Dianggap Serang Polisi Saat Demo Omnibus Law, Seorang Mahasiswa Divonis 5 Bulan 15 Hari Pernjara

Kompas.com - 14/04/2021, 18:00 WIB
Seorang mahasiswa ditangkap polisi saat demostrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Kaltim, Samarinda, Jalan Teuku Umar, Kamis (8/10/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONSeorang mahasiswa ditangkap polisi saat demostrasi penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD Kaltim, Samarinda, Jalan Teuku Umar, Kamis (8/10/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com-  Seorang mahasiswa di Samarinda, Kalimantan Timur, divonis majelis hakim penjara 5 bulan 15 hari karena dianggap telah menyerang polisi saat demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang Cipta Kerja.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni tujuh bulan.

Dalam putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (14/4/2021), mahasiswa bernama Wisnu Juliansyah (22) dinyatakan bersalah melanggar Pasal 351 Ayat 1 KUHP perihal penganiayaan.

“Dalam putusannya majelis menyatakan terdakwa (Wisnu) bersalah divonis 5 bulan 15 hari penjara. Karena sudah ditahan 5 bulan 10 hari. Jadi tersisa 5 hari lagi baru bebas,” ungkap Kuasa Hukum Wisnu, Indra dari LBH Persatuan Samarinda, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Bawa Badik dan Lempar Batu Saat Demo di DPRD Kaltim, 2 Mahasiswa Jadi Tersangka

Indra mengatakan Wisnu yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Mulawarman Samarinda ini, menerima vonis hakim. Wisnu menyatakan tidak mengajukan banding.

Meski demikian, Indra menilai mestinya kliennya tak bersalah. 

Pasalnya, Wisnu tidak sendirian melempar batu ke arah polisi dan mengenai seorang anggota polisi bernama Ipda Agus Prayitno hingga terluka.

Bagi Indra, peristiwa yang terjadi pada 5 November 2020 di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim saat demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja, adalah peristiwa rusuh.

Baca juga: Polisi Bubarkan Demonstran di DPRD Kaltim dengan Gas Air Mata, Ada yang Patah Tangan

Karenanya, Wisnu tak bisa seorang diri bertanggung jawab atas kejadian tersebut. 

“Situasi chaos (rusuh) itu kan reaksi massa aksi atau peserta unjuk rasa, biasanya terjadi secara spontan melakukan pelemparan batu dan pelakunya beberapa orang, tapi kenapa cuma Wisnu yang harus dijadikan tersangka,” terang Indra bernada tanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kakek Loper Koran yang Kehilangan Motor Kini Mendapat Ganti dari Netizen dan Relawan

Kakek Loper Koran yang Kehilangan Motor Kini Mendapat Ganti dari Netizen dan Relawan

Regional
Seorang ART di Surabaya Disiksa hingga Dipaksa Makan Kotoran Kucing

Seorang ART di Surabaya Disiksa hingga Dipaksa Makan Kotoran Kucing

Regional
Aksi Nekat Mudik Diprediksi Akan Terus hingga H-1 Lebaran

Aksi Nekat Mudik Diprediksi Akan Terus hingga H-1 Lebaran

Regional
Ambulans Mengaku Bawa Pasien Covid-19 Diminta Putar Balik, Diduga Pemudik

Ambulans Mengaku Bawa Pasien Covid-19 Diminta Putar Balik, Diduga Pemudik

Regional
Bocah 16 Tahun, Sopir VW Kuning yang Tabrak Polisi di Pos Penyekatan Prambanan Berhasil Ditangkap Polisi

Bocah 16 Tahun, Sopir VW Kuning yang Tabrak Polisi di Pos Penyekatan Prambanan Berhasil Ditangkap Polisi

Regional
Hendak Ditanyai Petugas, Mobil VW Ini Malah Terobos Pos Penyekatan, Satu Polisi Tertabrak

Hendak Ditanyai Petugas, Mobil VW Ini Malah Terobos Pos Penyekatan, Satu Polisi Tertabrak

Regional
Kapolri: Larangan Mudik Efektif di Penyeberangan Merak-Bakauheni

Kapolri: Larangan Mudik Efektif di Penyeberangan Merak-Bakauheni

Regional
Kronologi Adik Kakak Disabilitas Tewas Tertabrak Kereta, Sepeda Ontel Terseret Saat Lintasi Perlintasan Tanpa Pintu

Kronologi Adik Kakak Disabilitas Tewas Tertabrak Kereta, Sepeda Ontel Terseret Saat Lintasi Perlintasan Tanpa Pintu

Regional
Mobil VW Berpelat B Terobos dan Tabrak Anggota di Pos Penyekatan Mudik, Polisi: Dikira Mau Razia

Mobil VW Berpelat B Terobos dan Tabrak Anggota di Pos Penyekatan Mudik, Polisi: Dikira Mau Razia

Regional
Kisah Pilu Kakak Beradik Tertabrak Kereta Api, Sebelumnya Sempat Antar Makanan untuk Kakek

Kisah Pilu Kakak Beradik Tertabrak Kereta Api, Sebelumnya Sempat Antar Makanan untuk Kakek

Regional
Satgas Nemangkawi Tangkap Victor Yeimo, Buron Kerusuhan di Papua

Satgas Nemangkawi Tangkap Victor Yeimo, Buron Kerusuhan di Papua

Regional
2 Polisi Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Jurnalis Tempo di Surabaya

2 Polisi Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Jurnalis Tempo di Surabaya

Regional
Mobil Plat B Terobos dan Tabrak Polisi di Pos Penyekatan Mudik, Ini Faktanya

Mobil Plat B Terobos dan Tabrak Polisi di Pos Penyekatan Mudik, Ini Faktanya

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Mei 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 9 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 9 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X