian membawa barang tersebut ke ruang pemeriksaan.

Setelah diperiksa ternyata berisi ribuan pil psikotropika dan barang terlarang lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jumlah total ada empat bungkus yang berisi pil hexymer. Per bungkus kurang lebih mencapai seribu butir atau total ada 4.000 pil yang kita amankan," terangnya.

Isnawan menduga, paket dilempar dari arah luar lapas yang berseberangan dengan jalan raya yang juga kurang penerangan lampu jalan.

Baca juga: Napi Punya Senapan Mainan, Ini Penjelasan Kepala Lapas Cirebon

"Mungkin mereka mencoba kepada kita (Lapas) di bulan puasa ini konsentrasinya menurun. Namun, sesuai dengan komitmen, kita rutin lakukan pemeriksaan. Selain ribuan obat pil, juga ada paket alat pembuatan tatto," katanya

Kasat Narkoba Polres Brebes Iptu Aris Maryono mengatakan, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait temuan itu.

Menututnya, jika pelaku terungkap akan dikenakan undang-undang tentang kesehatan maupun psikotropika.

"Terkait temuan ini kita masih melakukan penyelidikan. Jika terungkap, pelakunya bisa diancam hukumannya ada yang 10 dan ada yang bisa 20 tahun penjara," terangnya.

Baca juga: Razia Bilik Narkoba di Lapas, Petugas Temukan Benda Tajam dan Membahayakan

Perwakilan BNN Kota Tegal Haris menyebutkan, obat-obatan yang berhasil diamankan semuanya berjenis psikotropika.

"Jenisnya ini psikotropika. Dan perolehannya ini harus sesuai dengan resep dokter. Jadi obat ini berkode merah artinya terbatas atau diatur," ujar Haris.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komandan BAIS TNI Pidie Tewas Ditembak di Aceh, Hari yang Sama Pos Polisi Aceh Barat Diberondong Peluru

Komandan BAIS TNI Pidie Tewas Ditembak di Aceh, Hari yang Sama Pos Polisi Aceh Barat Diberondong Peluru

Regional
Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak di Pidie, Aceh

Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak di Pidie, Aceh

Regional
Kenang Sugondo Djojopuspito, Gubernur Jatim Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Tuban

Kenang Sugondo Djojopuspito, Gubernur Jatim Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Tuban

Regional
Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Regional
Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Regional
Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Regional
Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Regional
Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Regional
Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Regional
Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Regional
Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Regional
2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

Regional
Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Regional
Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Regional
Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.